Qurban

Bagaimana Hukum dan Ketentuan Qurban Idul Adha?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hari raya ini juga disebut dengan Hari Raya Haji, karena bertepatan dengan umat muslim yang sedang menunaikan ibadah haji paling utama yaitu wukuf di Arafah. Wukuf di padang Arafah merupakan salah satu rukun haji. Saat wukuf, para jamaah haji harus berdiam diri atau berhenti sejenak untuk mengingat peristiwa Nabi Adam dan Hawa yang diturunkan ke Bumi dari surga. Nabi Adam dan Hawa mengingkari perintah Allah dan terbawa oleh tipu daya Iblis. Padang Arafah merupakan tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa, serta merupakan tempat yang sakral bagi umat Islam.

Selain Hari Raya Haji, perayaan Idul Adha juga dikenal sebagai Hari Raya Qurban, dimana Allah memberikan kesempatan kepada umat muslim untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Peristiwa Qurban tidak bisa lepas dari kisah teladan Nabi Ibrahim. 

 

Peristiwa Qurban Idul Adha

Bagaimana Hukum dan Ketentuan Qurban Idul Adha?

Ketika itu, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail. Allah SWT ingin menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpi agar ia mengorbankan putranya yang kala itu berusia 7 tahun. Nabi Ibrahim pun menerima perintah Allah untuk mengorbankan dan menyembelih Nabi Ismail menggunakan tangannya sendiri. 

Setelah siap untuk menyembelih anaknya, Allah SWT tiba-tiba memberhentikan perbuatan Nabi Ibrahim. Allah SWT melihat kesungguhan dan keteguhan hati Nabi Ibrahim karena telah merelakan anaknya untuk Allah SWt. Sebagai imbalan keikhlasan Nabi Ibrahim, Allah SWT mencukupkan dengan menyembelih seekor kambing sebagai korban. Kejadian ini tertulis dalam QS. As-Saffat ayat 107-110.

Artinya: “Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian. Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Baca juga:
Ketahui Ketentuan Qurban Sesuai Sunnah
4 Tips Beli Hewan Qurban Online Idul Adha

 

Hukum Melaksanakan Qurban Idul Adha

Bagaimana Hukum dan Ketentuan Qurban Idul Adha?

Menyembelih hewan qurban hukumnya adalah sunnah muakkad. Sunnah muakkad berarti ibadah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat atau hampir mendekati wajib. Qurban dalam Islam memang diwajibkan bagi mereka yang mampu dan berkecukupan dari segi materi. Sementara untuk mereka yang kurang mampu, kewajiban qurban akan gugur. 

Hukum qurban Idul Adha dilaksanakan sesaat setelah pelaksanaan salat Idul Adha. Penyembelihan juga dapat dilanjutkan pada hari-hari tasyrik, yaitu 3 hari setelah hari Idul Adha. Dengan kata lain, penyembelihan hewan qurban Idul Adha dapat dilakukan dalam 4 hari, pada hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya.

 

Ketentuan Qurban Idul Adha

Bagaimana Hukum dan Ketentuan Qurban Idul Adha?

Peristiwa Nabi Ibrahim membawa umat Islam pada ibadah qurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha atau hari tasyrik. Bagi umat muslim yang belum mampu melaksanakan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berqurban. Qurban dijadikan sebagai simbol ketaqwaan dan kecintaan umat Islam kepada Allah SWT. 

Dalam peristiwa Nabi Ibrahim, hewan yang digantikan untuk diqurbankan adalah seekor kambing. Meski begitu, hewan lain dapat dijadikan sebagai binatang qurban apabila termasuk sebagai hewan ternak atau disebut an’am. Hewan-hewan tersebut adalah domba, kambing, unta, dan sapi. Selain keempat hewan tersebut, maka tidak dibolehkan untuk menjadi hewan qurban. Hewan tersebut juga harus sehat dan tidak memiliki cacat apapun.


Kamu bisa melaksanakan ibadah qurban sesuai syariah Islam melalui di Kitabisa. Yuk, qurban sekarang dengan klik gambar di bawah ini!

banner_qurban

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons