Press Release

Kepedulian Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk Tsunami Banten & Lampung

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Gelombang tsunami melanda Banten, Lampung, dan sekitarnya pada Sabtu malam (22/12). Ratusan orang meninggal dunia, ribuan orang luka-luka, serta puluhan bangunan rusak.

Dengan sigap, tim dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) bergerak membantu proses evakuasi para warga yang menjadi korban tsunami Selat Sunda. Selain turun langsung, ACT juga mengajak para OrangBaik untuk membantu saudara-saudara kita di Banten dan Lampung dengan cara berdonasi. Melalui halaman galang dana kitabisa.com/tsunamibanten , ACT telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari 4 miliar.

ACT untuk Tsunami Banten

 

Posko dan Dapur Umum ACT

View this post on Instagram

Memasuki hari ketiga pasca tsunami, Tim Emergency Response ACT masih terus melakukan aksi tanggap darurat berupa aksi rescue ke daerah Tanjung Lesung dan Sumur yang dilaporkan masih minim bantuan. Selain itu, Tim Medis akan beraktivitas secara mobile di beberapa titik pengungsian. Dapur Umum juga mulai diaktivasi dan insya Allah akan mulai menyediakan 500 porsi makanan segar dan bergizi. Hingga 24 Desember 2018, jumlah korban dilaporkan bertambah; 373 orang meninggal dunia, 1.459 luka-luka, 128 orang hilang, 5.655 jiwa mengungsi. Insya Allah, ACT masih akan terus mendampingi para korban dengan menyediakan kebutuhan darurat yang paling mereka butuhkan di fase emergency ini. #BersamaHadapiBencana #LetsACTIndonesia #AksiCepatTanggap #ACT #ACTforHumanity #TsunamiBanten

A post shared by Aksi Cepat Tanggap (@actforhumanity) on

Pada hari Senin (24/12), selain melanjutkan proses evakuasi korban, ACT juga mulai mendirikan posko dan dapur umum di daerah Banten. Posko ACT didirikan di empat titik yang terkena dampak paling parah, diantaranya Posko Induk dan Dapur Umum di Kecamatan Labuan, Posko Wilayah Sumur, Posko Wilayah Panimbang dan Tanjung Lesung, serta Posko Wilayah Anyer.

Posko-posko yang diaktivasi oleh ACT bertujuan untuk mempercepat penanganan tanggap darurat. Dapur umum di posko induk dan pelayanan medis juga diberikan untuk membantu korban bencana.

 

Evakuasi Korban dan Distribusi Pangan oleh ACT

ACT untuk Tsunami Banten
Sumber: ACT

Selain wilayah Banten, Tim Emergency Response ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)  juga melakukan proses evakuasi dan distribusi ratusan paket makanan di daerah Lampung. Para relawan tersebar di beberapa titik, mulai dari Dermaga BOM Kalianda hingga Desa Way Muli Induk yang merupakan titik terparah.

ACT memfokuskan pemberian bantuan pada kebutuhan yang paling dibutuhkan dan mendesak berupa sembako, pakaian baru, selimut, popok bayi, pembalut, dan makanan bayi.

ACT untuk Tsunami Banten
Sumber: ACT

Untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari para korban tsunami, ACT mendirikan 5 Dapur Umum di daerah Lampung Selatan. Salah satuanya Dapur Umum Desa Way Muli yang setiap harinya menyediakan 400 porsi makanan.

 

Layanan Medis untuk Pengungsi Tsunami

ACT untuk Tsunami Banten
Sumber: ACT

Sejak Senin (24/12), Tim Medis ACT terjun ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan. Pelayanan pertama dilakukan di Kampung Kadukokosan, Tembong, Carita, Pandeglang. Bertempat di SD Tembong 2, Tim medis ACT memberikan pelayanan kesehatan gratis.

 

Banten, Lampung, dan sekitarnya masih terus membutuhkan bantuan kita semua. Mari ikut berdonasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana bangkit kembali.

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons