Saling Jaga

Bantuan Pengobatan Sebesar Rp 975 juta Disalurkan Donatur Saling Jaga untuk Bantu Penyintas COVID-19 & Penyakit Kritis

Sebanyak 182 keluarga Saling Jaga telah terbantu di Bulan Mei, setelah mendapatkan bantuan pengobatan dari sesama donatur di Saling Jaga. Dana tersebut diperoleh dari patungan sesama donatur Saling Jaga untuk disalurkan kepada mereka yang butuh bantuan. Kali ini, donatur yang terbantu terdiri dari 180 penyintas COVID-19, 1 pejuang kanker getah bening, dan 1 pasien paru kronis.

Total bantuan pengobatan yang disalurkan bulan ini senilai Rp 975 juta. Meski jumlah bantuannya besar, masing-masing donatur cukup patungan Rp 1.381 saja. Patungan tersebut akan semakin ringan jika semakin banyak orang yang berpartisipasi, itulan indahnya gotong royong.

Bukan hanya itu, ada cerita-cerita menarik dan menginspirasi yang datang dari donatur terbantu bulan ini. Yuk, simak beberapa cerita dari mereka!

Rela Mendampingi Suami, Meski Dirinya Sudah Dinyatakan Negatif COVID-19

Cerita pertama datang dari sepasang suami istri yang terpapar corona secara bersamaan. Mereka adalah Bapak Tarjito & Ibu Sriyati (bukan nama sebenarnya). Awalnya, Ibu Sriyati mengalami gejala cukup serius hingga harus dirawat di rumah sakit. Lalu, tak lama Bapak Tarjito menyusul sang istri.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, Ibu Sriyati dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang. Namun, ia tak langsung mengiyakan, karena sang suami butuh didampingi untuk berjuang sembuh. Akhirnya, Ibu Sriyati memutuskan untuk bertahan di sana mendampingi sang suami hingga sembuh.

Kasih sayang mereka pun juga dicontoh oleh sang putri. Berkat perhatian putrinya, Bapak Tarjito dan Ibu Sriyati berhasil dibantu keluarga Saling Jaga setelah didaftarkan dan diajukan bantuan oleh putrinya. Mereka bersyukur, di tengah kesulitan banyak perhatian, bantuan, dan kasih sayang yang datang untuk mereka berdua.

Cerita Pejuang Kanker Getah Bening yang Sembunyikan Sakitnya dari Keluarga

Cerita lainnya datang dari Ibu Juli Susanti, seorang ibu asal Yogyakarta yang menikmati masa tua bersama sang suami. Anak-anak beliau sudah berkeluarga dan bekerja di luar kota, sehingga jarang bertemu. Namun, kabar kurang baik menghampiri di akhir tahun kemarin. Beliau jatuh sakit dan harus beberapa kali berobat untuk memastikan status kesehatannya.

Betapa kaget dan sedihnya Ibu Juli saat tahu ia terdiagnosa kanker getah bening. Meski begitu, ia tidak ingin membuat anak-anaknya khawatir sehingga ia merahasiakan hal ini selama beberapa waktu. Namun, setelah menjalani pengobatan akhirnya ia mulai menceritakan sakitnya kepada anak-anaknya. Respon mereka sama dengan Ibu Juli, tak menyangka orang tersayang harus berjuang melawan kanker.

Syukurnya, di tengah kesedihan itu, salah satu anaknya mengabarkan bahwa ia telah mendaftarkan Ibu Juli di Saling Jaga dan tengah mengajukan bantuan untuk beliau. Ibu Juli terharu mendengarnya, meskipun anak-anaknya jauh namun mereka masih peduli dan berusaha untuk menjaganya. Sang anak pun juga berterima kasih berkat teknologi, sekarang ia bisa menjaga orang tuanya biarpun terpisah jarak.

Awalnya Berniat Bantu Sesama, Justru Terbantu Saat Sakit Paru Kronis

Kisah inspiratif lainnya datang dari Bapak Erlan Yusuf, seorang driver online asal Palembang yang juga jadi penyintas paru kronis. Meski sakit, ia terus bekerja keras banting tulang demi menghidupi keluarganya juga untuk biaya kuliah anak-anaknya. Ia patut bangga, karena kedua anaknya berhasil memperoleh beasiswa kuliah di kedokteran. Hal ini tak lepas dari didikan beliau yang membentuk anaknya menjadi berprestasi seperti sekarang.

Beliau bercerita, awalnya beliau didiagnosa TBC namun sudah dinyatakan sembuh. Namun, tak lama gejala itu muncul lagi dan setelah ia berkonsultasi dan memeriksa kesehatannya, ia didiagnosa sakit paru kronis dan harus menjalani pengobatan seumur hidup. Saat itu, ia khawatir bagaimana dengan keluarganya, apakah ia masih bisa bertahan dan terus menghidupi mereka?

Syukurnya, ia teringat Saling Jaga bisa membantu donatur yang butuh bantuan. Akhirnya, setelah ia mengajukan bantuan, ia berhasil memperoleh bantuan sebesar Rp 50 juta untuk biaya pengobatannya. Ia tak menyangka, awalnya ia bergabung untuk bantu sesama dan jaga diri untuk COVID, justru sekarang dibantu oleh keluarga donatur. Ia bersyukur sekali masih banyak orang baik yang masih peduli dan saling bantu terhadap sesama.

Ketiga cerita tersebut adalah sedikit dari sekian banyak cerita donatur yang mendapatkan bantuan pengobatan. Bantuan dari keluarga Saling Jaga telah meringankan beban mereka untuk berjuang sembuh dari sakit kritis dan COVID-19. Itulah indahnya gotong royong bantu sesama.

Jangan ragu untuk terus menjaga solidaritas sesama keluarga Saling Jaga dan akses semua fitur Saling Jaga. Yuk, gunakan aplikasi Kitabisa untuk terus akses fitur-fitur Saling Jaga selengkapnya! Download aplikasinya sekarang dengan klik gambar di bawah!

Comments are closed.

Qurban Online Kitabisa