Author

Nisrina Darnila

Browsing

Kitabisa.com baru saja merilis video social experiment bertajuk “Ngobrol Tanpa Melihat.” Dalam video ini, kami mempertemukan dua orang yang tidak saling kenal untuk mengobrol dari hati ke hati tanpa melihat sama sekali.

Video ini menguji bagaimana cara kita bisa bersahabat dengan siapa saja tanpa harus menilainya dari tampilan luarnya saja. Dalam video ini pula, kami mempertemukan seorang biksu dengan barista bertato untuk ngobrol.
Ada banyak hal yang dibicarakan oleh Biksu dan barista, mulai dari soal hobi, musik kesukaan, hingga soal toleransi.Pada akhir video kami meminta mereka untuk saling menebak kira-kira seperti apa orang yang menjadi teman ngobrolnya.
Ada banyak hal menarik yang ditemukan dalam video social experiment terbaru Kitabisa. Apakah kamu sudah nonton?

Belum Sehari, Video Social Experiment Terbaru Kitabisa ditonton 68 Ribu kali

Sejak kemarin, video ini mendapat sambutan positif dari netizen. Dalam waktu kurang dari 1 hari, video ini berhasil ditonton oleh lebih dari 68 ribu kali melalui kanal Youtube Kitabisa.
Banyak juga teman-teman yang menyukai dan membagikan video social experiment ini melalui profil sosial media pribadinya.

Komentar Positif dari Netizen

Lewat kolom komentar, banyak netizen membagikan pendapatnya setelah menonton video ini. Ada juga yang bercerita pengalamannya saat mendapat perspektif negatif hanya dari luar saja atau pengalaman saat mereka membuktikan sendiri kalau perspektif negatif itu sama sekali tidak benar.

Berikut beberapa komentar dari teman-teman yang sudah kami rangkum:

Pertama komentar dari @anggiehutagalung di Instagram Kitabisa. Anggie menggaris bawahi kalau kita tidak bisa menghakimi seseorang hanya dari penampilannya.
Kalau ini komentar dari @catharinachanna yang berbagi cerita ketika ia sedang meliput ke sebuah kegiatan sosial yang hampir semua isinya orang bertato. Ia pun tak bisa menahan haru saat melihat langsung ketulusan dari para penyelenggara acara sosial tersebut.
Ini unggahan IG Story milik @andironn setelah menonton video social eksperiment terbaru Kitabisa.
Ada juga @nilamliska yang membagikan potongan akhir video social experimet terbaru Kitabisa ke IG Story miliknya:
Beberapa contoh komentar di atas sudah cukup dijadikan bukti kalau di Indonesia masih banyak yang setuju kalau penampilan luar bukanlah segalanya.

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib diberikan oleh setiap muslim setahun sekali pada saat Idulfitri. Beberapa memiliki pendapat tersendiri mengenai bentuk zakat yang harus diberikan.

Mengenai bentuk zakat yang harus diberikan, para ulama memiliki pendapat yang berbeda. Mayoritas ulama beranggapan bahwa zakat fitrah harus dibayarkan menggunakan bahan makanan dan tidak bisa diganti dengan uang. Meskipun demikian, ada juga ulama yang menganggap pembayaran zakat fitrah dengan uang diperbolehkan di masa sekarang ini dengan alasan tertentu. Untuk membandingkan pendapat keduanya, berikut pendapat ulama tentang zakat fitrah dengan uang.

  1. Pendapat Ulama yang Tidak Memperbolehkan Zakat Fitrah dengan Uang

hukum zakat fitrah

Beberapa pendapat seperti mazhab Maliki, Syafi’I, dan Hambali sepakat bahwa zakat fitrah hanya boleh diberikan dalam bentuk bahan makanan, alih-alih dalam bentuk uang. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Said yang mengatakan “Pada masa Rasul shallallahu ala’ihi wasallam, kami mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ makanan, dan pada waktu itu makanan kami berupa kurma, gandum, anggur, dan keju.” (HR. Muslim, hadits nomor 985). Hadis tersebut jelas menyatakan bahwa para sahabat Rasul tidak mengeluarkan zakat fitrah selain dalam bentuk makanan.

