Kesehatan

Kenali Gejala Kanker Kulit Sebelum Terlambat

Kanker kulit adalah pertumbuhan kulit tidak normal yang diakibatkan oleh kerusakan pada kulit. Kanker kulit muncul ketika DNA sel kulit yang rusak (kebanyakan dikarenakan radiasi ultraviolet dari matahari) memicu mutasi sehingga sel kulit berkembang secara tidak normal dengan cepat, tidak dapat dikendalikan dan mulai membentuk tumor melanoma. CNN Indonesia menyatakan bahwa di Amerika Serikat, tercatat 91 ribu orang dan 15 ribu orang di Inggris yang didiagnosis melanoma setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, kanker kulit juga menjadi salah satu kanker yang banyak diderita meskipun presentasenya tidak sebanyak kanker yang lain dikarenakan kulit orang Indonesia yang cenderung lebih gelap dibandingkan orang barat.

 

Penyebab Kanker Kulit

Kenali Gejala Kanker Kulit Sebelum Terlambat

Seiring waktu, sinar ultraviolet (UV) menimbulkan kerusakan ringan pada serat kulit yaitu elastin. Ketika serat ini memecah, kulit mulai keriput, meregang dan kehilangan kemampuannya untuk kembali ke tempat setelah peregangan. Inilah yang menjadi salah satu gejala kanker kulit. Radiasi Ultraviolet (UV) dari matahari adalah penyebab nomor satu dari penyakit kanker kulit. Paparan sinar matahari yang kumulatif atau secara terus-menerus menyebabkan kanker terutama kanker sel basal dan kanker sel skuamosa, sementara paparan terbakar sinar matahari yang parah yang biasanya sebelum usia 18 tahun, dapat menyebabkan melanoma maligna di kemudian hari. Penyebab kurang umum lainnya adalah paparan berulang sinar-X dan paparan dari bahan kimia tertentu.

 

Siapa yang Berisiko Terkena Kanker Kulit?

Kenali Gejala Kanker Kulit Sebelum Terlambat

Meskipun setiap orang berpotensi menderita kanker kulit, resiko paling besar penderita kanker kulit adalah pada orang-orang yang memiliki kulit yang berbintik-bintik, atau dapat terbakar dengan mudah, warna mata terang, dan rambut pirang atau rambut merah, sedangkan individu berkulit gelap juga rentan terhadap semua jenis kanker kulit, meskipun secara substansial lebih rendah.

Faktor risiko lain meliputi:

  •         Riwayat keluarga atau riwayat pribadi penyakit kanker kulit
  •         Sering bekerja di luar ruangan
  •         Hidup di iklim yang cerah
  •         Riwayat kulit terbakar matahari parah

 

banner_donasi_biaya_pengobatan

 

Gejala Kanker Kulit

Kenali Gejala Kanker Kulit Sebelum Terlambat

Tanda peringatan yang paling umum dari kanker kulit adalah perubahan pada kulit, biasanya tahi lalat baru atau adanya keanehan pada kulit yang tiba-tiba muncul. Berikut ini adalah gejala kanker kulit yang paling umum.

  • Karsinoma sel basal mungkin muncul sebagai benjolan lilin kecil gejala kanker kulit, halus, seperti mutiara pada wajah, telinga atau leher, atau sebagai lesi datar, berwarna pink, merah atau cokelat berwarna pada punggung, juga pada lengan dan kaki. Lesi tersebut bisa gatal dan kadang-kadang berdarah namun sangat jarang menyebar.
  • Karsinoma sel skuamosa dapat muncul sebagai gejala kanker kulit berupa benjolan merah tegas atau kasar, atau berupa lesi kulit bersisik datar yang mungkin gatal, berdarah dan menjadi berkerak. Karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa terjadi terutama pada daerah kulit yang sering terkena sinar matahari, tetapi bisa terjadi di mana saja.
  • Melanoma maligna biasanya muncul sebagai pola titik berpigmen atau benjolan. Mungkin mirip tahi lalat normal, tetapi biasanya memiliki penampilan yang lebih tidak teratur dengan tepi yang berwarna gradasi. Daerah yang paling umum untuk melanoma adalah punggung, kaki, lengan dan wajah, tetapi mereka dapat terjadi di mana saja.

Ketika mencari melanoma yang menjadi gejala awal kanker kulit, ingat dan kenali aturan A-B-C-D-E yang memberikan informasi tanda-tanda gejala kanker kulit yang harus diperhatikan:

  • Asimetri – bentuk tahi lalat tidak simetris
  • Border – tepi compang-camping atau kabur
  • Color – warna tahi lalat yang tidak merata seperti terdapat warna cokelat, hitam, merah, putih atau biru
  • Diameter – melanoma sering lebih besar dari tahi lalat normal (diameter >6mm)
  • Evolusi – ukuran perubahan atau karakteristik dari waktu ke waktu

 

Kasus Kanker Kulit di Indonesia

Kenali Gejala Kanker Kulit Sebelum Terlambat

Meskipun cenderung jarang, penyakit kanker kulit di Indonesia masih termasuk penyakit kanker terbanyak keempat setelah kanker serviks, kanker ovarium, dan kanker payudara. Salah satu kanker kulit yang terjadi di Indonesia diderita oleh Rafika Romadhona, gadis kecil yang mengidap kanker kulit sejak masih balita. Rafika didiagnosa terkena kanker kulit saat usianya masih sangat kecil yaitu 8 bulan. Gejala awal yang dialami Rafika adalah munculnya bintik hitam di tubuh kecilnya. Karena minimnya pengetahuan dan informasi, orang tuanya tidak mengira bahwa Rafika mengalami kanker kulit.

 

Perjuangan Rafika Melawan Kanker Kulit

Meskipun didiagnosa sejak balita hingga saat ini Rafika sudah berusia 7 tahun, karena keterbatasan biaya membuat keluarga Rafika tidak dapat memeriksakan dan mengobati Rafika ke rumah sakit. Kini penyakit Rafika menjadi semakin parah dan membuat Rafika susah untuk bermain dan bergaul selayaknya anak seumurannya. Bahkan beberapa bulan ini penyakit yang diderita Rafika semakin parah dan menjalar hingga kepalanya digerogoti oleh sel-sel kanker dan membuat kepalanya melepuh. Rafika sudah mendapat pengobatan sebagai pasien BPJS mandiri, akan tetapi karena kondisi Rafika yang sudah semakin parah, orang tua Rafika berharap Rafika bisa ditangani sebagai pasien umum agar dapat memperoleh pengobatan dengan segera.

Ditulis Oleh: Shelia Lauvita


Selain Rafika, masih banyak penderita penyakit mengerikan seperti kanker kulit ini. Kamu dapat menyisihkan sebagian hartamu untuk membantu para pejuang kanker dengan memberikan donasi secara online melalui website Kitabisa atau melalui Aplikasi Kitabisa. Yuk, mulai berbagi kebaikan!

banner_donasi_biaya_pengobatan

 

Comments are closed.