Qurban

Arti dan Makna 3 Niat Puasa Idul Adha

Merayakan Hari Raya Idul Adha tidak akan lengkap tanpa melaksanakan ibadah puasa sunnah terlebih dulu. Niat puasa Idul Adha juga rupanya memiliki makna dan artian mendalam.

Hari Raya Idul Adha dirayakan setiap tanggal 10 Dhu al-Hijjah. Tahun ini Idul Adha 1441 Hijriyah akan jatuh pada 30 Juli 2020. Sebelum merayakan hari raya yang disebut dengan Lebaran Haji ini, lebih dulu melakukan puasa. 

Puasa Idul Adha disunahkan oleh Nabi Muhammad Saw. Selain untuk menyambut datangnya bulan Dhu al-Hijjah. Puasa yang dilakukan beberapa hari sebelum Idul Adha ini diharapkan memberi keberkahan. Sekaligus sebagai pelengkap ibadah Haji dan Qurban yang dilakukan di bulan ini.

Terdapat 3 puasa sunnah Idul Adha yang dianjurkan untuk dilakukan. Berikut in merupakan penjelasan mengenai makna dan arti niat puasa Idul Adha. Sekaligus juga penjelasan mengenai ibadah puasa sunah tersebut sendiri.

 

3 Makna Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha

Puasa Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah atau Dhu al-Hijjah memiliki banyak keistimewaan. Para ulama meyakini di bulan ini amalan akan lebih banyak tercatat. Itulah mengapa di bulan Dhu al-Hijjah sebaiknya meningkatkan ibadah. Baik itu puasa, shalat, sampai menyembelih hewan qurban Idul Adha sebanyak-banyaknya.

Anjuran tersebut sesuai dengan hadits riwayat Ibnu Abbas dalam Sunan At-Tirmidzi. Hadits riwayat ini juga digunakan para ulama sebagai seruan untuk melakukan puasa 10 hari di bulan Dhu al-Hijjah.

Pada bulan Dhu al-Hijjah, terdapat 3 hari paling isitimewa. Tanggal 8 Dhu al-Hijjah disebut dengan yaumu tarwiyah, 9 Dhu al-Hijjah disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dhu al-Hijjah disebut yaumun nahr

Meski begitu puasa Dzulhijjah dianjurkan dilakukan 7 hari. Mulai dari tanggal 1 sampai 7 Dhu al-Hijjah.

Niat Puasa Dzulhijjah

Nawaitu shauma syahri dzil hijjati sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala

Artian niat puasa Idul Adha Dzulhijjah merupakan untuk memanjatkan syukur. Niatan tersebut dibaca pada tanggal 1 Dhu al-Hijjah dilanjutkan dengan puasa selama 7 hari. 

 

Puasa Tarwiyah

Ibadah puasa sunah berikutnya merupakan Tarwiyah. Puasa Tarwiyah dilakukan sebelum Hari Raya Idul Adha. Tepatnya pada tanggal 8 bulan Dhu al-Hijjah.

Disebutkan dalam hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa melakukan puasa sunah Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun sebelumnya. Puasa sunah Tarwiyah juga dianjurkan berbagai hadits berbeda karena tergolong dalam 10 hari istimewa di bulan Dhu al-Hijjah.

Niat Puasa Tarwiyah

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala

Niatan puasa Tarwiyah dibaca tepat setelah hari ke-7 puasa sunah Dzulhijjah. Dilanjutkan dengan berpuasa sunah seperti biasa.

 

Puasa Arafah

Setelah merampungkan puasa sunah Dzulhijjah dan Tarwiyah, dilanjutkan dengan Arafah. Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dhu al-Hijjah. Keutamaan menjalankan puasa sunah ini ialah untuk mereka yang tidak melakukan ibadah Haji.

Dalam riwayat Abu Qatadah di kitab Sahih Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda puasa di hari Arafah akan menghapus dosa dua tahun yang sudah dilalui. Sedangkan puasa Asyura pada 10 Muharram menghapus dosa satu tahun lalu.

Niat Puasa Arafah

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala.

Niat puasa Idul Adha Arafah tersebut dibaca begitu selesai melakukan puasa sunah Tarwiyah di hari sebelumnya.

Setelah melakukan 3 puasa sunah Idul Adha di atas, berikutnya bisa melanjutkan dengan ibadah Qurban. Kamu bisa berqurban dengan mudah melalui Kitabisa. Selain transparan dan sesuai syariat, harga hewan qurban di Kitabisa juga sangat terjangkau. Yuk, qurban sekarang bersama ribuan OrangBaik lainnya.

qurban di daerah

Comments are closed.

qurban online