Apa yang Membedakan Sholat Tarawih dengan Sholat Lainnya?

Salah satu hal yang sangat ditunggu oleh banyak orang saat bulan Ramadhan adalah hadirnya sholat tarawih. Sholat ini ditunggu banyak orang sehingga setiap hari puluhan orang berbondong-bondong ke masjid atau musala terdekat. Mereka ingin melakukan sholat berjamaah dan menikmati suasana Ramadhan yang penuh berkah.

 

Perbedaan dan Pahal Sholat Tarawih

Sholat tarawih memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan sholat lainnya termasuk wajib atau fardu. Perbedaan itu mencakup elemen niat, jumlah rakaat, waktu melakukannya, sampai ke masalah berkah yang didapatkan. Berikut perbedaan selengkapnya.

  1. Jumlah Rakaat yang Dijalankan

    Perbedaan antara sholat tarawih dengan sholat lainnya termasuk fardu adalah jumlah rakaatnya. Kalau sholat fardu kamu menjalankannya dengan rakaat 2-4 saja. Kalau subuh 2 rakaat, maghrib 3 rakaat, dan sisanya 4 rakaat. sholat tahajud atau dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal kelipatannya.
    Sholat tarawih sebenarnya memiliki rakaat yang bervariasi juga. Beberapa kelompok Muslim menjalankan 8 rakaat saja. Namun, banyak juga yang menjalankan sebanyak 20 rakaat. Meski ada banyak rakaatnya, setiap 2 rakaat akan diakhiri dengan salam. Lalu lanjut hingga jumlah rakaat terpenuhi.

  1. Waktu Melakukan sholat

    Waktu sholat tarawih malam hari setelah sholat isya. Sebelum melakukannya kamu harus melakukan sholat wajib dahulu. Selanjutnya baru dilakukan dengan rakaat sesuai kemampuan. Kalau kamu tidak bisa melakukannya setelah sholat isya, lakukan sebelum waktu imsak tiba.
    Sholat tarawih yang merupakan sholat sunah hanya bisa dilakukan saat puasa saja. Setelah puasa selesai tidak dijalankan lagi. Meski demikian, kebiasaan sholat berjamaah tetap harus dilakukan meski bulan penuh berkah sudah usai.

  1. Niat Sebelum sholat

    Dikutip dari laman Islami Co, niat dari sholat sunah berbeda dengan sholat wajib.  Tarawih termasuk sholat sunah sehingga niat yang diucapkan hanya perlu sampai “Usholli”  yang memiliki arti “Saya niat sholat”. Tanpa dilanjutkan pun sholat sudah sah. Namun, kalau sampai akhir diucapkan akan lebih baik lagi.

  1. Keberkahan yang Didapatkan

    Berdasarkan hadis riwayat Imam al-Bukhari, Muslim, dan lainnya, Nabi Muhamad pernah berkata:
    “Barang siapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau”

    Semua orang pernah melakukan dosa setiap harinya. Apalagi hanya manusia biasa. Meminta ampunan adalah hal yang bisa dilakukan saat ini. Selain minta ampun secara langsung seperti melakukan sholat tobat, kamu juga bisa rutin melakukan sholat tarawih. Pahala sholat tarawih sangatlah besar.

Sholat lainnya kurang lebih sama apalagi sholat wajib. sholat sunnah lain juga bisa mendapatkan ampunan untuk dosa. Namun, pahala sholat tarawih pada bulan Ramadhan sangat istimewa. Apalagi ada kemungkinan untuk mendapatkan lailatul qodar.

Apa pun jenis sholat yang dilakukan baik tarawih, fardu, sampai sunah lainnya, jalankan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Kalau melakukan ibadah dengan niatan sempurna, berkah akan diberikan oleh Yang Maha Pengasih.

Baik sholat tarawih atau sholat lainnya sama-sama memberikan keberkahan pada siapa saja yang menjalankannya. Hal paling penting dari semuanya bukan menyimak apa saja perbedaannya, tapi bagaimana menjalankan ibadah ini dengan baik kepada Yang Maha Kuasa secara sempurna dan rutin.

Saat bulan puasa tiba, tarawih hanya satu dari beberapa aktivitas ibadah yang memberikan banyak pahala. Kalau kamu ingin lebih banyak mendapatkan pahala saat bulan Ramadhan ada baiknya melakukan zakat atau beramal. 


Kamu bisa menyempurnakan ibadah di bulan Ramadhan dengan cara berbagi kebaikan melalui Kitabisa. Sedekah dan zakat di Kitabisa dengan klik gambar di bawah inibanner_donasi_sedekah