Kisah Sukses

Bayi Mungil Alea Berhasil Melawan Gizi Buruk

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Alea berhasil melawan gizi buruk yang menyerang dirinya sejak lahir. Berat badannya terus meningkat dari 1,4 kg kini di usia 8 bulan sudah mencapai 5 kg. Perjuangan Alea untuk sembuh tidak lepas dari bantu #OrangBaik yang telah berdonasi.


Sejak lahir, Alea menderita gizi buruk yang menyebabkan berat badannya terus menurun. Alea terlahir prematur di usia 30 minggu. Karena badannya sangat kecil, Alea lemas dan sulit bergerak. Dokter menyarankan agar Alea segera ditangani, mengingat perkembangan badannya yang tidak signifikan.  

 

Masalah Gizi Buruk Pada Bayi Alea

Gizi buruk adalah kondisi berat badan dan tinggi badan yang berada di bawah rata-rata tinggi dan berat badan normal sesuai usia. Pada kasus Alea, berat badannya hanya 1,4 kg, dimana berat badan lahir normal berada di kisaran 2,5 kg – 4 kg, pada bayi yang lahir di usia kehamilan 37-40 minggu. Berat badan Alea juga terus mengalami penurunan dan sempat mencapai kondisi kritis di usia 3 bulan.

 

Penyebab Gizi Buruk Pada Bayi Baru Lahir

kurang gizi bayi
Kondisi Alea saat berat badannya 1,4 kg

Bayi kurang gizi pada saat lahir dipengaruhi oleh kondisi kekurangan gizi dalam jangka panjang yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya kurangnya asupan kalori, protein, maupun zat gizi seperti vitamin dan mineral. Gizi buruk pada bayi dapat terjadi mulai dari dalam kandungan atau ketika masa pertumbuhannya. Oleh karena itu, kesehatan sang ibu saat mengandung penting untuk diperhatikan karena anak mengambil nutrisi dari ibu. 

Kurang gizi yang dialami Alea disebabkan kondisi sang ibu saat hamil. Bunda Alea sempat mengalami tekanan darah tinggi hingga kejang saat mengandung Alea. Hal itu berpengaruh pada proses pertumbuhan Alea dalam rahim, sehingga saat lahir ia memiliki berat badan yang sangat kecil. 

 

Penanganan Gizi Buruk Alea

gizi buruk
Foto Alea saat dirawat di NICU

Kondisi kurang gizi membutuhkan penanganan yang khusus. Badan Alea tidak mengalami perkembangan yang signifikan sehingga harus segera ditangani. Asupan nutrisi harian Alea harus diperhatikan sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhannya. Setiap hari, Alea harus minum susu khusus yang harganya cukup mahal bagi orang tua Alea. Selain minum susu khusus, Alea juga harus menjalani perawatan di NICU agar kondisinya terus terpantau oleh tim dokter. 

 

Perjuangan Orang Tua untuk Kesembuhan Alea

View this post on Instagram

Halo, kak. Nama aku Alea. Makasih ya kakak-kakak udah bantu aku untuk sembuh dari gizi buruk. 👶 . Aku lahir prematur pas usia kandungan 7 bulan. Beratku saat itu 1,4 kg. Aku jadi harus dirawat di NICU Mamah dan Ayahku sempet khawatir banget sama kondisiku. Beratku sempet drop sampai 0,9 kg. Dokter bilang, kesehatanku juga terancam kalau gak cepat ditangani. Tapi, penghasilan ayahku sebagai buruh bangunan bikin perawatanku terhambat. . Untungnya ada kakak-kakak #OrangBaik yang mau bantu aku. Dari hasil donasi kakak melalui Kitabisa, aku jadi bisa dapat asupan susu khusus dan melanjutkan perawatan di rumah sakit. . Aku di rawat di NICU sampai usia 5 bulan. Beratku mulai naik lagi sampai 1,6 kg. Selama rawat di rumah, berangsur-angsur beratku pun naik secara signifikan. Kini, aku udah 8 bulan dan beratku udah 5 kg. Aku juga udah bisa tengkurep, angkat-angkat kepala dan bisa ngajak ngoceh mamah dan Ayah. . +++ . Seperti Alea, orang terdekatmu yang membutuhkan pun bisa mendapatkan bantuan biaya pengobatan. Kamu bisa membuatkan galang dananya di Kitabisa dengan cara kirim pesan WhatsApp ke nomor 0896 8491 3460 (Ardo) atau klik: ktbs.in/konsultasikitabisa . Apa pesanmu untuk adik Alea yang kini kian ceria? Tuliskan di kolom komentar ya, nanti kami sampaikan. . #bayiprematur #nicu #galangdana #kitabisa #orangbaik

A post shared by Kitabisa (@kitabisacom) on

Berbagai upaya dilakukan oleh orang tua Alea. Mereka ingin Alea sembuh dan bisa pulang ke rumah, namun mereka mengkhawatirkan biaya pengobatan yang dibutuhkan. Bagi sales seperti Ayah Alea, susu khusus dan biaya perawatan di NICU sangatlah besar. Bahkan, dulunya Ayah Alea adalah seorang buruh bangunan dengan penghasilan yang minim. 

Orang Tua Alea Galang Dana di Kitabia untuk Biaya Pengobatan

Tak ingin menyerah, orang tua Alea kemudian menggalang dana di Kitabisa untuk penuhi biaya pengobatan sang buah hati. Galang dananya bahkan terkumpul hingga melebih target. Berkat bantuan #OrangBaik yang telah berdonasi, kini Alea bisa berkumpul dengan orang tuanya di rumah setelah dirawat di NICU sampai usia 5 bulan. Berat badannya perlahan naik secara signifikan. Kini, di usia 8 bulan berat badan Alea sudah 5 kg. Alea juga sudah banyak bergerak. Ia sudah mulai tengkurep, angkat-angkat kepala dan bisa mengoceh seperti anak bayi seusianya.


Seperti teman orang tua Alea, kamu juga bisa bantu keluarga, teman, atau kerabat yang sedang berjuang untuk sembuh dan butuh biaya pengobatan dengan cara galang dana di Kitabisa. Klik gambar di bawah ini!

Comments are closed.