Kebiasaan para sahabat nabi sebagaimana telah dijelaskan di atas merupakan dalil kuat bahwa harta yang wajib dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah berupa bahan makanan. Menurut mereka, zakat fitrah merupakan ibadah yang diwajibkan untuk jenis harta tertentu. Oleh sebab itu, tidak boleh digantikan dengan bentuk lain, sebagaimana tidak boleh melaksanakannya di luar waktu yang ditentukan.

  1. Pendapat Ulama yang Memperbolehkan Zakat Fitrah dengan Uang

hukum zakat fitrah

Menurut mazhab Hanafi, pembayaran zakat fitrah dengan uang diperbolehkan. Mereka berpegang pada firman Allah, yakni Surah Ali Imron ayat 92 sebagai berikut,

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.”

Ayat di atas menunjukkan perintah untuk memberikan sebagian harta yang dicintai. Di masa Rasulullah, harta yang dicintai adalah makanan; sedangkan di masa sekarang harta yang dicintai bisa berupa apa saja, salah satunya uang.

Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa menjaga kemaslahatan merupakan prinsip utama dalam hukum Islam. Kaitannya dengan zakat fitrah, mengeluarkan zakat dalam bentuk uang dinilai membawa kemaslahatan baik bagi muzaki (orang yang wajib membayar zakat) maupun mustahik (orang yang berhak atas zakat). Alasannya, mengeluarkan zakat dalam bentuk uang akan memudahkan muzaki, sedangkan mustahik dapat memanfaatkannya untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

hukum zakat fitrah

Itulah dua pandangan mengenai hukum zakat fitrah dengan uang yang perlu Anda ketahui. Dari kedua pendapat di atas, terlihat bahwa pendapat pertamalah yang lebih kuat. Mengikuti kebiasaan Rasulullah dan sahabatnya, zakat fitrah memang selayaknya diberikan dalam bentuk makanan. Solusi alternatif bagi muzaki yang tidak bisa mendapatkan bahan makanan yang dimaksud, amil zakat dapat menyediakan beras untuk dibeli oleh para muzaki sebelum kemudian diserahkan kembali kepada amil.

hukum zakat fitrah

Akan tetapi, apabila membayar dianggap berat dan ada keperluan mendesak yang menyebabkan tidak memungkinkan membayar zakat fitrah dalam bentuk makanan, maka diperbolehkan untuk bertaklid pada mazhab Hanafi dengan syarat bertaklid secara totalitas. Anda dapat berzakat dalam bentuk uang yang senilai dengan bahan makanan (beras) seberat 3.8 kg dengan maksud menghindari mencampuradukkan pendapat ulama.

Terlepas dari perdebatan ulama tentang boleh tidaknya membayar zakat fitrah dengan uang, Kitabisa saat ini sedang menggalang donasi untuk pembangunan pondok yatim. Bagi Anda yang berminat untuk berdonasi, dapat mengunjungi tautan berikut:

Arif sudah 1 tahun mengidap penyakit serius, yaitu kanker lidah stadium 3. Ia sudah menjalani radiasi 14 kali dan efeknya masih terus ia rasakan ditenggorokan.

Muhammad Arif Kurniawan, seorang karyawan swasta di Medan, sudah satu tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker lidah stadium 3. Serangkaian pengobatan telah ia lewati, mulai dari kemoterapi sampai radioterapi. Pertama kali ia menjalani kemoterapi sebanyak lima kali di RS Adam Malik, Medan. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan Arif lantaran kondisi psikologisnya drop, sehingga ia tidak kuat melanjutkan pengobatan tersebut.

Kanker Lidah

Selang dua bulan kemudian, penyakit Arif kumat lagi. Kembali ia harus melakukan kemoterapi dan radioterapi. Kali ini ia memilih melakukannya di RS Murni Teguh, Medan. Durasi perawatan ini mencapai 1,5 bulan dengan tujuh kali kemoterapi dan 36 kali radioterapi. Akan tetapi, selama masa pengobatan, kondisi tubuh Arif kembali menurun. Ia tidak bisa makan dan minum selama tiga hari.

Sang dokter pun memerintahkan Arif untuk rawat inap di RS Permata Bunda karena ia harus memakai selang NGT. Selang ini berfungsi memberikan asupan makanan dan minuman langsung ke lambung Arif, sehingga staminanya kembali pulih. Memang untuk menjalani terapi kanker, stamina pasien haruslah cukup prima. Tidak adanya asupan nutrisi dalam tubuh akan membuat tubuh seseorang melemah, sehingga tidak cukup kuat untuk menjalani kemoterapi atau radioterapi.

 

Penyebab dan Gejalanya

kanker lidah

Kanker lidah mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, penyakit ini tidak kalah mematikan jika dibandingkan dengan penyakit kanker lainnya. Merupakan satu dari sekian jenis kanker mulut, penyakit ini muncul saat sel membelah diri terus menerus secara abnormal dan memicu tumbuhnya tumor.

Dalam dunia kedokteran, kanker jenis ini memiliki dua tipe, yaitu yang tampak pada bagian lidah dan yang berada dekat tenggorokan. Jenis kedua inilah yang baru terdiagnosis begitu menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar leher. Kebanyakan kanker ini diderita oleh orang dewasa dan sangat jarang diderita anak-anak. Sejumlah faktor disinyalir menjadi penyebab naiknya jumlah pengidap kanker ini beberapa tahun belakangan.

Kanker Lidah

Gaya hidup yang tidak sehat dipandang sebagai faktor utama penyebabnya. Termasuk dalam gaya hidup tidak sehat ini adalah kebiasaan merokok, minum minuman yang mengandung alkohol, mengonsumsi makanan berpengawet, sampai salah menerapkan pola diet. Lebih lanjut, gejala penyakit ini yang perlu diwaspadai adalah:

  • Bercak kemerahan atau putih, sariawan, atau benjolan di mulut yang tidak sembuh meski telah lewat dari 3 minggu
  • Kesulitan menelan dan tenggorokan terasa sakit terus menerus
  • Mulut terasa kaku dan kebas untuk waktu lama
  • Pendarahan tiba-tiba pada lidah dan tidak diketahui penyebab pastinya
  • Telinga terasa sakit

Dari keluhan tersebut, biasanya dokter akan melakukan pengkajian lebih dalam. Bisa dengan menggunakan X-Ray atau CT Scan guna mendapatkan gambaran utuh dari gejala tersebut. Pengambilan sampel jaringan atau biopsi juga perlu dilakukan agar pasien mendapat hasil pemeriksaan yang lebih akurat.

Kanker Lidah

Tindakan pengobatan terhadap penyakit ini bermacam-macam, tergantung jenis, posisi, dan tingkat kegawatan penyakitnya. Metode yang biasa dilakukan adalah operasi, kemoterapi, dan radioterapi, yang tentu saja tidak cukup hanya satu atau dua kali. Oleh karena itu, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mencapai kesembuhan pasien, seperti yang dialami oleh Arif.

kanker lidah

Hingga saat ini, biaya pengobatan yang telah dikeluarkan Arif dan kedua orang tuanya sudah mencapai hampir Rp50.000.000. Ini baru perkiraan untuk pengobatan radioterapi dan kemoterapi, belum termasuk biaya obat-obatan, kontrol dokter, dan transportasi. Meski sudah ditanggung BPJS, kedua orang tua Arif menginginkan pelayanan terbaik demi kesembuhan anaknya, sehingga mereka juga mengeluarkan dana pribadi.

Ayo, bantu Arif sembuh dari penyakit kanker lidah yang dideritanya. Sisihkan sebagian rezeki yang kita peroleh dan donasikan melalui link KitaBisa. Semoga Arif bisa lekas pulih dan berkumpul kembali bersama keluarga dan sahabat!

 

Rehan, 4 tahun, saat ini tengah berjuang untuk sembuh dari penyakit kanker darah yang dideritanya. Kedua orang tuanya tidak pernah menyangka bahwa Rehan mengidap penyakit yang sulit disembuhkan ini.

Semua berawal dari kondisi kesehatannya yang menurun seiring pertambahan usia. Demam, batuk, dan pilek datang silih berganti tanpa henti. Menginjak usia 4 tahun, orang tuanya menemukan bintik-bintik merah di telinga, seperti gejala demam berdarah. Rehan pun dibawa ke rumah sakit. Dokter mengatakan, kemungkinan demam berdarah atau tipes.

Ketika pemeriksaan laboratorium dilakukan, hasil tes darah menunjukkan kadar leukosit dalam tubuh Rehan tinggi sekali. Dokter mendiagnosa Rehan mengidap leukemia, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar di Malang.

