Author

Nova Zakiya

Browsing

Jakarta, 7 November 2018 – Situs galang dana Kitabisa.com melalui Sumbang.in telah berhasil mengumpulkan 1,5 ton barang yang akan didonasikan untuk membantu korban bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Dimulai pada awal Oktober, kegiatan ini berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan RPX Pionir Pengiriman Logistik Terpadu (One Stop Logistics) sebagai perusahaan pengiriman barang.

 

Antusiasme Masyarakat Berdonasi di Sumbang.in Tinggi

Sumbang.in

Adanya kolaborasi antara Sumbang.in, ACT dan RPX ini ternyata disambut baik oleh masyarakat sebagai pilihan untuk berdonasi bagi warga Sulawesi Tengah. Hal ini terbukti dengan kapasitas barang bantuan yang terkumpul melebihi dari target yang ditentukan.

“Terhitung per tanggal 1 November 2018, barang yang terkumpul mencapai 1515,8 kg atau lebih dari 1 ton. Barang yang terkumpul berupa beras, susu, makanan bayi, baju hangat, perlengkapan ibadah, perlengkapan mandi, dan pakaian baru. Nantinya, barang-barang ini akan disalurkan ke sejumlah titik lokasi pengungsian,” jelas Firdhaussi, Product Owner Sumbang.in, dalam konferensi pers yang digelar Rabu (7/11) di Jakarta Selatan.

Sosialisasi pengumpulan barang melalui Sumbang.in memang gencar dilakukan di berbagai sosial media, seperti Twitter dan Instagram. Untuk menyumbang barang, masyarakat bisa mengisi formulir di website Sumbang.in. Selanjutnya, barang akan dijemput oleh ojek online.

“Jadi donator kita cuma sumbang saja, nanti kita yang gerak (untuk ambil barangnya),” tambah Firdhaussi.

 

Penyaluran Bantuan melalui Jalur Darat dan Udara

Sumbang.in

Setelah barang-barang terkumpul, tim RPX akan menyalurkannya kepada para pengungsi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Kami turut prihatin dengan musibah yang terjadi di Donggala, Palu. Hal ini menjadi duka bagi kami. Sebagai perusahaan logistik yang memiliki jangkauan ke seluruh Indonesia, termasuk Palu, RPX tergerak membantu saudara-saudara kita disana melalui kerjasama dengan Kitabisa.com dan ACT,” ucap Hallira Husin, Corporate Communication RPX.

Pada tanggal 3 November 2018, tim RPX dan Kitabisa.com bertolak ke Palu untuk melihat kondisi para korban bencana dan menyalurkan seluruh bantuan tersebut melalui jalur udara dan dilanjutkan melalui jalur darat. Selanjutnya, bantuan tersebut akan disalurkan oleh ACT ke sejumlah titik pengungsian di Palu.

 

Fase Pemulihan Pengungsi Palu dan Donggala

Sumbang.in

Upaya pendampingan dan pemulihan terhadap korban gempa Palu dan Donggala masih terus dilakukan hingga sekarang.

“Memasuki fase pemulihan, ACT telah mendirikan pos pengungsi, dapur umum, serta membangun integrated community shelter (ICS) untuk meringankan duka saudara sebangsa. Dengan adanya kerja sama dengan RPX dan Kitabisa.com, kami berharap bantuan  berupa natura memenuhi kebutuhan dasar pengungsi di Palu, Sigi dan Donggala,” jelas Mukhti, Direktur Partnership ACT.

Meski program penggalangan bantuan kemanusiaan untuk Sulawesi Tengah ini telah berakhir, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi kembali di kegiatan serupa. Pasalnya, para korban bencana di Sulawesi Tengah ini masih dalam pemulihan yang tentu saja waktunya tidak hanya sebulan atau dua bulan saja.

 

Mengenal Sumbang.in sebagai Cara Donasi TerbaruSumbang.in

Sumbang.in merupakan website yang khusus bertujuan untuk menjaring donatur yang ingin menyumbangkan barang bekasnya secara online. Nantinya, barang bekas yang disumbangkan ini akan dijual dan hasil penjualannya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, seperti panti asuhan, panti jompo, orang sakit, pembangunan rumah ibadah, fasilitas pendidikan, dan bidang lainnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial.

Kemudahan yang ditawarkan dengan menyumbang barang lewat situs ini adalah kita tidak perlu repot-repot mengantarkan barang ke lokasi, karena akan ada tim khusus dari Sumbang.in yang siap mengecek dan melakukan penjemputan barang sesuai dengan alamat yang tertera di form aplikasi. Tak perlu khawatir, Sumbang.in dikelola secara transparan dan donatur akan menerima laporan penyaluran barang.

 

View this post on Instagram

 

Cara kerja Sumbang.in Info lebih lanjut cek website sumbangin yah (tautan ada di bio) #sumbangin

A post shared by Sumbang.in (@sumbang.in) on

Sumbang.in menerima segala jenis sumbangan barang bekas yang kondisinya masih layak. Bisa berupa pakaian layak pakai, mainan anak, perkakas dan furniture rumah, buku bacaan, alat elektronik, item fashion (tas, sepatu, dll), perlengkapan ibadah, perlengkapan kantor, alat dapur, dan masih banyak lagi yang lainnya. Jangan lupa follow Instagram Sumbang.in untuk update terbaru ya!

Dokter Lie Dharmawan bukanlah dokter biasa. Ia mendapat julukan “Dokter Gila” karena perjalanan hidupnya mendirikan rumah sakit apung. Dokter Lie bersama sejumlah dokter muda sudah berkeliling wilayah  Timur Indonesia untuk mengobati, bahkan mengoperasi pasien di atas lautan.

Lantas, siapa sebenarnya sosok dokter Lie Dharmawan ini?

 

Masa Kecil Dokter Lie Dharmawan

Dokter Lie Agustinus Dharmawan lahir di Kota Padang, 16 April 1946. Ia tumbuh di keluarga yang berkekurangan dan bukan berasal dari keluarga dokter.

Dokter Lie pernah punya pengalaman pahit sewaktu kecil. Adiknya meninggal akibat disentri karena masih sedikit akses kesehatan di Sumatera. Ibunya juga harus berjuang menghidupi Lie dan adik-adiknya setelah sang ayah meninggal.

Dari pengalaman inilah, dokter Lie bercita-cita menjadi seorang dokter. Ia sempat ditertawakan oleh teman-temannya karena cita-citanya dianggap tidak sesuai dengan kondisi perekonomian keluarganya. Namun, dokter Lie tidak menyerah. Ia selalu mencontoh perjuangan keras ibunya yang tak pernah putus asa dalam menghadapi sesuatu.

 

Perjuangan Lie Dharmawan menjadi Dokter

Perjuangan Lie Dharmawan jadi dokter
Sumber: Liputan6.com

Saat lulus SMA, Lie berkali-kali mendaftar ke fakultas kedokteran yang ada di Pulau Jawa. Namun, berkali-kali pula Lie tak pernah diterima. Kesempatan kuliah akhirnya datang saat ia diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Res Publica (URECA). Sayangnya, Lie tak bisa melanjutkan kuliah karena kampusnya dihancurkan massa setelah situasi politik yang cukup memanas kala itu.

Kejadian ini sama sekali tidak menyurutkan cita-cita Lie menjadi dokter. Ia bekerja serabutan untuk mengumpulkan uang demi berangkat sekolah ke Jerman. Di usia 21 tahun, Lie diterima di Fakultas Kedokteran Free University di Berlin Barat. Untuk membiayai kuliah dan kehidupannya, Lie bekerja sebagai kuli bongkar muat barang dan juga bekerja di panti jompo. Uang hasil kerjanya ini juga Lie gunakan untuk membiayai sekolah adik-adiknya.

Kesibukannya ini tak lantas membuat Lie minim prestasi. Lie berhasil mendapat beasiswa. Ia meneruskan pendidikannya selama 10 tahun hingga mendapat gelar Ph.D di Free University Berlin. Ia berhasil lulus empat spesialisasi, yaitu ahli bedah umum, ahli bedah toraks, ahli bedah jantung dan ahli bedah pembuluh darah. Cita-cita masa kecilnya kini sudah tercapai.

 

Dokter Lie Dharmawan Bentuk Organisasi DoctorSHARE

Dokter Lie Dharmawan bentuk doctorSHARE
Sumber: doctorSHARE

Memiliki kondisi yang mapan di Jerman tak membuat dokter Lie melupakan mimpi awalnya untuk menolong banyak orang dengan profesinya sebagai dokter. Ia selalu ingat pesan ibunya, “kalau kamu jadi dokter, jangan memeras orang kecil atau orang miskin. Mungkin mereka membayar kamu berapa pun. Tetapi diam-diam mereka menangis di rumah karena tidak punya uang untuk membeli beras,”.

Alasan inilah yang membuat dirinya memutuskan untuk mengabdikan diri kepada kemanusiaan. Dokter Lie memboyong anak istrinya pulang ke Indonesia dan memulai karirnya sebagai dokter dari nol. Ia bekerja tanpa pamrih, bahkan tanpa mengharap bayaran di lokasi-lokasi terpencil di Indonesia. Di tahun 2009, Lie bersama Lisa Suroso mendirikan doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli), sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada pelayanan kesehatan medis dan bantuan kemanusiaan. Ia bersama dokter-dokter muda dan relawan berkunjung dari satu daerah ke daerah lain yang berada di lokasi terpencil untuk memeriksa dan mengobati warga setempat yang sakit.

