Kesehatan

Kanker Neuroblastoma: Penyebab, Gejala, dan Dampaknya bagi Tubuh

Kanker neuroblastoma merupakan jenis kanker langka yang berkembang dari sel-sel saraf muda di berbagai area tubuh. Kanker ini paling sering muncul di sekitar atau di dalam kelenjar adrenal. Sel-sel saraf yang belum matang justru membentuk benjolan berupa tumor padat. Penyakit neuroblastoma dapat menular dengan cepat ke organ lain. Sebagian besar kasus yang terjadi menyerang anak-anak berusia 5 tahun ke bawah. Neuroblastoma mencakup 10 persen dari penyakit tumor anak.

Ingin tahu apa penyebab dan gejala kanker neuroblastoma? Bagaimana dampaknya bagi tubuh seseorang? Pelajari selengkapnya di bawah ini.

 

Penyebab Kanker Saraf Neuroblastoma

Para ahli saat ini mengatakan bahwa penyebab neuroblastoma dipicu oleh kelainan genetik. Sel-sel saraf yang belum matang menjadi bagian dari proses pembentukan janin. Saat ibu hamil cukup bulan, sel-sel tersebut akan berubah menjadi serat, sel saraf, dan sel yang menutupi kelenjar adrenal. Ketika seseorang beranjak dewasa dan sel belum matang tidak menghilang, hal ini menyebabkan tumor membelah secara tak terkendali dan menjadi kanker.

Sama seperti jenis kanker lain, para ahli masih belum memastikan asal-muasal dari sel saraf yang belum matang tersebut. Walaupun begitu, ada dugaan terkait kerusakan gen sel saraf muda atau neuroblast yang memicu pembelahan diri tidak terkendali. Penyakit ini bisa menular secara cepat ke organ-organ dalam tubuh, misalnya kelenjar getah bening, sumsum tulang, kulit, hati, serta tulang.

 

Apa Saja Gejalanya?

Gejala neuroblastoma dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi kankernya. Tanda-tanda awalnya sulit diidentifikasi dan sering disalahartikan. Berikut gejala umum yang bisa terjadi pada pengidap neuroblastoma:

  • Kesulitan menelan.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dan bengkak pada perut, terkadang berhubungan dengan kesulitan buang air dan sembelit.
  • Benjolan di kulit yang berwarna kebiruan serta memar, terutama di area mata.
  • Kulit pucat, kelelahan, kehilangan nafsu makan dan energi, serta penurunan berat badan secara drastis.
  • Adanya benjolan di leher, perut, atau dada.
  • Nyeri tulang, dada, dan punggung.
  • Mati rasa di bagian tubuh bawah, kelemahan pada kaki, dan langkah yang kurang stabil.

 

Neuroblastoma digolongkan dari stadium 1 hingga stadium 4:

  • Stadium 1, yakni situasi saat kanker masih belum menyebar dan berada dalam satu tempat. Kanker ini masih bisa dihilangkan dengan cara operasi.
  • Tingkat atau Stadium 2, yaitu memiliki situasi yang sama dengan stadium 1, tetapi tidak mudah dihilangkan dengan operasi.
  • Stadium 3, ukuran tumor sudah besar sehingga tak dapat dihilangkan melalui operasi.
  • Stadium 4, yaitu ketika kanker telah menyebar ke organ lain.

 

Inilah Dampaknya bagi Tubuh Manusia

Penderita neuroblastoma bisa mengalami komplikasi yang memperburuk kesehatan. Contohnya, patah tulang belakang yang disebabkan oleh pertumbuhan tumor sehingga menekan saraf dan menimbulkan rasa nyeri, bahkan kelumpuhan. Selanjutnya, penderita dapat mengalami sindrom paraneoplastik, seperti pergerakan mata yang cepat atau gangguan koordinasi. Tak hanya itu, terjadinya metastasis dapat menyebarkan kanker ke organ lain.

Itulah informasi singkat seputar kanker neuroblastoma yang perlu kamu ketahui. Kanker ini dapat diobati, tergantung pada stadium penyakit, usia ketika didiagnosis, metastasis, dan tingkat aktivitas penyakit. Selain itu, kamu bisa melakukan pencegahan neuroblastoma di rumah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik, misalnya dengan melakukan diet gizi seimbang. Jangan lupa untuk memeriksa kesehatan secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.


Daftarkan diri dan keluarga di Kitabisa Saling Jaga sebagai perlindungan kesehatan penyakit kritis. Klik salingjaga.kitabisa.com atau klik gambar di bawah ini.

daftar Kitabisa Saling Jaga

Comments are closed.