Kanker Darah

Rangkaian pengobatan dan perawatan kini tengah dilakukan oleh Rehan, didampingi oleh orang tuanya. Hingga 23 Juli 2018, Rehan telah empat kali menjalani kemoterapi. Bahkan, dokter juga tengah merencanakan tindakan pengambilan sumsum tulang belakang guna kesembuhan bocah kecil ini. Semua usaha penyembuhan dilakukan demi masa depan Rehan, sehingga ia bisa tersenyum dan bermain lagi bersama teman-temannya.

 

Gejala yang Harus Dicermati

Kanker Darah

Leukemia merupakan kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah, sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi pun terhambat. Seperti diketahui, sel-sel darah putih atau leukosit adalah sel darah yang bertugas memberikan perlindungan pada tubuh dari penyakit atau benda asing. Sumsum tulang belakang berfungsi menghasilkan leukosit ini.

Dalam kondisi normal, seharusnya leukosit berkembang dengan teratur ketika tubuh memerlukannya untuk melawan infeksi. Namun, hal ini tidak terjadi dalam tubuh penderita kanker darah. Sumsum tulang belakang justru menghasilkan sel-sel darah putih dalam jumlah berlebihan dan tidak berfungsi normal. Sel-sel darah yang sehat pun berkurang akibat penumpukan sel-sel darah putih pada sumsum tulang belakang. Tak hanya sampai di situ, sel abnormal ini juga tersebar ke organ tubuh lain, seperti paru-paruginjal, hati, hingga tulang belakang.

Leukemia tergolong jenis kanker yang sering terjadi pada anak-anak. Tiga dari empat kasus leukemia anak biasanya tergolong Acute Lymphocytic Leukemia (ALL). Data American Cancer Society menyebutkan, 85% anak yang menderita leukemia berhasil bertahan hidup setelah menjalani perawatan selama 5 tahun. Artinya, semakin dini gejala penyakit ini dideteksi, semakin besar pula peluang anak untuk sembuh.

Kanker Darah

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mencermati gejala-gejala leukemia yang mungkin muncul pada anak. Kebanyakan gejala ini muncul ketika jumlah leukosit mulai mengganggu sel normal lainnya, sehingga terjadi tanda-tanda berikut.

  • Wajah anak pucat dan tubuh lemas
  • Mengalami demam dan infeksi
  • Mudah terluka atau berdarah
  • Tampak memar atau lebam pada beberapa bagian tubuh
  • Batuk dan nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Selera makan menurun
  • Kepala terasa nyeri dan sakit
  • Kesulitan bernapas

Tindakan medis baru dapat dilakukan setelah jenis leukemia yang diidap anak diketahui. Biasanya, dokter akan melakukan tindakan kemoterapi dan terapi radiasi untuk mematikan sel kanker tersebut. Sementara, transplantasi sumsum tulang belakang menjadi opsi berikut jika kedua tindakan tadi belum memberikan hasil efektif.

Kanker Darah

Menyimak penjelasan di atas, terbayang betapa berat penderitaan yang harus ditanggung oleh anak seusia Rehan. Meskipun seluruh biaya pengobatan dan perawatan telah tertutupi oleh BPJS, tetapi keluarga Rehan membutuhkan dana tambahan untuk keperluan sehari-hari, akomodasi, dan transportasi menuju rumah sakit. Apalagi, orang tuanya hanya berjualan gorengan untuk menyambung hidup. Tentu tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan Rehan.

Saat ini Rehan untuk berjuang sembuh dari kanker darah yang dialaminya. Ini yang kita bisa lakukan, yakni menyisihkan sebagian rezeki yang kita peroleh dan mendonasikannya melalui link KitaBisa. Semoga Rehan bisa lekas sembuh dan bermain kembali bersama teman-teman!

 

Kanker paru paru merupakan salah satu penyakit yang berbahaya karena dapat mengancam nyawa seseorang. Meskipun demikian, dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker paru-paru lebih mudah untuk dicegah dan diobati. Di Indonesia, penyakit ini sangat umum ditemukan.

Berdasarkan jenis selnya, kanker paru-paru terbagi menjadi dua jenis, yakni kanker paru-paru sel kecil (SCLC) dan kanker paru-paru nonselkecil (NSCLC). Secara umum, kasus kanker paru-paru nonselkecil lebih banyak diderita, sedangkan kanker paru-paru sel kecil lebih sering dialami oleh perokok berat.