 

Dokter Lie Dharmawan Dirikan Rumah Sakit Apung

Bersama doctorSHARE, dokter Lie mendirikan rumah sakit apung pertama milik swasta di Indonesia pada tahun 2013. Ide ini ia dapatkan saat doctorSHARE tengah melakukan pelayanan medis gratis di Langgur, Kei Kecil, Maluku Utara. Dokter Lie tiba-tiba didatangi seorang ibu yang membawa anak perempuannya dalam keadaan usus terjepit. Keduanya telah berlayar selama 3 hari 2 malam. Padahal, penanganan seseorang dengan usus terjepit harus dioperasi dalam waktu 6-8 jam. Beruntung, anak perempuan berusia 9 tahun tersebut berhasil dioperasi dan sembuh.

Kejadian ini tak bisa dilupakan oleh dokter Lie. Ia merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu. Ia ingin bisa menjangkau lebih banyak orang dengan mendirikan rumah sakit apung.

Ide ini sempat dicemooh oleh rekan seprofesinya yang bahkan menyebut Dokter Lie ‘gila’. Bagi temannya, tidak mungkin mendirikan rumah sakit apung karena butuh biaya yang sangat besar. Tapi, dokter Lie tidak berhenti mewujudkan mimpinya. Ia menjual rumahnya dan membeli kapal pinisi bekas pengangkut semen untuk membangun rumah sakit apung.

 

View this post on Instagram

 

Namanya dokter Lie. Ia bukan dokter biasa. . Ia tumbuh dalam keluarga yang berkekurangan. Adiknya berpulang karena disentri. Ibunya harus berjuang sendiri setelah ayahnya meninggal. . Karena kondisi ekonominya, ia pernah ditertawakan oleh teman-temannya saat bercita-cita menjadi dokter. Namun, Lie tak menyerah. Ia bekerja keras sampai bisa mengemban amanah menjadi dokter. . Sebagai dokter, ia berkomitmen membantu masyarakat kecil dengan mendirikan @doctorshare . Ia rela menjual rumahnya demi membeli kapal pinisi bekas pengangkut semen. Kapal itu, ia jadikan rumah sakit apung. Kini, rumah sakit apung telah membantu ribuan orang di Timur Indonesia. . Rumah Sakit Apung membutuhkan biaya perawatan ratusan juta agar tetap bisa beroperasi. Di Hari Jumat yang penuh berkah ini, mari berdonasi membantu Rumah Sakit Apung dengan cara, klik: kitabisa.com/rumahsakitapung . . Ini juga saat yang tepat untuk menunjukkan dukungan kita pada dokter Lie dan @doctorshare. Caranya, ketik: “Salut @doctorshare ” di kolom komentar! . Satu komentar darimu adalah bukti bahwa dokter Lie telah menginspirasi kita semua. . #rumahsakitapung #doctorshare #kitabisa #kitabisasehat #Orangbaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Dengan rumah sakit inilah, dokter Lie “menjemput bola” alias memberikan pelayanan medis bagi warga di atas sebuah kapal yang bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Meski terlihat sederhana dengan bahan utama kapal dari kayu, rumah sakit apung ini sudah berhasil membantu ribuan orang di Timur Indonesia. Kapal ini bahkan bisa melayani operasi di lambung kapal. Dan yang paling penting, pasien sama sekali tidak dipungut biaya saat berobat di rumah sakit apung ini.

 

Bantu Rawat Rumah Sakit Apung

Dokter Lie sudah berjuang untuk memberikan pelayanan kesehatan di seluruh pelosok Indonesia. Kita juga bisa membantu dokter Lie dengan berdonasi bantu biaya perawatan Rumah Sakit Apung yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Caranya, klik: kitabisa.com/rumahsakitapung atau klik tombol ‘Donasi Sekarang’ di bawah ini.

Jika kamu punya teman atau sosok inspiratif lain yang berdedikasi untuk membantu banyak orang dan butuh biaya besar, kamu bisa galang dana di Kitabisa. Caranya, klik: ktbs.in/galangdana. Kamu bisa konsultasi mengenai galang dana ini dengan cara, klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 0813-1553-2353.

Ada banyak cara untuk merayakan ulang tahun, salah satunya dengan berbagi kepada yang membutuhkan. Dan inilah yang dipilih oleh Patricia Yora Wenas (pilot perempuan).

 

Patricia Yora, Pilot Perempuan Termuda Indonesia

Patricia Yora Wenas pernah tercatat sebagai pilot perempuan termuda di Indonesia. Di usianya yang ke-23 tahun, Yora berhasil menjadi co-pilot Garuda Indonesia. Padahal, menjadi pilot bukanlah cita-cita awal Yora.

Semula Yora ingin menjadi psikolog dan sudah diterima di salah satu universitas di Jakarta. Ayahnya lah yang memperkenalkan Yora dengan dunia penerbangan hingga akhirnya ia lulus tes beasiswa pendidikan pilot. Kini, sudah 7 tahun Yora berprofesi sebagai pilot.

 

View this post on Instagram

 

Surya tenggelam🌥

A post shared by Patricia Yora (@patriciayora) on

Penghargaan untuk Patricia Yora

Ada banyak suka dan duka yang dialami Yora selama menjadi pilot. Mulai dari menerbangkan pesawat saat cuaca buruk, posisi pesawat miring, hingga mendapat protes dari penumpang setelah proses landing. Hal ini membuat Yora terus belajar agar bisa terbang dengan baik. Baginya, melihat ekspresi penumpang yang bahagia saat keluar dari pesawat adalah kebahagiaan tertinggi Yora saat menjadi pilot.

Berkat kegigihannya ini, Yora berhasil mendapat penghargaan “Perempuan Hebat Indonesia” pada April 2016 lalu. Prestasi Yora dianggap sangat menginspirasi anak-anak muda Indonesia untuk terus menjadi yang terbaik di bidangnya. Yora berhasil membuktikan bahwa perempuan tak hanya bisa bekerja di sektor domestik saja.

 

View this post on Instagram

 

Bersama dengan #perempuanhebatIndonesia2016 -Carline Darjanto (CEO Creative Director Founder @cottonink) -Juwita Niza Wasni (atlet wushu Indonesia) -Alena Wu (penyanyi, presenter, aktris, Duta Baca 2008, Duta Anti Narkoba 2008 dan Duta Hijau 2008) -Srikandi Forensik AKBP Dr.dr.Sumy Hastry Purwanti SpF DFM (polisi, doktor dan srikandi forensik) -Restu Anggraini (desainer dengan brand-nya ETU). Terimakasih kepada Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Yohana Yembise, Direktur Program dan Produksi SCTV Harsiwi Achmad, Eyang Titiek Puspa dan DR Martha Tilaar. Terimakasih kepada Liputan6.com yang membuat saya sangat tersanjung dengan memilih saya menjadi salah satu yang menerima Perempuan Hebat Indonesia Award 2016, Terimakasih kepada Garuda Indonesia yang mendukung dan menjadi rumah saya untuk berkarir dan terus berkarya di Industri penerbangan. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh saudari saya, para Pilot Perempuan seluruh Indonesia terutama para senior kami yang luar biasa yang membuka jalan dan berjuang menepis keraguan bahwa profesi pilot juga bisa di tekuni oleh perempuan secara profesional, sehingga akhirnya jumlah pilot perempuan di Indonesia saat ini sudah mencapai angka ratusan. Semoga semakin banyak lagi perempuan-perempuan Indonesia yang mewarisi semangat dan cita-cita Ibu Kartini dengan berjuang dan membawa perubahan untuk meraih mimpinya! 💐 “Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup!” R.A Kartini Maju terus Perempuan Indonesia! #PerempuanHebatIndonesi

A post shared by Patricia Yora (@patriciayora) on

Patricia Yora Rayakan Ulang Tahun

Tak hanya mencintai dunia penerbangan, rupanya Yora juga menyenangi dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak. Kecintaannya ini ia tunjukkan dengan sering mengikuti kegiatan di Rumah Belajar SAAB SHARES. Yora memiliki prinsip bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, termasuk anak-anak di Desa Kulon Progo, Yogyakarta.

 

View this post on Instagram

 

SALUT! UNTUK PILOT PEREMPUAN TERMUDA DI INDONESIA . Patricia Yora sudah jadi co-pilot Garuda sejak usia 23 tahun. Ia pernah menjadi pilot perempuan termuda di Indonesia. Kini, sudah 7 tahun ia menjadi pilot. . Patricia tak hanya cinta dunia penerbangan, ia juga menyenangi dunia pendidikan. Baginya, setiap anak punya hak yang sama untuk belajar. Termasuk anak-anak di Desa Kulon Progo, Yogyakarta, yang minim akses dan buku bagi anak-anak untuk belajar. . Di hari ulang tahunnya, Patricia galang dana untuk membangun Taman Baca bagi anak-anak di Desa Kulon Progo. Kamu bisa ikut berdonasi dengan cara, klik: kitabisa.com/sevenelevencharity . . Tak hanya donasi, ayo kita beri apresiasi untuk Patricia yang sudah berjuang demi pendidikan anak-anak di Desa Kulon Progo. Tulis apresiasimu untuk Patricia dengan cara, ketik: “Hebat @patriciayora ” di kolom komentar! . #pendidikan #tamanbaca #kulonprogo #kitabisa #orangbaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Di hari ulang tahunnya nanti, Yora memilih untuk merayakannya dengan galang dana  di Kitabisa untuk membangun Taman Baca di Desa Kulon Progo. Anak-anak di desa ini masih minim akses untuk belajar, seperti jumlah buku yang masuk ke desa terbilang sedikit. Sewaktu tim Saab Shares berkunjung ke desa tersebut, anak-anak terlihat sangat antusias untuk membaca dan belajar.

Saat ini, donasi yang dikumpulkan dari galang dana Yora sudah mencapai lebih dari Rp 25 juta. Rencananya pembangunan Taman Baca akan dimulai di bulan November ini di sebuah pendopo milik Pembina para pengrajin. Yora juga berencana untuk mengunjungi langsung anak-anak Desa Kulon Progo lho.

 

Cara Merayakan Ulang Tahun dengan Birthday Fundraising

Seperti Yora, kamu juga bisa galang dana di hari ulang tahunmu untuk membantu mereka yang membutuhkan. Bisa untuk membantu pengobatan, pendidikan, satwa ataupun lingkungan. Caranya, klik: birthday.kitabisa.com.

“Indonesia masih menempati urutan kelima sebagai negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia – (WHO, 2018).”

Apa itu Bayi Prematur?

Bayi prematur adalah semua bayi yang lahir di usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Biasanya, bayi yang lahir prematur memicu kepanikan dan kekhawatiran dari para orangtua, baik saat proses kelahiran hingga tumbuh kembangnya.

Untuk menjawab kekhawatiran para orangtua tentang bayi prematur, Kitabisa mengadakan tanya jawab dengan DR. dr. Rinawati. R, SpA(K). Dokter Rina ini dikenal sebagai salah satu ahli bayi prematur di Indonesia. Ia bahkan mendapat julukan sebagai “neneknya para pejuang NICU (Neonatal Intensive Care Unit)”.

Yuk simak ulasan selengkapnya seputar bayi prematur bersama dokter Rina di artikel ini.

 

Penyebab Bayi Lahir Prematur

Ada 3 penyebab bayi lahir prematur menurut dokter Rina, diantaranya:

  1. Riwayat kesehatan ibu

Kesehatan ibu menjadi poin yang sangat berpengaruh terhadap lahirnya bayi prematur. Ibu yang sakit-sakitan, asupan gizinya kurang baik, atau kondisi rahimnya lemah berpotensi untuk melahirkan bayi prematur. Tak hanya itu, ibu juga harus pintar-pintar mengatur kesibukannya karena bisa berpengaruh pada kesehatannya. Cukup istirahat dan hindari stress berlebih.

  1. Kondisi bayi dalam kandungan

Meski ibu sehat saat hamil, tapi bayi mengalami gangguan seperti tidak menunjukkan adanya pertumbuhan, jantung yang bermasalah atau ketubannya tidak ada, maka bayi terpaksa harus dikeluarkan sebelum usia cukup bulan (37 minggu). Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan bayi.

  1. Kondisi plasenta dan tali pusar

Jika terjadi pengapuran atau ada masalah di plasenta dan tali pusar, maka bayi harus segera dikeluarkan. Sebab, keduanya memiliki fungsi yang sangat penting bagi tumbuh kembang bayi dalam kandungan yaitu mengantarkan gizi dari makanan ibu.

 

Apa itu Neonatal Intensive Care Unit (NICU)?

Neonatal Intensive Care Unit atau NICU adalah ruangan khusus di rumah sakit untuk merawat bayi baru lahir yang memerlukan pengobatan atau perawatan khusus di bawah pemantauan tim dokter. Peralatan medis yang ada di NICU bisa dikatakan lengkap dengan teknologi yang canggih.

Jenis perawatan di NICU juga disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Ada yang tidak memerlukan infus, namun ada pula yang perlu dirawat di inkubator dan dipasang alat bantu napas. Dalam hal ini, dokter dan tim perawat akan memantau penuh sejauh mana perkembangan kesehatan bayi dari hari ke hari untuk diberikan penanganan yang tepat.

 

Tidak Semua Bayi Prematur Harus Masuk NICU

Banyak persepsi yang beredar bahwa semua bayi yang lahir prematur harus masuk NICU. Padahal, itu tergantung dari kondisi bayi dan usia kehamilan saat lahir. Dokter Rina mencontohkan, bayi yang lahir di usia kehamilan 35 atau 36 minggu juga disebut prematur. Namun biasanya, kondisinya sudah hampir cukup bulat sehingga tidak harus masuk NICU.

Jika kasusnya bayi lahir dengan berat badan rendah atau ada organ tubuh yang belum sempurna, maka solusinya ya harus mendapat perawatan di NICU sampai masalahnya selesai. Makin kecil atau makin muda bayinya, maka akan semakin lama dirawat karena ketidakmampuan bayi menjaga suhunya.

Bayi bisa keluar dari NICU jika sudah bisa bernapas dan mengisap dengan baik, serta tidak menderita kondisi yang mengancam nyawanya. Selain itu, harus disiapkan pula kondisi kedua orangtuanya untuk membiasakan merawat bayi NICU. Saran dari Dokter Rina, pembiasaan itu bisa dilakukan saat ibu sudah sehat (dari kondisi setelah melahirkan) dengan banyak bertanya kepada perawat.

