Cerita #OrangBaik

Cerita Pilot Indonesia yang Tinggalkan Pekerjaan Demi Anak-anak Terlantar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Budi Soehardi adalah mantan pilot Indonesia yang saat ini mendirikan Panti Asuhan Roslin. Ia rela meninggalkan profesinya sebagai pilot demi membantu anak-anak terlantar di daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 

Budi Soehardi merupakan pendiri Panti Asuhan Roslin. Bersama istrinya, Peggy, ia merawat dan mendidik anak-anak terlantar di Kupang. Anak-anak tersebut adalah para korban dan pengungsi dari konflik di Timur Indonesia. Melihat kondisi anak-anak yang memprihatinkan, Kapten Budi bersama istrinya memutuskan untuk membantu mereka, menyayangi mereka seperti anak kandung sendiri.

 

Awal Mula Pilot Indonesia Membantu Anak-anak Terlantar

Cerita Pilot Indonesia yang Tinggalkan Pekerjaan Demi Anak-anak Terlantar

Saat itu Kapten Budi bersama Peggy sedang berada di Singapura. Dengan keluarganya, ia menonton berita tentang kerusuhan yang terjadi di Timur Indonesia. Kondisi konflik yang terjadi sangat memprihatinkan, dimana para pengungsi berusaha menyelamatkan diri ke daerah-daerah yang lebih aman. Banyak keluarga yang tinggal di gubuk pengungsian, anak-anak yang memakai baju lusuh, dan tidak adanya sanitasi yang baik. Akibatnya, para pengungsi dengan mudah terserang penyakit. Tak hanya itu, ratusan ribu orang menjadi korban, ribuan orang kehilangan rumah mereka, dan ratusan anak-anak berpisah dengan orangtuanya. Melihat konflik yang terjadi, Kapten Budi dan keluarganya membatalkan rencana liburannya. Mereka akhirnya memutuskan untuk membuat liburannya lebih bermakna dengan cara yang berbeda, yaitu membantu anak-anak terlantar di daerah NTT.

Bantuan yang Diberikan Mantan Pilot Indonesia

Cerita Pilot Indonesia yang Tinggalkan Pekerjaan Demi Anak-anak Terlantar
Sumber: CNN

Kapten Budi mulai mengumpulkan bantuan, mulai dari makanan, baju, dan beberapa kebutuhan penting lainnya. Bersama dengan teman-teman dan relawan, Kapten Budi mengunjungi wilayah yang terjadi konflik dan mengirimkan 40 ton lebih makanan, bantuan medis, dan perlengkapan MCK di tenda-tenda pengungsian. Kapten Budi dan Peggy semakin tersentuh dan merasa harus melakukan suatu perubahan. Terlebih, saat masih kecil Kapten Budi juga pernah merasakan hidup tanpa orang tua.

 

Berdirinya Panti Asuhan untuk Anak-anak Terlantar di Nusa Tenggara TimurCerita Pilot Indonesia yang Tinggalkan Pekerjaan Demi Anak-anak Terlantar

Kapten Budi berpikir bahwa Barat Timur Indonesia memiliki lahan yang sangat luas. Peggy berinisiatif untuk membangun sebuah panti asuhan bagi anak-anak di sana. Awalnya, Peggy meminta izin untuk membangun 3 ruangan, namun berlanjut menjadi 9 ruangan. Semakin banyaknya ruangan yang dibangun, Kapten Budi dan Peggy akhirnya memutuskan untuk mendirikan panti asuhan. Proses pembangunan panti asuhan selesai dalam waktu 11 bulan. Nama Roslin kemudian dipilih sebagai nama panti karena itu adalah nama dari anak perempuan yang ditemukan Peggy saat itu.

Cerita Pilot Indonesia yang Tinggalkan Pekerjaan Demi Anak-anak Terlantar

Pada April 2002, Panti Asuhan Roslin mulai beroperasi dan merupakan rumah dari 4 anak. Sejak saat itu, Panti Asuhan Roslin terus berkembang, baik dari segi ruangan maupun jumlah anak-anak yang diasuh. Panti Asuhan Roslin memberikan pelayanan pendidikan, baju, dan juga makanan bagi anak-anak di sana. Kapten Budi dan Peggy mendidik dan merawat anak-anak di panti asuhannya dengan penuh kasih sayang.

Baca juga:
Inem Jogja: Menebar Kebaikan dengan Cara Unik
Cerita Penjual Ayam Goreng yang Rajin untuk Berbagi Kebaikan

 

Panen Melimpah di Panti Asuhan Roslin

Cerita Pilot Indonesia yang Tinggalkan Pekerjaan Demi Anak-anak Terlantar

Kapten Budi dan Peggy juga mengajarkan anak-anak untuk bercocok tanam. Pada awalnya, tanah yang mereka tempati adalah tanah kering yang sulit ditanami tumbuhan. Namun, Kapten Budi dan Peggy mencoba untuk mengubah tanah tersebut menjadi tanah yang subur dengan membuat saluran irigasi. Saat ini, kebun yang dimiliki Panti Asuhan Roslin mampu memenuhi kebutuhan pangan anak-anak di sana. Keberhasilan ini membuat Kapten Budi dan Peggy mengajarkan cara bertanam kepada anak-anak meskipun mereka berdua tidak memiliki latar belakang agrikultur atau bercocok tanam.


Seperti Kapten Budi yang membantu anak-anak di NTT, kamu juga bisa untuk mulai berbagi kebaikan dengan dengan memberikan donasi di sini. Bantuan dari kamu tentunya akan sangat berarti dan membantu secara tepat.

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons