5 Fakta Tentang Rapid Test di Indonesia

Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia masih belum menunjukkan penurunan dari hari ke hari. Pemerintah dalam mengatasi kasus ini telah mengeluarkan beberapa kebijakan, salah satunya adalah instruksi untuk melakukan rapid test untuk wilayah dengan jumlah kasus cukup tinggi serta masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota.

Tes ini dilakukan agar petugas kesehatan serta pemerintah dapat mengetahui siapa saja yang berpotensi menularkan virus corona, agar selanjutnya dapat dilakukan pencegahan untuk menekan angka positif COVID-19 di Indonesia. Sebenarnya apa sih rapid test ini?

Fakta Tentang Pemeriksaan Rapid Test

Benarkah tes ini dipertanyakan keakuratannya dalam mendeteksi virus corona? Baca yuk 5 Fakta mengenai rapid rest di bawah ini.

  1. Rapid Test merupakan tes screening bukan pendeteksi virus corona

    Rapid test adalah metode screening awal untuk mengetahui keberadaan antibodi IgM dan IgG yang diproduksi tubuh saat ada paparan virus corona. Artinya, jika ada antibodi tersebut di dalam tubuh maka tubuh orang tersebut pernah terpapar virus corona. Namun pembentukan antibodi ini membutuhkan waktu hingga beberapa minggu, hal inilah yang menyebabkan keakuratan rapid test rendah.
    Jadi, rapid test hanya untuk screening antibodi virus corona sedangkan tes yang memastikan seseorang positif corona sejauh ini adalah tes Polymerase Chain Reaction (PCR) karena langsung mendeteksi virus bukan antibodinya.

  2. Prosedur pemeriksaan mudah dan cepat

    Prosedur awal tes ini adalah dengan mengambil sampel darah dari ujung jari, kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya cairan untuk mendeteksi antibodi virus corona diteteskan di atasnya. Lalu hasilnya akan keluar dalam waktu 10-15 menit saja.

  3. Hasilnya dapat berubah, sehingga perlu beberapa kali tes untuk memastikan

    Hasil rapid test tidak sepenuhnya menandakan keberadaan virus covid di tubuh seseorang. Apabila hasil tes ini positif artinya orang yang diperiksa pernah terpapar virus corona, namun bisa saja orang yang terpapar virus corona mendapatkan hasil negatif karena antibodi dalam tubuhnya sedang dalam proses pembentukan. Oleh karena itu orang yang berkaitan erat dengan kasus positif COVID-19 perlu dilakukan rapid test ulang seminggu kemudian untuk mendeteksi antibodi dalam tubuhnya.

  4. Harga Pemeriksaan Rapid Test di Indonesia

    Lalu berapa kisaran harga rapid test di Indonesia? Jika sebelumnya harga rapid test di Indonesia menyentuh harga ratusan ribu, kini sejak 6 Juli 2020 Kementerian Kesehatan menetapkan harga tertinggi rapid test adalah Rp 150 ribu saja. Harga ini dapat berbeda di tiap wilayah dan lokasi rapid test dengan kisaran harga Rp 75 ribu – Rp 150 ribu.

  5. Lokasi Pemeriksaan Rapid Test makin mudah dijangkau

    Saat ini rapid test semakin mudah dijangkau untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan ini. Mulai dari puskesmas, rumah sakit, laboratorium, stasiun kereta api, bandara, hingga ada drive thru rapid test di beberapa wilayah Indonesia.

Perlindungan COVID-19

Di tengah penyebaran wabah COVID-19 di Indonesia, Saling Jaga dapat menjadi salah satu solusi perlindungan kesehatan. Kitabisa Saling Jaga merupakan cara baru tolong menolong dalam kesehatan antar donatur. Anggota yang tergabung dalam program ini dapat membantu sekaligus mengajukan bantuan jika terdiagnosis 54 penyakit kritis dan COVID-19.

Anggota Saling Jaga yang terdiagnosa positif virus corona dapat mengajukan bantuan, berlaku selama periode 1 April-31 Desember 2020. Untuk mengajukan bantuan COVID-19, anggota bisa menunjukkan bukti tes SWAB sebagai salah satu dokumen yang dibutuhkan. Ketika proses pengajuan diterima, anggota yang mengajukan bantuan akan menerima dana bantuan sebesar Rp 5 juta yang positif COVID-19.

Jika kamu atau kerabatmu membutuhkan bantuan biaya pengobatan, jangan ragu untuk membuat galang dana di Kitabisa. Kami siap menghubungkanmu dengan jutaan #OrangBaik yang siap gotong royong membantumu.

Klik gambar untuk pelajari lebih lanjut tentang galang dana!

galang dana kitabisa