Author

Iqbal Hariadi

Browsing

Sebagai seorang muslim, menunaikan zakat sudah menjadi sebuah kewajiban, salah satunya adalah zakat fitrah.

Menjadi rukun Islam ketiga, zakat merupakan sebagian harta dari umat muslim yang harus dikeluarkan untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Ada pun penerima zakat, atau yang disebut dengan mustahik adalah fakir, miskin, amil zakat, mualaf, budak, orang yang berhutang, para fii sabilillah atau orang-orang yang berjuang di jalan Allah, dan ibnu sabil.

Secara bahasa, zakat berarti sesuatu yang sifatnya mensucikan dan tumbuh. Ini artinya, meski Anda mengeluarkan sebagian harta untuk diberikan pada orang lain, tetapi uang ini tidak akan berkurang, justru akan menjadi penambah rezeki.

zakat fitrah via kitabisa

Tidak hanya untuk menyucikan harta dari bagian yang memang bukan menjadi hak pemilik, berzakat juga berfungsi untuk mengurangi rasa sombong dan kikir.

Tentang Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan jenis zakat yang wajib dibayarkan atau dikeluarkan oleh setiap umat muslim atau muzakki yang mampu dan merdeka. Zakat ini dibayarkan setiap setahun sekali ketika bulan Ramadan tiba hingga sebelum melaksanakan Salat Ied.

Hukum menunaikan zakat ini adalah wajib bagi setiap muslim yang beriman dan mampu, baik perempuan dan laki-laki dewasa maupun anak-anak.

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim mengatakan bahwa “Dari Ibnu Umar ra., sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, dan menunaikan zakat. Jika mereka melakukan itu, maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah SWT.”

Kewajiban umat muslim menunaikan zakat fitrah juga diriwayatkan dalam sebuah hadis oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah, “Dari Ibnu Abbas, ia berkata, ‘Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi yang shaum dari perbuatan sia-sia dan ucapan kotor, dan sebagai (bantuan)makanan bagi yang miskin.’”

Syarat Menunaikan Zakat Fitrah

Ada pun syarat menunaikan zakat fitrah adalah sebagai berikut:

1. Beragama Islam

Semua umat Islam wajib untuk menunaikan zakat. Jadi, mereka yang bukan beragama Islam tidak wajib untuk melakukannya.

2. Merdeka

Zakat hanya wajib bagi umat muslim yang telah merdeka. Budak dan hamba tidak wajib menunaikannya, justru menjadi mustahik atau kelompok orang yang menerimanya.

3. Sesuai dengan Waktunya

Zakat fitrah dibayarkan ketika telah datang dua waktu yaitu di antara bulan Ramadan dan bulan Syawal meski terbilang singkat. Waktu yang paling diwajibkan untuk menunaikannya adalah pada akhir bulan Ramadan setelah matahari terbenam.

Sementara itu, akhir bulan Ramadan selepas menunaikan Salat Subuh hingga sebelum menunaikan Salat Ied menjadi waktu afdal, dan mulai menjadi makruh ketika dibayarkan selepas menunaikan Salat Ied hingga menjelang terbenamnya matahari. Namun, akan menjadi haram hukumnya jika zakat dibayarkan selepas matahari terbenam di Hari Raya Idulfitri.

4. Mampu

Membayar zakat wajib bagi semua umat muslim yang mampu. Artinya, mereka memiliki harta dengan jumlah yang melebihi kebutuhannya sehari-hari, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain yang menjadi tanggung jawabnya pada waktu yang telah ditentukan.

5. Lahir Sebelum Matahari Terbenam di Akhir Ramadan

Apabila ada seorang bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir bulan Ramadan, maka diwajibkan atasnya untuk membayar zakat.

Namun, zakat menjadi tidak wajib dibayarkan apabila seorang muslim meninggal pada akhir bulan Ramadan sebelum matahari terbenam, seorang mualaf yang baru saja berpindah agama pada akhir bulan Ramadan setelah matahari terbenam, dan wanita yang baru saja menikah pada akhir bulan Ramadan setelah matahari terbenam.

Jumlah kadar Zakat Fitrah yang Harus Dikeluarkan

Lalu, berapa jumlah kadar zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh setiap umat muslim?

Berdasarkan hadis sahih dari Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri ra., “Di masa Nabi SAW, kami membayar zakat berupa satu sha’ makanan, atau satu sha’ kurma, atau satu sha’ gandum, satu sha’ keju, atau satu sha’ anggur kering.”

zakat fitrah via kitabisa

Dari hadis tersebut, beberapa imam ulama seperti Imam Malik, Syafi’i, dan Ahmad pada akhirnya bersepakat bahwa jumlah kadar zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim adalah sebesar satu sha’.

Di Indonesia sendiri, satu sha’ kemudian dibakukan setara dengan 2,5 kilogram. Jenis barang yang diperbolehkan untuk dikeluarkan zakatnya adalah beras, gandum, kurma, atau makanan lainnya yang memang menjadi makanan pokok di masing-masing negara.

Imam Hanafi kemudian memutuskan bahwa umat muslim boleh berzakat dengan menggunakan uang dengan nominal yang setara dengan harga barang-barang yang wajib dizakatkan. Namun, terjadi perbedaan pendapat mengenai ukuran timbangan dari Imam Hanafi dan yang lainnya. Bagi Imam Hanafi, satu sha’ setara dengan 3,8 kilogram, sedikit berbeda dengan ukuran ketiga imam lainnya.

Demi menghindari silang pendapat, maka ulama Indonesia memutuskan bahwa umat muslim yang ingin berzakat dengan beras menggunakan ukuran sebanyak 2,5 kilogram, sesuai dengan tafsiran Imam Ahmad, Syafi’I, dan Imam Malik. Namun, pembayaran zakat dengan uang jumlahnya setara dengan ketika membeli bahan pokok sebesar 3,8 kilogram, sesuai dengan tafsiran Imam Hanafi.

Pembayaran zakat ini bisa langsung dilakukan dengan mengunjungi masjid atau mushola yang menerima penyaluran zakat. Namun, zakat juga bisa langsung disalurkan kepada delapan golongan yang membutuhkan sesuai dengan syariat. Jangan lupa berniat ketika zakat hendak disalurkan, agar tujuan yang diniatkan bisa tercapai.

Membayar Zakat Fitrah Secara Online, Bagaimana Hukumnya?

Semakin majunya zaman, perubahan akan selalu ada. Terlebih dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat yang membuat masyarakat semakin mudah dalam beraktivitas. Hampir semua sistem kini tak lagi dijalankan secara manual dan beralih menjadi otomatis, meski ada beberapa yang masih harus mempertahankan operasional secara manual.

Seperti misalnya membayar zakat. Hingga kini, zakat masih bisa dibayarkan secara manual dengan berknjung ke masjid atau panitia zakat. Namun, demi memudahkan masyarakat muslim di Indonesia, membayar zakat juga bisa dilakukan secara online melalui platform Kitabisa.

Lalu, bagaimana sebanarnya hukum menukaikan zakat fitrah secara online?

Ustaz Zul Ashfi, S.S.I, LC, seorang ahli agama menuturkan bahwa pada dasarnya hukum dari berzakat itu ada pada niatnya yang diucapkan oleh muzakki di dalam hatinya ketika hendak menunaikan zakatnya. Saat seseorang sudah mengucap niat dalam hatinya, maka zakat pun hukumnya telah menjadi sah.

Sistem online dalam pembayarannya hanya berperan sebagai media untuk memudahkan seseorang dalam menunaikan atau membayarkan zakatnya. Jadi, membayar zakat secara online akan lebih menghemat waktu dalam penyampaian zakat dari muzakki kepada mustahik.

Jadi, dibayarkan secara langsung atau melalui online, selama seorang muslim sudah berniat, maka hukum zakatnya menjadi sah.

Selanjutnya, bagaimana proses akad ketika seorang muslim memutuskan untuk menunaikan zakatnya secara online? Setelah akhirnya melakukan konfirmasi atau selesai melakukan pembayaran, maka muzakki akan mendapatkan laporan yang berfungsi sebagai akad.

