Cerita #OrangBaik

Bu Imas, Penjual Gorengan Sukses Mendirikan Pesantren Yatim Piatu & Berhasil Umrah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Ibu Imas Masitoh bukanlah wanita biasa. Ia dalah penjaja gorengan yang memperjuangkan kelangsungan pondok yatim yang diasuhnya. Berbagai cobaan yang ditemuinya tidak mematahkan semangat Ibu Imas untuk merawat anak-anak yatim piatu.

Ibu Imas Masitoh adalah warga Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Sejak tahun 2012 ia mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak-anak yatim piatu. Sehari-harinya Ibu Imas hanya berjualan gorengan dan keset untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga. Meskipun berpenghasilan pas-pasan, Ibu Imas tetap menyisihkan pendapatannya untuk membantu anak-anak yatim piatu.

Berbagai cibiran datang dari warga, karena menganggap Ibu Imas tidak akan mampu memenuhi kebutuhan 130 anak yatim yang ada di pondok miliknya. Bahkan, sebagian warga menyebutnya tidak waras karena menampung anak yatim di kontrakan sederhananya. Banyaknya cibiran yang datang tidak membuat Ibu Imas patah semangat untuk membantu mereka. Ibu Imas hanya ingin memberikan tempat tinggal yang layak bagi anak-anak yatim piatu di sekitar rumahnya.

 

Awal Kepedulian Ibu Imas Kepada Anak Yatim

Perjuangan Penjaja Gorengan untuk Anak Yatim Piatu

Pada tahun 2012, Ayah dari Ibu Imas meninggal dunia yang disusul dengan ibundanya. Untuk menghilangkan rasa sedihnya, Ibu Imas berjualan gorengan di sekolah-sekolah. Disitulah Ibu Imas bertemu dengan anak-anak yatim. Saat melihat mereka, hati Ibu Imas merasa terenyuh dan tergugah untuk membantu. Ia melihat bagaimana kehidupan anak-anak itu hidup tanpa kasih sayang orangtua.

Semakin lama, Ibu Imas semakin dekat dengan anak-anak yatim piatu di daerah tempat tinggalnya. Sejak saat itulah ia berniat untuk memberikan sebagian rezekinya kepada anak-anak yatim piatu itu, meski dengan kemampuan seadanya. Di kontrakan seluas 5×8 meter persegi, Ibu Imas merawat dan membimbing anak yatim piatu yang berstatus dhuafa.

Cobaan tak hanya berhenti pada masalah dana dan cibiran warga sekitar. Di tahun 2017, Ibu Imas terserang penyakit stroke. Penghasilannya sebagai penjaja gorengan tentunya tidak bisa mencukupi seluruh biaya pengobatan. Belum lagi kebutuhan merawat anak yatim piatu di pondok sederhananya.

 

Bantuan yang Mengalir untuk Ibu Imas

Perjuangan Penjaja Gorengan untuk Anak Yatim Piatu

Melihat semangat Ibu Imas yang tak pernah berhenti untuk memperjuangkan kehidupan anak yatim piatu, banyak orang yang tergerak untuk membantunya. Melalui penggalangan dana yang dibuat di Kitabisa, ribuan orang berdonasi untuk mendukung Ibu Imas mempertahankan pondok yatimnya. Total donasi yang terkumpul digunakan untuk membangun dan mengembangkan pondok yatim Ibu Imas.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya pondok yatim impian Ibu Imas resmi dibangun. Pondok Yatim dan Dhuafa Roudotul Amanah didirikan di Kampung Cibungur RT 01 RW 11 Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, pembangunan panti asuhan masih terus berlangsung. Selain ruang belajar dan kamar tidur, Pondok Yatim dan Dhuafa Roudotul Amanah akan terdiri dari ruang salat, tempat mengaji, serta ruang makan bersama. Semuanya dibangun untuk memenuhi kebutuhan anak yatim piatu agar tetap merasa nyaman.

 

Penantian Panjang Ibu Imas untuk Berangkat Umrah

Perjuangan Penjaja Gorengan untuk Anak Yatim Piatu

Selain pengembangan pondok yatim miliknya, kebahagiaan Ibu Imas bertambah dengan adanya porgram BisaUmrah dari Kitabisa. BisaUmrah adalah bentuk penggalangan dana yang ditujukan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan agar bisa umrah secara gratis. Berkat ketekunannya merawat dan mendidik anak yatim piatu, Ibu Imas terpilih menjadi salah satu penerima manfaat dari program ini. Ibu Imas beserta suami telah melakukan proses pembuatan paspor dan persyaratan berangkat umrah lainnya. Setelah Visa keluar, rencananya Ibu Imas dan suami akan diberangkatkan ke tanah suci pada tanggal 11 Juni 2019.


Mari bantu saudara-saudara yang kurang mampu untuk berangkat ke tanah suci melalui program BisaUmrah!

banner_bisaumrah

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons