Puasa

Hari Tasyrik 2020: Saat Muslim Haram Berpuasa

Puasa merupakan ibadah yang mendatangkan pahala dan kebaikan bagi umat muslim. Meski demikian, hukum puasa bisa berubah menjadi haram jika dilaksanakan di waktu-waktu tertentu, misalnya ketika hari raya Idul fitri, Idul Adha, dan hari tasyrik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum bahwa “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari puasa pada dua hari: Idul fitri dan Idul Adha.” (HR. Muslim)

Dari Nubaisyah Al Hudzalli, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim)

 

Pengertian Hari Tasyrik

Hari tasyrik merupakan hari raya umat muslim yang jatuh tiga hari setelah perayaan Idul Adha, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (kalender Islam). Pada hari tersebut seluruh jemaah haji di Tanah Suci sedang melaksanakan prosesi lempar jumrah di Mina.

Kata tasyrik berasal dari bahasa Arab “syuruq” yang artinya terbit. Hal ini merujuk pada waktu penyembelihan hewan qurban saat Idul Adha, yakni ketika matahari telah terbit.

Selain itu, muslim zaman dulu juga punya kebiasaan mendendeng atau menjemur daging qurban di bawah terik matahari agar awet. Hal tersebut dilakukan karena pada masa itu belum ada teknologi pendingin seperti kulkas atau freezer

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadits disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.”

 

Anjuran untuk Memperbanyak Zikir di Hari Tasyrik

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i)

Selain hari makan dan minum, hari tasyrik juga sering disebut sebagai hari berzikir. Allah SWT memerintahkan segenap muslim untuk memperbanyak zikir dan salat, baik yang wajib maupun sunah. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 203 yang artinya:

“Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.” 

 

Kapan Hari Tasyrik 2020?

Hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, sedangkan hari tasyrik dihitung tiga hari setelahnya. Dalam versi kalender nasional Indonesia, Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 31 Juli 2020. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa hari tasyrik 2020 jatuh pada tanggal 1, 2, dan 3 Agustus 2020.

Artinya saat tanggal-tanggal tersebut kamu tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah puasa apa pun karena ini termasuk perbuatan berdosa. Sebaliknya, muslim dianjurkan untuk bersuka cita menikmati hidangan qurban di rumah bersama keluarga, tetangga, dan sanak saudaranya.

Jadi, jika kamu berniat menjalankan puasa sunah atau qodho, maka kerjakan di lain waktu (bukan hari tasyrik). 

 

Berqurban dengan Mudah di Kitabisa

Menyambut hari raya Idul Adha yang akan jatuh pada 31 Juli mendatang, yuk sisihkan sebagian rezekimu untuk berqurban dan berbagi kepada sesama. Di Kitabisa, kamu bisa berqurban secara online dengan proses yang mudah, berkah, dan tentunya transparan. Tiap tahun ada ribuan muslim yang menyalurkan qurbannya lewat Kitabisa. Sekarang giliran kamu!


qurban online  

Comments are closed.