Press Release

Kirimkan Bantuan untuk Banjir Sentani, Papua

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabtu (16/3), hujan deras mengguyur kota Jayapura dan sekitarnyam. Hujan yang tak kunjung reda menyebabkan 9 kelurahan di Kecamatan Sentani terkena banjir bandang sejak pukul 21.30 WIT. 9 kelurahan tersebut adalah Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri.

Bantuan untuk Banjir Senatani, Papua
Sumber: Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Banjir bermula ketika daerah Sentani diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi sekitar pukul 18.00 WIT. Hujan tersebut membuat longsor di bagian hulu, sehingga materialnya menyumbat sungai dan membuat air meluap. Volume air yang terus bertambah menyebabkan air turun ke pemukiman warga.

Derasnya aliran air membuat beberapa warga dikabarkan hanyut terseret banjir. Akses sebagian jalan dan daerah pun tertutup oleh banjir bandang.

Hingga Minggu (17/3) malam, tercatat sebanyak 73 orang menjadi korban dan lebih dari 4 ribu orang  tinggal di pengunggsian. Data tersebut diambil dari laporan dari Kodam Cenderawasih Papua.

Selain karena curah hujan yang tinggi, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menduga bahwa banjir Sentani juga disebabkan karena rusaknya ekosistem di Gunung Cyloop, Jayapura. Ada beberapa warga yang menduduki kawasan dan memanfaatkan lahan tersebut sehingga daerah serapan mulai berkurang. Hal tersebut dibuktikan dengan terbawanya material kayu dan bebatuan ke rumah-rumah warga.

Bantuan untuk Banjir Senatani, Papua
Sumber: Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam BBC News Indonesia, daerah pegunungan yang seharusnya digunakan sebagai daerah resapan justru digunakan sebagai ladang dan kebbun. Akibatnya, longsor dapat mudah terjadi ketika hujan deras datang.

Kirim Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Sentani

Mendengar kejadian yang menimpa warga Sentani, Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) turun langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi warga-warga yang terdampak. Selain mengevakuasi warga, Tim Emergency Response ACT juga menyiapkan posko-posko kemanusiaan untuk memberikan bantuan yang diperlukan warga. Saat ini, warga yang terdampak sangat membutuhkan bantuan berupa makanan siap santap atau bahan makanan, air bersih, pakaian, dan keperluan untuk anak-anak seperti susu dan popok.

Kamu bisa berdonasi melalui Kitabisa untuk bantu mereka dengan cara klik “Donasi Sekarang” di bawah ini!

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons