Author

Kitabisa.com

Browsing

Dalam rangka menyukseskan penghimpunan zakat di Indonesia, Kitabisa.com menggandeng kerjasama dengan mitra Lembaga Amil Zakat yang sudah dipercaya puluhan tahun untuk mengelola zakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat, Rumah Yatim, Global Zakat ACT, Lazismu dan NU Care Lazisnu. Kitabisa.com dipercaya menjadi channel zakat online oleh para mitra karena kemudahannya dan transparan. Untuk Anda yang ingin menunaikan zakat tanpa ribet, silakan menunaikan zakat.  melalui zakat.kitabisa.com.

“Kami ingin memudahkan dan memberikan banyak pilihan kepada masyarakat untuk membayar zakat. Kerjasama dengan kitabisa.com ini merupakan sinergi yang positif untuk meningkatkan penghimpunan melaluichannel donasi online. Apalagi akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sudah terbiasa untuk berdonasi secara online melalui platform crowdfunding,” terang Dwi Putro, Digital Marketing Specialist Dompet Dhuafa. (sumber: klik link ini)

Nur Efendi, CEO Rumah Zakat menyatakan bahwa dari 153.644 donatur aktif RZ, preferensi setiap donatur sangat beragam. Namun trennya adalah semakin banyak muzakki yang menyukai transaksi berbasis online. “Sehingga kerjasama RZ dengan Kitabisa.com ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan inovasi kemudahan donasi bagi para muzakki. Kenyamanan dan keamanan muzakki bertransaksi, tampaknya bisa direalisasikan oleh Kitabisa.com,” papar Nur Efendi.(sumber: klik link ini)

Jika Anda masih bingung dan membutuhkan layanan konsultasi, tahun ini Kitabisa.com menghadirkan fitur baru berupa Zakat Personal Assistant via Whatsapp.

Klik tombol di bawah ini

  • Atresia ani terjadi pada 1 dari 5.000 bayi yang lahir
  • Atresia ani cenderung 2 kali lebih banyak pada bayi laki-laki dibandingkan perempuan
  • Cerita inspiratif bayi Ahsan sembuh dari atresia ani

Pada sebelumnya, kami sudah pernah membahas tentang penyakit atresia bilier. Masih berkaitan dengan sistem organ dalam tubuh, kali ini kami akan membahas pengertian dari penyakit atresia ani, bagaimana penyebab, penyembuhan, dan kisah inspiratif dari bayi Ahsan.

Apa itu Atresia Ani?

Atresia ani merupakan salah satu jenis kelainan lahir yang terjadi pada usia kandungan mencapai 5-7 minggu.  Kelainan ini menyebabkan bayi yang akan lahir memiliki rektum(bagian ujung usus besar) hingga anus yang belum terbentuk sempurna.

Dari perkembangan yang kurang sempurna inilah yang akhirnya membuat kotoran bayi tidak keluar normal dan membuat rektumnya keluar dari tubuh. Kelainan seperti ini terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran  baru di dunia dan anak laki-laki lebih banyak mengalami kondisi ini dibandingkan dengan anak perempuan.

Belum ada yang tahu secara pasti penyebab dari kelainan ini. Atresia ani terjadi sejak usia kandungan memasuki 5-7 minggu. Biasanya dokter baru bisa mendeteksi adanya kelainan ini setelah bayi lahir. Kelainan ini tidak bisa diabaikan. Tapi menurut beberapa ahli, kondisi ini bisa dikaitkan dengan faktor genetika atau keturunan.

Sebagian besar bayi yang mengalami kondisi ini membutuhkan pembedahan guna memperbaiki kelainannya tersebut.