 

Bayi Prematur Butuh Susu Formula Khusus?

Menurut dokter Rina, air susu ibu (ASI) memang yang terbaik untuk diberikan kepada bayi. Tapi, saat diberikan ASI Eksklusif ternyata tidak mencukupi kebutuhan gizinya, maka itu akan membahayakan bayi karena bisa mempengaruhi perkembangan otaknya. Orangtua dan dokter harus mendiskusikan apakah bayi perlu mengonsumsi susu formula untuk mencukupi kebutuhan gizinya.

Termasuk soal berat badan pada bayi prematur, orangtua harus paham apakah berat badannya memang proporsional dengan tinggi/panjang badan dan lingkar kepala bayi. Orangtua juga harus memahami grafik tumbuh kembang anak yang ada di buku KIA (Kesehatan Ibu Anak) untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Makanan Pendamping ASI (MPASI) juga harus tetap diberikan di usia yang seharusnya alias sama dengan usia MPASI bayi cukup bulan. Namun, ada aturan yang perlu diperhatikan, yaitu lengkapi dulu usia kurang bulannya.

Pada bayi prematur, ada yang disebut usia koreksi yaitu usia sebenarnya dikurangi dengan bulan dimana dia lahir. Dalam dunia kedokteran, usia cukup lahir itu 40 minggu. Jadi, jika bayi lahir di usia 34 bulan, artinya dia masih kurang 6 minggu untuk ke usia cukup lahir. Dokter Rina menyarankan sebaiknya selesaikan dulu pemenuhan gizinya sampai genap 40 minggu.

 

Memantau Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Tumbuh kembang pada seseorang berkaitan erat dengan pertumbuhan otak. Dokter Rina menjelaskan, pertumbuhan otak tersebut paling pesat terjadi pada trimester awal dan trimester akhir kehamilan sampai usia 2 tahun. Dalam kurun waktu ini, 85% volume otak terbentuk.

Pada bayi prematur, pertumbuhan otak ini harus sangat diperhatikan dan dijaga asupan nutrisinya. Selain itu, orangtua harus rajin menstimulasi sehingga tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan baik.  Menurut dokter Rina, mengajari bayi prematur harus lebih sabar dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan, tapi dia harus punya kesempatan yang sama.

Konsultasikan pula dengan dokter anak (spesialis tumbuh kembang) untuk mengetahui apakah anaknya (yang lahir prematur) mengalami permasalahan pada tumbuh kembangnya. Semakin awal diketahui, maka semakin mudah untuk diantisipasi dan diberikan penanganan yang tepat.

 

Cara Terbaik Merawat Bayi Prematur

Merawat bayi prematur sama halnya dengan merawat bayi yang lahir pada usia cukup bulan, seperti menggendong saat bayi menangis atau menyusu langsung dari puting ibu. Perawatan bayi lekat (kangaroo care) juga disarankan agar bayi merasa hangat, mudah untuk menyusu, dan merasa terlindungi. Namun, yang perlu dipastikan adalah ibu tidak berpenyakit menular sehingga aman bagi kesehatan bayi.

 

Mitos Seputar Bayi Prematur

  • Bayi premature pasti down syndrome

Mitos. Tidak semua bayi prematur terlahir down syndrome. Pada dasarnya, bayi cukup umur pun bisa mengalami down syndrome karena penyebab down syndrome terjadi saat pertama pembuahan.

  • Bayi dengan posisi sungsang berisiko lahir prematur

Mitos. Posisi bayi tidak mempengaruhi usia kelahiran.

  • Makan makanan pedas menyebabkan bayi lahir prematur

Mitos. Makan makanan pedas sama sekali tidak berpengaruh pada kelahiran bayi prematur. Kecuali, ibu makan makanan pedas secara berlebihan sehingga diare dan stress sehingga mempengaruhi kandungan.

  • Bayi lahir prematur berpengaruh pada kecerdasannya di kemudian hari

Mitos. Kecerdasan seseorang tidak terpengaruh dari dia lahir prematur atau tidak, tapi dipengaruhi genetik orangtua dan stimulasi yang didapat. Inilah pentingnya pendidikan ibu untuk menjaga asupan gizi dari si anak.

  • Ibu yang sebelumnya melahirkan bayi prematur akan kembali melahirkan bayi prematur pada anak keduanya

Mitos. Kelahiran prematur tidak menurun tapi tergantung dari kondisi kesehatan dan asupan gizi ibu saat hamil.