Namun, akad bukan menjadi salah satu syarat sah dalam berzakat. Bagaimana akad ketika berzakat tidak perlu terlalu dihiraukan, yang terpenting adalah zakat yang menjadi kewajiban setiap muslim telah ditunaikan dengan niat yang diucap dalam hati.

Tentang Kitabisa

Kitabisa menjadi platform penggalangan dana atau donasi secara online nomor satu di Indonesia. Laman ini memudahkan masyarakat untuk memberikan bantuan dana kepada orang lain yang membutuhkan secara jujur dan transparan. Tingginya peipuan berkedok galang dana atau donasi melalui online membuat masyarakat menjadi khawatir ketika akan menyumbangkan sebagian hartanya. Namun, dengan Kitabisa, kekhawatiran tersebut tidak akan ada.

Pasalnya, yayasan Kitabisa sudah tercatat dan mendapatkan izin resmi di Kementerian Hukum dan HAM, telah resmi mendapatkan izin untuk melakukan Penggalangan Uang dan Barang (PUB) dari Kementerian Sosial berdasarkan Surat Keputusan Menteri No. 310/HUK-PS/2018, dan telah diaudit atau diperiksa oleh Kantor Akuntan Publik dengan hasil akhir Wajar Tanpa Pengecualian.

Siapa pun bisa melakukan penggalangan dana melalui laman ini, karena telah banyak organisasi NGO, komunitas, hingga mahasiswa yang menggunakan Kitabisa untuk menggalang dana atau donasi. Tujuan penggalangan dana yang dilakukan pun beragam, mulai dari donasi untuk pengobatan, korban bencana alam, pendirian rumah ibadah, rumah tingga, sekolah, pemberian beasiswa, hingga program untuk yayasan atau komunitas tertentu.

Membayar Zakat di Kitabisa

Kini, Anda pun telah bisa melakukan pembayaran secara online di Kitabisa. Adanya layanan baru ini dilatarbelakangi oleh kesibukan masyarakat Indonesia sehingga tak jarang menjadi lupa untuk menunaikan zakat. Melalui layanan ini, diharapkan pembayaran zakat tetap bisa dilakukan di mana saja, kapan saja selama masih berada dalam batasan waktu yang diwajibkan.

Sebagai wadah pembayaran zakat secara online, Kitabisa bekerjasama dan didukung sepenuhnya oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Rumah Yatim, Dompet Duafa, Lazismu, Rumah Zakat, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan NU Care-Lazisnu. Tidak hanya pembayaran zakat fitrah, Anda juga bisa menunaikan zakat maal dan zakat profesi di sini.

Jumlah zakat yang harus dibayarkan pun bisa dihitung di laman pembayaran zakat Kitabisa. Anda hanya perlu mengisikan data sesuai dengan arahan, jumlah zakat yang harus dikeluarkan akan ditampilkan secara akurat. Jadi, tidak perlu bingung lagi menghitung berapa jumlah zakat yang harus Anda bayarkan.

Tidak hanya itu, Anda pun bisa menyalurkan zakat langsung dengan memilih Program Zakat yang disediakan oleh Kitabisa. Ada banyak campaign zakat yang tersedia di laman ini dan bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan atau keinginan hati Anda. Cukup dengan meng-klik salah satu kampanye zakat yang ada, Anda bisa melihat langsung detail informasi seputar program yang ada, berikut tanggal jatuh tempo penggalangan dananya. Jadi, zakat yang Anda berikan bisa tersalurkan tepat sasaran.

Cara Membayar Zakat Melalui Kitabisa

Jika Anda tertarik untuk menyalurkan zakat melalui Kitabisa, coba ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

  1. Daftarkan diri Anda melalui laman zakat.kitabisa.com. Lalu, setelah pendaftara selesai dilakukan, pilih ikon zakat di ujung kanan.
  2. Selanjutnya, pilih Program Zakat yang tersedia sesuai dengan keinginan Anda, baca dengan teliti informasi yang diberikan. Jika sudah yakin, klik program tersebut.
  3. Masukkan nominal zakat yang ingin Anda berikan. Jika berkenan, Anda bisa memberikan doa atau harapan yang ingin disampaikan dengan memutuskan untuk berzakat di program tersebut.
  4. Klik tombol “Lanjut”. Anda pun akan masuk pada halaman pembayaran. Di sini, Anda akan diminta untuk melengkapi identitas seperti nama lengkap, nomor telepon, dan alamat email. Jangan lupa untuk memilih metode pembayaran. Kitabisa menyediakan berbagai metode bayar seperti Go-Pay, Transfer antarbank, dan pembayaran menggunakan kartu kredit.
  5. Klik bagian pernyataan persetujuan yang berada di ujung bawah halaman pembayaran. Setelah itu, klik “Lanjut”.
  6. Jika proses transaksi sudah selesai, Anda akan mendapatkan laporan berupa proses zakat yang dilakukan. Inilah yang dinamakan akad zakat. Dengan demikian, Anda pun sudah selesai menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah.

Keunggulan Berzakat di Kitabisa

Berzakat di Kitabisa memberikan Anda banyak manfaat, di antaranya:

1. Bersifat Terbuka dan Transparan

Di Kitabisa, nominal zakat yang telah diperoleh akan ditampilkan pada masing-masing program. Nama-nama orang yang menyalurkan zakat beserta nominalnya pun bisa Anda lihat di sebelah kanan. Lembaga penyalur zakatnya pun jelas, seperti Baznas, Rumah Yatim, Dompet Dhuafa, BMH, Lazismu, Nu Care-Lazisnu, dan Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Setelah membayar zakat, Anda akan menerima laporan yang menunjukkan detail pembayaran atau transaksi yang sudah dilakukan lengkap dengan Program Zakat yang dipilih dan waktu transaksi. Laporan ini disebut dengan akad zakat yang menjadikan bukti bahwa Anda sudah selsai membayar zakat.

2. Program Zakat yang Beragam

Selain itu, Kitabisa juga menawarkan berbagai Program Zakat yang bisa Anda pilih sesuai dengan keinginan. Program ini akan ditampilkan pada laman Kitabisa yang akan memudahkan Anda menemukannya. Beberapa program zakat yang tersedia kini antara lain Roti untuk Pengungsi Suriah, Beasiswa BAZNAS, dan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa.

3. Cara Pembayaran yang Mudah

Lalu, Kitabisa juga menyediakan berbagai cara penyaluran zakat yang sangat mudah. Anda bebas memilih beragam cara yang ditawarkan, seperti dengan trasnfer antar bank BNI, BCA, Mandiri, BNI Syariah, dan BRI. Pembayaran juga bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit atau saldo dari akun GO-PAY yang Anda miliki.

4. Menghitung Zakat Secara Mandiri

Bingung berapa jumlah zakat yang harus Anda keluarkan? Tidak perlu, karena di Kitabisa, Anda bisa menghitung sendiri jumlah zakat yang harus ditunaikan melalui fitur Kalkulator Zakat. Apa pun jenis zakat yang akan ditunaikan, baik zakat profesi, zakat maal, maupun zakat fitrah, perhitungan akan lebih mudah melalui fitur ini.

Fitur Kalkulator Zakat ini bisa Anda temukan pada sisi kanan laman zakat Kitabisa. Anda cukup mengikuti instruksi yang sudah tertera. Nantinya, Anda akan mendapatkan perhitungan zakat yang harus dibayarkan secara akurat. Jadi, Anda tak perlu lagi mereka atau menghitung manual zakat yang wajib ditunaikan.

5. Bayar di Mana Saja, Kapan Saja

Membayar zakat fitrah melalui Kitabisa juga bisa Anda lakukan di mana saja, kapan saja. Pasalnya, Anda tidak perlu membuka laptop atau komputer hanya untuk mengakses laman Kitabisa, karena kini sudah tersedia aplikasinya yang bisa Anda undul melalui Google Play Store maupun App Store.

Tampilan atau fitur-fitur yang hadir di apikasi Kitabisa tidak jauh berbeda dengan laman websitenya. Seperti misalnya, Anda tetap bisa menghitung zakat melalui fitur Kalkulator Zakat, atau membayar zakat dengan memilih program yang tersedia. Justru, Anda akan semakin mudah dalam membayar zakat dengan hadirnya aplikasi Kitabisa ini.

Jadi, tak ada lagi alasan lupa membayar membayar zakat fitrah karena sibuk atau tidak sempat. Melalui Kitabisa, Anda tetap bisa berzakat tepat waktu di mana saja. Yuk, bayar zakat bareng Kitabisa!

Membayar zakat mal merupakan salah satu kewajiban umat Islam yang telah mencapai syarat nisab atau batas terendah kepemilikan harta. Untuk menunaikannya, seorang muslim harus memiliki harta tersebut minimal 1 tahun (haul).

Lantas, bagaimana cara membayar zakat mal? Dulu, umat Islam mesti datang ke masjid atau lembaga penyaluran zakat. Namun kini, bayar zakat lebih mudah dan praktis dengan adanya sistem online.

Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat…” (QS. Al Baqarah:110). Ayat tersebut menjadi satu dari sekian banyak perintah Allah SWT kepada umat Islam untuk membayar zakat, termasuk di antaranya adalah zakat harta atau zakat mal. Zakat yang dibayarkan pun tidak bermanfaat kepada para mustahiq (penerima zakat), tapi juga bagi muzakki (wajib zakat).

anak yatim penerima zakat harta

Hanya saja, banyak muzakki yang memilih untuk menangguhkan pembayaran zakat. Beragam alasan sering dikemukakan, termasuk di antaranya adalah menunggu kedatangan bulan Ramadhan.

Harapannya, mengeluarkan zakat harta di bulan Ramadhan memberi pahala yang berlipat-lipat. Apalagi, Nabi Muhammad SAW memang menganjurkan kepada umat Islam untuk lebih bersikap dermawan di bulan yang suci itu.

Namun, apakah sebenarnya itu dibenarkan? Menunda pembayaran zakat bukanlah ajaran dari Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, Rasulullah menyuruh para umatnya untuk menyegerakan pembayaran zakat ketika sudah memenuhi haul dan nishab. Di samping memenuhi perintah Rasulullah, membayar zakat harta sesuai waktunya juga memberikan beberapa hikmah, di antaranya adalah:

  1. Menyempurnakan keimanan seorang muslim. Membayar zakat merupakan kewajiban setiap muslim dan merupakan bagian dari rukun Islam. Ketika menjalankannya, keimanan seseorang bakal sempurna.
  2. Mempererat tali persaudaraan. Dengan menyegerakan membayar zakat harta, Anda bisa membantu saudara muslim yang tengah membutuhkan pertolongan secepatnya. Apalagi, mencintai saudara sesama muslim merupakan perwujudan keimanan seseorang, seperti dalam hadits:Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45).meningkatkan persaudaraan dengan zakat harta 
  3. Mencegah terjadinya tindakan kejahatan. Tindak kriminal seperti pencurian, perampasan, atau perampokan, bisa terjadi ketika pelaku terhimpit oleh masalah ekonomi. Dengan menyegerakan pembayaran zakat harta, tindakan kriminal yang disebabkan oleh problem ekonomi bisa dicegah.
  4. Allah SWT menjamin bahwa seorang muslim yang menyegerakan membayar zakat, hartanya akan terus bertambah. Hal ini tertuang dalam hadits yang artinya:Sedekah tidaklah mengurangi harta” (HR. Muslim no. 2558).
  5. Meredakan amarah Allah SWT. Pembayaran zakat oleh seorang muzakki merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Hal ini tertuang dalam hadits yang artinya:Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek” (HR. Tirmidzi no. 664).
  6. Menjauhkan diri dari siksa neraka. Membayar zakat ketika sudah memenuhi nishab merupakan kewajiban. Kalau kewajiban itu tidak dipenuhi, Allah SWT seperti dalam firmannya dalam surat At Taubah ayat 34-35 mengancam akan memberikan siksa yang pedih di neraka Jahanam.Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan.” [At Taubah:34,35].

    bayar zakat emas 

  7. Membayar zakat merupakan sarana untuk membersihkan harta dan jiwa seorang muslim. Hal ini seperti tertuang dalam firman Allah surat At Taubah ayat 103, yang artinya:“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka”.

Dengan hikmah membayarkan zakat tersebut, alangkah baiknya seorang muslim untuk segera menunaikan kewajibannya saat harta yang dimiliki telah memenuhi nisab dan haulnya.

Yuk, bayar zakat biar umat semakin kuat!

Salah satu cara memperkuat perekonomian umat adalah dengan cara membayar atau menunaikan zakat secara aktif.

Dari zakat, umat Islam bisa menunjukkan kepada dunia peran langsung pemberdayaan masyarakat miskin.

Lalu, bagaimana bisa zakat yang diberikan oleh umat Islam bisa menjadi sarana pemberdayaan untuk masyarakat miskin? Hal ini tidak terlepas dari golongan orang yang wajib menerima zakat dalam Islam. Total, ada 8 golongan yang termasuk sebagai kelompok yang perlu diberdayakan, utamanya karena faktor ekonomi.

8 Golongan yang Wajib Menerima Zakat dalam Agama Islam

Seperti yang telah disebutkan, pemberian zakat dalam agama Islam tidak boleh dilakukan sembarangan. Hal ini berbeda dengan infak atau sedekah yang bisa diberikan kepada siapa saja. Penetapan 8 golongan penerima zakat disesuaikan dengan firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 60, yang artinya:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

  • Orang fakir

Fakir menurut para ulama dari mazhab Syafi’i merupakan golongan orang yang tidak punya harta ataupun usaha yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Orang yang termasuk dalam kategori fakir, memiliki kondisi yang lebih parah dibandingkan orang miskin.

  • Orang miskin

Orang yang masuk dalam kategori miskin memiliki sebagian kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagai contoh, dalam sehari, kebutuhannya adalah Rp100.000. Namun, dia hanya memiliki uang kurang dari jumlah tersebut.

  • Hamba sahaya

Hamba sahaya adalah orang yang menjadi budak, dan saat ini sudah tidak lagi bisa ditemukan.

  • Gharim

Orang yang masuk dalam kelompok ini adalah orang yang memiliki utang. Namun, perlu diperhatikan bahwa ulama juga memberi persyaratan khusus bagi orang yang punya utang. Dengan begitu, zakat yang diberikan tidak salah sasaran.

  • Mualaf

Golongan ini adalah orang yang baru masuk agama Islam. Umat Islam bisa bayar zakat dengan diberikan kepada mualaf dengan tujuan untuk memperkuat persaudaraan sesama muslim.

  • Fisabilillah

Golongan fisabilillah adalah orang-orang yang memperjuangkan agama Allah. Mereka adalah orang yang berdakwah, berperang membela agama Islam, melindungi Islam, ataupun kelompok yang berusaha menerapkan hukum Islam.

  • Ibnu sabil

Ibnu sabil adalah kelompok orang yang tengah melakukan perjalanan tapi tidak memiliki uang untuk kembali ke tempat tinggalnya. Umat Islam bisa bayar zakat dengan memberikan uang kepada ibnu sabil yang kemudian dipakai untuk membiayai perjalanan pulang. Hal yang perlu diperhatikan, tidak semua orang kehabisan uang di tengah perjalanan adalah seorang ibnu sabil. Apalagi, ketika perjalanan itu dilakukan untuk melakukan perbuatan maksiat.

  • Amil zakat

Terakhir, adalah kelompok orang yang kesehariannya berkecimpung dalam pengelolaan zakat umat Islam.

Dengan bayar zakat dan memberikannya kepada 8 golongan tersebut, umat Islam bisa memperbaiki kondisi yang dihadapi oleh masing-masing penerima zakat. Misalnya, zakat yang diterima oleh seorang fakir dan miskin, dapat dipakai untuk mendirikan usaha yang akhirnya bisa memberikan pemasukan rutin untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sementara itu, ketika seorang muslim berzakat kepada seorang gharim, memungkinkannya untuk bisa terbebas dari utang.  Zakat juga dapat membantu anak miskin memperoleh pendidikan. Lihat cerita anak-anak di Banyuasin yang bisa sekolah berkat zakat.

Oleh karena itu, seorang muslim yang ingin bayar zakat, harus cermat agar zakat itu jatuh ke tangan orang yang benar-benar berhak. Kalau ingin membayar zakat secara tepat lewat internet, KitaBisa menjadi solusi yang tepat. Di sini, zakat yang Anda bayarkan akan disalurkan ke berbagai lembaga amil zakat yang tepercaya. Hasilnya, zakat pun akan diterima oleh orang-orang yang benar-benar berhak.

 

Zakat maal merupakan suatu perintah untuk memberikan sebagaian harta yang dimiliki kepada golongan yang berhak menerimanya. Penting bagi muslim untuk mengetahui nisab zakat mal.

Sebagaimana perintah Allah SWT yang lain, zakat maal juga memiliki dasar hukum, syarat, serta aturan-aturan dalam pelaksanaaannya. Adapun salah satu bahasan penting yang perlu diperhatikan sebelum mengeluarkan zakat mal adalah nisab atau batas minimum harta dikenakan wajib zakat.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah macam-macam harta yang wajib dizakati serta nizab zakat mal dari masing-masing harta tersebut.

Emas, Perak, dan Uang

Syarat wajib zakat untuk emas adalah ketika sudah mencapai 85 gram (20 dinar) dan telah dimiliki selama satu tahun atau lebih. Sementara, nisab dari perak adalah 600 gram (200 dirham) dan telah mencapai haul (satu tahun). Ini artinya, apabila Anda memiliki simpanan emas atau perak yang besarnya sudah melebihi nisab dan disimpan selama satu tahun atau lebih, wajib bagi Anda untuk mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Hal ini telah diterangkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib RA berikut ini, bawasannya Rasulullah SAW besabda, yang artinya:

“Bila engkau memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikit pun–maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nisab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu.”  (HR. Abu Daud)

Zakat ini berlaku juga bagi harta simpanan yang berupa uang, tabungan, atau investasi. Untuk perhitungan nisabnya, besarnya disesuaikan dengan harga 85 gram emas pada saat itu. Jadi semisal harga emas saat ini Rp589.600/gram, maka nisab zakat mal nya adalah Rp50.116.000. Ingat ya, hanya harta yang tersimpan, bukan harta yang digunakan. 

Harta Perniagaan

Harta perniagaan merupakan harta yang digunakan untuk keperluan jual beli, baik itu baik berupa barang seperti alat-alat, makanan, pakaian, perhiasan, dan lain sebagainya. Sama halnya dengan harta simpanan, seluruh harta yang berhubungan dengan perdaganggan juga wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Nisab harta p erniagaan ini dihitung sesuai dengan zakat emas, yakni apabila nilainya setara dengan 85 gram emas.

Binatang Ternak

Seseorang yang memiliki binatang ternak juga wajib untuk mengeluarkan zakat apabila telah mencapai nisab dan haul. Untuk hewan ternak yang berupa unta, nisabnya adalah 5 ekor. Untuk sapi atau lembu atau kerbau, nisabnya 5 ekor. Sedangkan untuk kambing atau domba, nisabnya 40 ekor.

Hasil Pertanian

Sama halnya dengan binatang ternak, hasil pertanian dan perkebunan juga wajib untuk dizakatkan. Nisab untuk jenis harta ini adalah 5 wassaq, atau setara dengan 652 kilogram. Hal ini telah diterangkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW berikut ini, yang artinya:

“Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, ‘Tidak ada zakat (pada harta) yang tidak mencapai lima wasaq; juga pada harta yang tidak mencapai lima ekor onta; serta yang tidak mencapai lima auqiyah’” (Muttafaqun ‘alaihi)

Besarnya zakat yang dikeluarkan adalah sebanyak 10 persen apabila diairi dengan air hujan dan 5 persen apabila dialiri menggunakan pompa atau alat lain yang memakan biaya tambahan. Untuk waktunya, zakat hasil pertanian bisa dilakukan setiap waktu panen.

Jadi, itulah nisab zakat mal berdasarkan jenis-jenis hartanya.  Apabila Anda ingin memberikan zakat kepada orang yang tepat dan berhak menerimanya, kini Anda bisa mengeluarkan zakat secara online lewat platform zakat dari KitaBisa. Semoga bermanfaat!

Klik tombol di bawah ini

Atau Anda bisa menghubungi Zakat Personal Assistant dari Kitabisa.com dengan klik tombol di bawah ini:

Show Buttons
Hide Buttons