Gejala Atresia Ani

Bayi yang memiliki atresia ani, biasanya bisa diketahui melalui gejala dan tanda klinis di bawah ini:

  • lubang anus sangat dekat dengan vagina pada bayi perempuan
  • lubang anus tidak berada di tempat seharusnya atau bahkan tidak ada sama sekali
  • tinja pertama tidak keluar dalam jangka 24-48 jam setelah lahir
  • kotoran keluar melalui tempat yang salah seperti uretra, vagina, pangkal penis atau skrotum
  • perut membengkak

Pada beberapa kasus, bayi yang memiliki atresia ani akan mengalami kelainan tambahan seperti:

  • kelainan ginjal dan saluran kemih
  • kelainan tulang belakang
  • kelainan saluran pernapasan
  • kelainan pada kerongkongan
  • down syndrom
  • penyakit jantung bawaan
  • penyakit hirschsprung
  • atresia duodenum (kelainan pada usus halus)

Cara Mengetahui Penyakit Atresia Ani

Dokter biasanya bisa langsung menyadari adanya penyakit atresia ani setelah melakukan pemeriksaan fisik setelah melahirkan. Pemeriksaan pertama yang akan dilakukan oleh dokter adalah memeriksa lambung untuk melihat pembengkakan.

Setelah itu, barulah memeriksa pada bagian anus untuk memeriksa kelainannya. Pemeriksaan menggunakan X-ray dan ultrasonic pada perut juga harus dilakukan untuk memastikan adanya kelainan.  Rangkaian pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk memeriksa adakah kelainan lainnya atau tidak yang terdiri dari:

  • sinar X dilakukan untuk mendeteksi kelainan tulang
  • USG tulang belakang dilakukan untuk menemukan kelaianan pada tulang belakang
  • Echocardiogram untuk mendeteksi kelainan jantung
  • MRI dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada kerongkongan

Pengobatan Atresia Ani

Bayi yang memiliki atresia ani sebagian besar membutuhkan tindak operasi. Mengingat, kelainan ini membutuhkan prosedur operasi untuk memperbaiki masalah yang ada. Pengobatan tersebut terdiri dari:

  • Operasi untuk menyambung anus dan usus tidak tersambung dengan anus
  • anoplasti atau pemindahan anus ke lokasi yang seharusnya untuk kondisi yang tidak normal pada usus dan sistem urinasi
  • kolostomi yang dilakukan untuk menyambung usus ke bukaan di dinding perut supaya kotoran bisa keluar di luar tubuh
  • Pemberian obat penawar rasa sakit, seperti etaminoprhen (Tylenol®) atau ibuprofen(Motrin®)

Kisah Inspiratif Ahsan Lolos dari Atresia Ani

Kelainan atresia ani memang menjadi salah satu kelainan yang cukup langka di Indonesia. Tapi, ada salah satu kisah pejuang atresia ani yang bisa dijadikan inspirasi untuk kita semua. Kisah ini berasal dari bayi Ahsan.

Muhammad Ahsanu Amala atau Akrab disapa Ahsan, sejak lahir sudah terdeteksi memiliki kelainan atresia ani atau tidak memiliki anus. Karena kondisinya, ia harus dioperasi agar bisa kembali sehat.

Biaya operasi yang tidak murah, membuat seorang wakil dari kedua orang tua Ahsan menggalang dana melalui kitabisa.com. Melalui kampanyenya, https://kitabisa.com/ahsanlolosatresiaani akhirnya Ahsan berhasil menjalankan operasi untuk kesembuhan atresia ani yang dimilikinya.

Hanya dalam beberapa waktu, penggalagan dana yang dilakukan oleh perwakilan keluarga Ahsan berhasil mengumpulkan Rp98 juta. Biaya tersebut pun langsung digunakan oleh kedua orang tua Ahsan untuk biaya operasi pembuatan anus Ahsan.

Operasi Ahsan berhasil dilakukan dan kondisi Ahsan pun semakin membaik pasca operasi. Keluarga Ahsan merasa kalau donasi yang terkumpul sudah lebih dari cukup, sehingga mereka berencana untuk menyumbangkan kelebihannya untuk orang yang membutuhkan.

Terimakasih yang sebesar-besarnya, semoga Allah membalas segala kebaikan para donatur.. Allah berikan kesehatan selalu agar terus bisa membantu sesama, kata Ayah Ahsan.

Bayi Ahsan menjadi salah satu contoh bayi yang berhasil sembuh dari atresia ani setelah melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com. Banyak orang yang tidak hanya ikut berdonasi, tetapi juga mendoakan untuk kesembuhan Ahsan.


Jika kamu memiliki anak atau kenalan yang memiliki penyakit atresia ani yang membutuhkan biaya pengobatan dan galang dana melalui kitabisa.com, silakan hubungi kami melalui gambar di bawah ini untuk kirim pesan melalui WhatsApp 0813-1553-2353.

Kitabisa.com menyediakan nomor whatsapp konsultasi galang dana untuk biaya pengobatan.

Jika ada keluarga atau sahabat kamu yang sakit dan sedang membutuhkan biaya pengobatan, kamu bisa membantunya dengan cara galang dana di Kitabisa.

Melalui Kitabisa, sudah ada >3.200 orang yang terbantu biaya pengobatannya.

Silakan konsultasi tentang galang dana untuk biaya pengobatan secara gratis dengan cara kirim pesan WhatsApp ke nomor 081315532353 atau langsung klik ktbs.in/tanya (akan otomatis tersambung langsung ke whatsapp).

Bantu sebarkan informasi ini dengan share ke grup WhatsApp keluarga, kantor, atau sekolah/kampusmu!

NGO harus membangun rasa percaya diri calon pendukung untuk meyakinkan mereka bahwa organisasi Anda memiliki misi yang nyata. Walaupun misi organisasi bertujuan untuk menciptakan suatu hal yang positif tapi belum tentu program yang organisasi Anda buat akan menarik perhatian calon pendukung.

Manfaatkan wadah Anda sebagai organisasi dan gunakan kekuatan tersebut untuk menjadi organisasi yang aktif dan memiliki kemampuan untuk mengubah pandangan masyarakat luas. Berikut merupakan 3 cara untuk mendorong kepercayaan calon pendukung organisasi:

1. Fokus Kepada Solusi

Para donatur menginginkan organisasi yang sudah mengetahui atau berupaya untuk menawarkan solusi dari permasalahan sosial yang NGO angkat. Tunjukan solusi yang menarik dan tingkatkan kepercayaan para donatur selain itu juga membantu mereka untuk mengerti permasalahan yang NGO tangani. Seperti yang dilakukan NGO Shining Hope for Communities menunjukan langkah-langkah untuk membantu komunitas di Kenya, Afrika untuk keluar dari kemiskinan.

 

2. Tunjukan Aksi Nyata

NGO bergantung pada komunikasi secara tertulis dan visual untuk menarik perhatian para pendukung. Dengan itu tunjukan aksi secara nyata seperti organisasi Action Against Hunger melalui websitenya menceritakan aksi yang telah mereka lakukan melalui visualisasi dan angka.

Selain Action Against Hunger, organisasi Rubicon juga menampilkan upaya mereka untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana alam. Mereka memperlihatkan kinerja organisasi melalui kumpulan foto di website mereka.

Otak manusia memproses visual lebih cepat 600,000 kali dibanding teks, jadi dengan menyediakan foto, infografis dan video akan lebih meyakinkan para pendukung.

3. Tunjukan Komitmen

Selain menunjukan solusi dan aksi nyata organisasi juga harus memiliki visi yang menunjukan apa perencanaan untuk masa depan organisasi. Sebagai contoh organisasi Blood: Water menunjukan tujuan dalam jangka pendek dan juga jangka panjang. Jelaskan bahwa organisasi Anda memiliki komitmen jangka panjang untuk menginspirasi para pendukung.

Langkah selanjutnya yaitu untuk mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan organisasi untuk membantu mewujudkan program yang Anda telah bentuk.

3 tips di atas bisa dijadikan panduan untuk NGO di Indonesia dalam melakukan inovasi sosial. NGO juga bisa menggandeng startup, seperti Kitabisa.com, untuk melaksanakan aksinya. Kitabisa.com kini menjadi platform online crowdfunding bagi banyak permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia dan memudahkan masyarakat untuk berkontribusi membuat perubahan.

Kitabisa.com juga membuka kesempatan bagi organisasi nonprofit atau NGO untuk berkolaborasi bantu sesama. Nantinya, tim kitabisa akan membantumu menjadi konsultan untuk campaign yang kamu buat.  Silakan kirim rencana kerja samamu ke [email protected].

Show Buttons
Hide Buttons