 

Penyebab Kanker Paru Paru

Kanker Paru-paru

Bisa dibilang merokok atau asap rokok adalah penyebab utama kanker paru-paru. Sekitar 85% penderita kanker paru-paru memiliki kebiasaan merokok. Namun, tidak semua penderitanya adalah perokok. Orang yang terpapar atau menghisap asap rokok pun memiliki peluang terserang kanker paru-paru.

Agar lebih jelas, simak sejumlah penyebab kanker paru-paru berikut ini.

  • Benzopyrene

Kanker Paru-paru

Benzopyrene merupakan salah satu daftar polutan berbahaya yang dapat memicu terjadinya kanker paru-paru. Benzopyrene dapat ditemukan dalam sisa hasil pembakaran, seperti asap rokok, asap pembakaran hutan, asap kendaraan, dan asap pabrik. Senyawa organik ini memiliki sifat karsinogenik, yakni sifat yang dapat mengendap dan merusak organ paru-paru hingga berlubang dan menyebabkan kanker.

  • Zat Kimia

Kanker Paru-paru

Sejumlah pekerjaan yang erat kaitannya dengan zat kimia pun memiliki risiko terkenal paru-paru lebih besar. Pasalnya, zat kimia, seperti asbes, senyawa nikel, radon, limbah diesel, arsenik, eter chloromethyl, dan produk batubara bersifat karsinogenik. Zat ini sangat sulit terdeteksi dan mudah tercampur dengan udara yang dihirup.

  • Riwayat Keluarga dan Kesehatan

Kanker Paru-paru

Jika di dalam keluarga Anda terdapat anggota yang pernah mengidap kanker paru paru maka peluang untuk mengalami hal serupa sangat besar. Namun, Anda dapat melakukan pencegahan dini dengan menghindari faktor risiko lain.

Selain faktor keluarga, riwayat kesehatan, seperti pernah mengidap Penyakit Paru Osbtruktif Kronik (PPOK), bronkitis kronis, dan TBC dapat memperbesar peluang terserang kanker paru-paru.

  • Pola Makan Buruk

Kanker Paru-paru

Sebenarnya tubuh memiliki mekanisme alami untuk memperbaiki sel yang rusak akibat paparan kimia ataupun polusi udara. Namun, tubuh tidak akan mampu melakukan perbaikan jika Anda menerapkan gaya hidup tidak sehat dan memiliki pola makan buruk.

  • Lanjut Usia

Kanker Paru-paru

Orang yang telah memasuki lanjut usia memiliki risiko terkena kanker paru-paru cukup besar.

 

Gejala dan Pengobatan Kanker Paru-paru

Kanker Paru-paru

Serupa dengan penyakit lainnya, kanker paru-paru memiliki ciri khas yang ditandai dengan sejumlah gejala. Namun, gejala ini baru muncul setelah sel tumor berkembang di bagian paru-paru. Adapun gejala umum penyakit ini, di antaranya:

  • Batuk kronis.
  • Batuk kering yang tak kunjung sembuh.
  • Nyeri dada.
  • Dahak berdarah, makin banyak atau berubah warna.
  • Sesak napas.
  • Napas pendek.
  • Bengek.
  • Penyakit bronkitis sering kambuh.

Adapun gejala yang menyertainya, antara lain:

  • Suara serak.
  • Emosi tidak stabil.
  • Lesu.
  • Deperesi.
  • Nafsu makan rendah.
  • Berat badan menurun drastis.
  • Nyeri pada tulang.
  • Sering sakit kepala.
  • Ujung jari membengkak dan terasa sakit.

Kanker Paru-paru

Penanganan kanker paru-paru dipengaruhi oleh kondisi kesehatan pasien, jenis kanker yang diderita, dan seberapa parah penyebaran sel kanker. Pengobatan yang umum dilakukan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan kanker atau menghancurkan sel kanker dengan radioterapi. Proses kesembuhan akan lebih cepat jika penyakit dideteksi sejak dini.

 

Mengingat berbahayanya penyakit ini, mulai ubah kebiasaan buruk Anda dan terapkan gaya hidup sehat. Jika kamu memiliki keluarga atau teman yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan, kamu bisa galang dana di Kitabisa.

Kamu juga bisa konsultasi mengenai galang dana untuk biaya pengobatan di Kitabisa dengan cara, klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 081315532353.

 

Show Buttons
Hide Buttons