7 Gejala HIV yang Sering Tidak Disadari Penderitanya

HIV atau Human Immunodeficiency Syndrome merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit yang menjadi momok menyeramkan bagi banyak orang ini memiliki jutaan pengidap di seluruh dunia. Hingga akhir 2018 lalu, tercatat ada 36,9 juta penderita HIV dan 25% di antaranya tidak menyadari bahwa dirinya adalah pengidap HIV. 

Banyak gejala HIV yang ternyata tidak mudah untuk dibedakan dengan penyakit lain. Karena yang diserang adalah sistem kekebalan tubuh, beragam kondisi yang muncul sering kali dianggap hanya sakit biasa. Dalam beberapa kasus, ada pasien yang bahkan tidak merasakan tanda-tanda yang nyata sampai sakit yang dideritanya sudah lanjut dan mencapai kondisi terparah yakni AIDS.

 

Gejala-gejala HIV yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa gejala HIV yang kerap tidak disadari oleh penderitanya. Apa saja?

  1. Gejala Mirip Flu

    Di minggu-minggu awal inkubasinya, banyak penderita tidak merasakan apapun. Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul biasanya menyerupai flu ringan. Demam, sakit kepala, lemas hingga pembengkakan kelenjar getah bening juga kerap menyertai. Karena mirip dengan demam biasa, banyak yang menganggap remeh gejala ini.

  1. Kehilangan Berat Badan

    Kehilangan berat badan juga merupakan salah satu gejala HIV yang kerap tidak disadari. Kebanyakan penderita hanya mengira bahwa itu adalah hal yang normal. Jika mengalami penurunan berat badan terus menerus secara konstan, ada baiknya pasien segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Ruam di Permukaan Kulit

    Ruam atau luka di permukaan kulit juga merupakan gejala umum HIV. Ini bisa terjadi akibat gejala virusnya, bisa juga karena infeksi lain yang menyertai. Luka atau ruam ini bisa muncul di beberapa titik seperti mulut, dubur hingga alat kelamin penderita.

  1. Perubahan Siklus Menstruasi

    Gejala yang muncul pada penderita pria dan wanita umumnya juga berbeda. Wanita yang terserang HIV bisa mengalami perubahan siklus menstruasi. Ada yang menjadi lebih berat atau lebih ringan bahkan tidak mengalami datang bulan sama sekali. Karena itu, memeriksakan diri secara berkala saat masalah menstruasi datang harus segera dilakukan agar bisa diketahui penyebab pastinya.

  1. Infeksi

    Karena yang diserang oleh virus adalah sistem kekebalan tubuh, penderita biasanya jadi tidak memiliki kemampuan melawan serangan infeksi dari luar. Radang saluran pernapasan, tuberkulosis hingga infeksi bakteri bisa dengan mudah muncul. Pasien perempuan dengan HIV positif biasanya lebih rentan terhadap infeksi dan lebih sulit untuk disembuhkan.

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

    Kegagalan tubuh melawan serangan infeksi membuat kelenjar getah bening mengalami pembengkakan. Ini karena sistemnya bekerja lebih keras dari biasanya. Rasa sakit biasanya muncul di area tenggorokan, ketiak hingga pangkal paha. Gejala ini biasanya terjadi selama beberapa bulan lamanya.

  1. Demam dan Berkeringat Dingin di Malam Hari

    Demam ringan mungkin adalah kondisi yang umum kita alami. Namun jika terjadi terus menerus, ini patut diwaspadai. Demam yang disertai dengan berkeringat di malam hari merupakan gejala infeksi awal HIV yang harus mendapat perhatian lebih sebelum terlambat.

Setelah gejala HIV dideteksi dan didiagnosis, penderita sebenarnya tidak bisa sembuh. Namun untuk bertahan hidup, ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) bisa bergantung pada obat berupa antiretroviral untuk menekan gejala yang muncul.

Baca juga:
HIV: Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya
Juru Parkir Pendiri Rumah Lentera untuk Anak-anak dengan HIV

Kampung Lentera adalah salah satu yayasan yang menampung anak terlantar dengan HIV/AIDS. Kamu bisa bantu mereka yang sedang berjuang melawan HIV/AIDS dengan cara donasi di Kitabisa.

bantu odha