Berjalan 1 KM Hanya Dengan Sebelah Tangan, Kini Arsim Miliki Kaki Baru

  • Arsim (9 tahun) terlahir tanpa kaki dan hanya memiliki satu tangan. Ia menggunakan satu tangannya untuk berjalan. Walau demikian, ia memiliki cita-cita menjadi tentara.
  • Setiap hari, ia melakukan aktivitas seperti biasa. Bahkan, ia berjalan ke sekolah yang jaraknya 1 KM. Ia pun masih membantu ayahnya bekerja di sawah.
  • Sedekah Terbuka membuka donasi untuk memberikan kaki dan tangan baru bagi Arsim. Saat ini, telah terkumpul Rp 148.070.039 dari 2357 donatur melalui kitabisa.com/kakipalsubuatarsim
  • Kegigihan Arsim akan cita-citanya membuat ia memiliki kaki baru yang merupakan bantuan dari orang baik. 

Jakarta, 14 Oktober 2020 – Arsim (9 tahun) terlahir tanpa kaki dan hanya memiliki satu tangan. Ia menggunakan satu tangannya untuk berjalan. Walau demikian, ia memiliki cita-cita menjadi tentara. Ia tak pernah malu dengan kondisinya, walau tidak berjalan normal seperti orang kebanyakan.

Arsim terlahir dengan satu tangan dan tanpa kaki. Hal ini tidak mengurungkan niatnya untuk bercita-cita menjadi tentara.

Setiap hari, Arsim melakukan aktivitas seperti biasa. Bahkan, ia berjalan ke sekolah yang jaraknya 1 KM. Ia pun masih membantu ayahnya bekerja di sawah. Tak pernah mengeluh, Arsim selalu membantu sebisanya. 

Sudah lama sang ibu ingin memberikan kaki palsu untuk sang anak, karena tulang kakinya berangsur mengecil dan dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh. Namun penghasilan suaminya hanya Rp 15 ribu per hari membuat Arsim ikhlas menjalani hidupnya.

9912c3c5-f98f-4062-a33a-762f4ec68870.jpg
Arsim saat membeli sepatu setelah memilki kaki baru.

Keikhlasannya membuahkan hasil. Sedekah Terbuka membuka donasi untuk memberikan kaki dan tangan baru bagi Arsim. Ribuan orang baik tergerak untuk membantu Arsim mewujudkan cita-citanya, dan untuk beraktivitas dengan normal menggunakan dua kaki. Saat ini, telah terkumpul Rp 148.070.039 dari 2357 donatur melalui kitabisa.com/kakipalsubuatarsim.

a8416d28-48e7-44a4-a972-60cfbbb26b65.jpg
Arsim mendapat bantuan kaki dan tangan palsu dari ribuan orang baik.

Saat ini, Arsim tengah beradaptasi dengan kaki barunya sebelum dilakukan pencetakan kaki permanen. Kaki baru Arsim merupakan wujud kebaikan orang banyak yang berhasil membawa kebaikan bagi sesama yang membutuhkan.