 

Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur

Kelahiran bayi prematur bisa dicegah dengan beberapa cara. Pertama, bagi calon pengantin sebaiknya periksa kesehatan sebelum menikah, seperti cek kadar HB, zat besi, golongan darah untuk mengetahui apakah ada kecenderungan kelainan darah. Penuhi pula asupan gizi dengan makan 4 sehat 5 sempurna (khususnya protein untuk perkembangan otak dan vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari langsung). Sehingga saat menikah dan langsung hamil, kondisi ibu sudah siap dan anak bisa lahir dengan sehat.

Kedua, jika sebelumnya ibu sudah melahirkan bayi prematur, maka harus dicari tahu apa penyebabnya. Contohnya, saat ibu mengalami anemia, ya harus diterapi terlebih dahulu sampai anemianya sembuh baru boleh hamil. Jadi tidak terbukti kalau prematur itu menurun asalkan ada persiapan kehamilan yang bagus (dalam hal kesehatan).

Ketiga, pentingnya dukungan suami saat istri hamil, baik dukungan fisik maupun psikologis. Hal ini dilakukan untuk menjaga mood ibu hamil sehingga tidak mudah stress.

Nah, kesimpulannya dari tanya jawab kali ini adalah kita harus menyadari betapa pentingnya hidup sehat dan cukup nutrisi, baik makro maupun mikro. Karena kurang sedikit saja asupan gizinya, bisa berdampak langsung untuk kesehatan ibu hamil (risiko terjadi preeklamsia) atau ke kondisi bayinya. Perencanaan kehamilan juga harus dipertimbangkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kamu juga bisa baca selengkapnya soal “Tanya Jawab Bayi Prematur” di Instagram Kitabisa.


Jika kamu punya keluarga, sahabat atau siapapun yang melahirkan bayinya secara prematur dan harus dirawat di NICU sehingga butuh biaya pengobatan cukup besar, kamu bisa galang dana di Kitabisa. Kamu bisa konsultasi mengenai galang dana ini dengan cara, klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 0813-1553-2353.

“Kanker menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia dan nomor tujuh di Indonesia. Data dari Kemenkes 2013, jumlah pasien kanker sudah mencapai lebih dari 300 ribu orang dari total populasi penduduk. Jumlah ini diprediksi akan meningkat 7 kali lipat pada tahun 2030.”

 

Untuk lebih mengedukasi masyarakat soal kanker, Kitabisa mengadakan tanya jawab dengan dr. Haridini Intan, Sp.A(K) konsultan hematologi-onkologi anak. Dokter Intan sering mengampanyekan pentingnya melakukan deteksi dini untuk mencegah kanker pada anak.

 

Simak ulasan lengkap seputar kanker bersama dokter Intan di artikel ini.

 

Penyebab Kanker

Menurut dokter Intan, mengenal lebih awal kanker pada anak cenderung sulit. Pasalnya, kanker pada anak memiliki penyebab yang belum pasti alias bersifat multifactorial. Banyak isu yang beredar soal kanker pada anak disebabkan oleh infeksi, terkena paparan sinar matahari atau tidak melakukan imunisasi. Namun, hal ini masih belum bisa dibuktikan secara medis.

Berbeda dengan orang dewasa, kanker bisa disebabkan oleh degenerasi atau penuaan dan juga pola hidup yang tidak sehat. Banyak mengonsumsi junk food dan merokok bisa memicu aktifnya sel kanker dalam tubuh.

Namun ada juga kanker yang diturunkan secara genetik, seperti retinoblastoma dan kanker payudara. Jika orang tua memiliki riwayat kanker tersebut, maka perlu diwaspadai dan dilakukan deteksi dini pada anak untuk pencegahan.

 

Gejala Kanker

Kanker memiliki gejala awal yang hampir sama dengan penyakit lainnya seperti TBC atau demam reumatik. Gejala yang paling umum adalah munculnya benjolan, demam tinggi yang cukup lama dan hilangnya nafsu makan.

Benjolan ini bisa jadi tumor ataupun kanker. Bedanya, pertumbuhan benjolan pada tumor tidak bisa menyebar karena ada kapsulnya. Sementara benjolan kanker tumbuh dengan cepat dan bisa menyebar kemana-mana.

Sumber: Kementerian Kesehatan

Pada kasus kanker payudara, selain benjolan, juga perlu diwaspadai apakah ada produksi cairan dari payudara (dalam kondisi sedang tidak menyusui), baik cairan bening ataupun berwarna. Bentuk puting juga biasanya berbeda dari bentuk puting normal.

“Kanker payudara juga bisa terjadi pada laki-laki namun dengan persentase yang lebih kecil,”

Untuk kasus leukimia pada orang dewasa biasanya ditandai dengan rendahnya kadar trombosit dalam darah. Beberapa orang sering mengira gejala ini sebagai penyakit demam berdarah dengue. Namun, jika kondisi ini terjadi sampai 2 bulan, maka harus dilakukan pengecekan darah lebih lanjut ke laboratorium.

 

Kemoterapi sebagai Cara Pengobatan Kanker

Selama ini, pengobatan semua jenis kanker berfokus pada pembunuhan sel dengan cara kemoterapi. Dokter Intan mencontohkan, pada kasus pengobatan leukimia yang pertama kali dilakukan adalah pengecekan persentase sel ganas di sumsum tulang belakang. Jika jumlahnya mencapai 90 persen, maka sel ganas tersebut harus dimatikan sampai persentasenya kurang dari 5 persen.

Jika sudah di bawah 5 persen, baru dinyatakan remisi (pengurangan sel kanker) dan harus kontrol rutin untuk menghilangkan penyebaran dan mencegah agar tidak kambuh lagi.

Ada 3 tahapan pengobatan kanker sampai dinyatakan sembuh, yaitu:

  • Pada 5 tahun pertama (disebut survival 5 tahun), dilakukan kontrol rutin dengan tes laboratorium sesuai kondisi dan saran dari dokter.
  • Pada 5 tahun berikutnya, jika tidak ada keluhan, cukup periksa satu kali saja dalam setahun.
  • Setelah 10 tahun dari kemoterapi terakhir selesai dan tidak ada keluhan, maka pasien kanker dinyatakan sembuh.

Kemoterapi sendiri memiliki efek yang beragam. Ada yang mengganggu fungsi hati, ginjal, mual, muntah, atau gangguan pendengaran, tergantung jenis obat dan juga penerimanya. Sebelum dilakukan kemoterapi, biasanya Dokter Intan akan memberikan informasi mengenai jenis obat dan efek sampingnya. Menurutnya, jangan sampai kemoterapinya berhasil tapi menyebabkan penyakit lainnya. Dokter Intan juga menyarankan bagi ibu hamil atau anak sehat di bawah 12 tahun sebaiknya tidak menemani proses kemoterapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Peran keluarga juga sangat penting selama pengobatan. Hal ini bisa mempengaruhi kondisi psikis dari pasien kanker untuk sembuh dan semangat menjalani kemoterapi.

Selain kemoterapi, pengobatan juga bisa dilakukan dengan radioterapi atau terapi radiasi. Namun, tidak semua kanker bisa diradiasi, hanya kanker yang bersifat radiosensitive yang bisa dilakukan terapi ini.

Dokter Intan juga sama sekali tidak menyarankan untuk melakukan pengobatan dengan konsumsi obat herbal. Obat ini belum teruji secara klinis untuk membunuh sel kanker, sehingga langkah awal pengobatan yang paling tepat adalah dengan berkonsultasi dengan dokter.

 

Mengurangi Risiko Kanker

Masa penyembuhan kanker memang butuh waktu yang lama, namun bukan berarti tidak bisa dicegah. Pola hidup sehat menjadi kunci untuk mencegah sel kanker aktif di tubuh kita, seperti konsumsi makanan bergizi, banyak minum air putih, kurangi mengonsumsi junk food, tidak merokok, dan sebagainya.

Selain itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan skrining di rumah sakit. Untuk perempuan, disarankan melakukan USG Payudara di usia 35 tahun dan mammografi di usia 40 tahun. Sementara untuk laki-laki, cek darah bisa dilakukan di usia 35 tahun untuk mengecek apakah ada sel kanker.

Sebelum menikah, dokter Intan juga menyarankan untuk melakukan pengecekan darah seperti tes Thalassemia dan hemoglobin. Tak hanya itu, imunisasi HPV juga penting dilakukan untuk mencegah kanker serviks. Imunisasi ini bisa dilakukan sejak usia 9 tahun dan sudah mendapat rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pemberian vaksin HPV ini dilakukan 3 kali seumur hidup, dengan jeda satu bulan untuk imunisasi pertama dan kedua, serta jeda 4 bulan untuk imunisasi kedua dan ketiga. Imunisasi HPV tidak hanya dilakukan untuk perempuan saja, tetapi laki-laki juga perlu melakukan imunisasi ini sebanyak 1 kali untuk mencegah penularan.

Nah, kesimpulan dari tanya jawab ini, dokter Intan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap 5 tahun sekali. Hal ini diperlukan untuk mencegah aktifnya sel kanker dalam tubuh. Sayangnya, sebagian besar masyarakat masih merasa takut untuk melakukan pemeriksaan tersebut. Dokter Intan sendiri terus mengampanyekan pencegahan kanker dengan melakukan deteksi sedini mungkin dan segera berkonsultasi kepada dokter terkait.

Kamu juga bisa baca selengkapnya soal “tanya jawab kanker” ini di Instagram Kitabisa.


Jika kamu punya keluarga, sahabat, atau siapapun yang terkena kanker dan butuh bantuan biaya pengobatan, kamu bisa galang dana di Kitabisa. Kamu juga bisa konsultasi mengenai galang dana untuk biaya pengobatan di Kitabisa dengan cara, klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 0813-1553-2353.

Show Buttons
Hide Buttons