Kesehatan

Kenali Gejala dan Cara Mendiagnosis Herpes

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Tahukah kamu tentang herpes? Herpes adalah salah satu penyakit yang bisa berlangsung dalam jangka panjang. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Herpes Simplex Virus atau HSV. Virus akan menyerang genitalia di bagian luar atau bagian-bagian tubuh yang lembap. Penyakit herpes dapat menular dan memiliki dua macam penyebab, yaitu HSV tipe 1 dan HSV tipe 2.

Nah, apa saja tanda-tanda bahwa seseorang tengah terserang penyakit ini? Yuk, kenali gejala dan cara mendiagnosis herpes berikut ini.

 

Apa Itu Herpes?

herpes
Sumber: MedicalNewsToday

Herpes adalah penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh Herpes Simplex Virus atau HSV dan menyerang bagian genital atau wajah. Terdapat 8 jenis virus herpes, tetapi hanya dua yang paling umum dikenal, yakni HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. HSV tipe 1 menyerang bagian oral dan menyebabkan munculnya luka di bagian wajah dan mulut. Sementara itu, HSV tipe 2 termasuk dalam kategori herpes genital. Virus ini menginfeksi bagian luar kelami atau area sekitar anus.

Menurut The New Zealand Herpes Foundation, penyakit ini sangat sering terjadi. Umumnya, orang dewasa yang aktif melakukan kegiatan seksual akan terjangkit di bagian kelamin. Sekitar 50 persen pengidap ternyata tertular virus dari orang lain. Penyakit ini termasuk dalam kelompok virus herpesviridae, yakni alpha herpes virus.

 

Gejala dari Penyakit Herpes

Gejala herpes berbeda-beda, tergantung jenis virusnya. Pertama, ada virus HSV tipe 1 yang menimbulkan gejala-gejala seperti demam, lemas, dan nyeri otot. Pada bagian yang terinfeksi, kamu akan merasakan gatal, nyeri, rasa ditusuk-tusuk maupun terbakar. Kemudian, akan timbul lepuh di bagian tersebut. Jika muncul di dekat mulut, penyakit ini dapat mengganggu makan maupun penampilan.

Kedua, ada HSV tipe 2 yang menjadi penyebab timbulnya luka pada bagian genital. Virus ini menyebabkan timbulnya rasa sakit saat buang air kecil, rasa gatal, keluarnya cairan pada vagina, muncul benjolan di area selangkangan, dan koreng. Ketiga, ada Varicella-zoster Virus atau VZV yang menimbulkan gejala ruam di kulit berisi cairan dan terasa gatal. Virus inilah yang menyebabkan penyakit cacar air.

 

Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Herpes?

Cara mendiagnosis herpes adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan mengecek bagian tubuh yang terinfeksi dan menanyakan gejala apa saja yang sudah dialami oleh pasien. Untuk membantu diagnosis lebih akurat, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, yakni kultur virus herpes simplex dan tes antibodi.

Tujuan kultur virus herpes simplex ialah menganalisis keberadaan virus. Dokter akan mengusap bagian kulit atau genital yang terkena infeksi. Kemudian, cairan tubuh atau cairan genital akan diteliti di laboratorium.

Selanjutnya, ada tes antibodi yang dapat mendeteksi adanya virus herpes primer, tetapi tidak bisa mendiagnosis herpes rekurensi. Sampel darah akan diambil dari tubuh pasien, lalu keberadaan antibodi spesifik akan dianalisis di laboratorium. Perlu diperhatikan bahwa tubuh membutuhkan waktu selama 12-16 minggu untuk membentuk antibodi. Tes yang satu ini sangat berguna, khususnya untuk pasien yang tidak memiliki koreng atau lepuhan pada kulit.

 

Kamu perlu waspada karena herpes adalah penyakit yang bisa menular. Terlebih, belum ada obat ampuh yang dapat membunuh virus HSV. Penyakit yang satu ini memang cukup mengganggu dan dapat menyebar seperti wabah. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena herpes tidak sampai menyebabkan kerusakan fisik yang serius. Selain itu, selalu jaga kebersihan tubuh agar tidak meningkatkan risiko penjangkitannya.

Baca juga:
Penyebab dan Cara Menangani Tumor Jinak di Kulit
Virus Meningitis yang Menyerang Tubuh

Kamu bisa bantu mereka yang membutuhkan biaya pengobatan herpes dengan cara berdonasi di Kitabisa. Untuk berdonasi, klik gambar di bawah ini!

banner_donasi_biaya_pengobatan

Comments are closed.