Kesehatan

Kisah Aini yang Hidup dengan Alat Bantu Pernapasan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Aini Shakila atau yang kerap disapa dengan Aini merupakan putri dari pasangan Sri Mulyani dan Sanwani. Ayah Aini bekerja sebagai satpam dan ibu Aini adalah seorang ibu rumah tangga. Aini merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Aini lahir kembar pada tanggal 17 April 2012 secara prematur pada usia kehamilan 35 minggu dengan berat badan 1.8 kilogram. Kembaran Aini sudah meninggal sejak dilahirkan karena ibu Aini mengalami pendarahan.

 

Awal Mula Penyakit Aini

Kisah Aini yang Hidup dengan Alat Bantu Pernapasan

Pada mulanya, Aini terlihat seperti anak normal pada umumnya sampai ia menginjak usia 8 bulan. Aini bisa tengkurap pada usia 3 bulan dan dapat berdiri hingga usia 8 bulan. Setelah memasuki umurnya yang ke-8 bulan, Aini secara perlahan mengalami penurunan kemampuan motorik. Aini tidak mampu berdiri, membolak-balikkan badan, sulit menelan, sulit bernapas, dan mengalami infeksi paru-paru berulang. Aini pun bahkan mengalami kesulitan untuk mengejan saat buang air besar, dan juga mengalami kesulitan untuk buang air kecil. Pada awalnya tidak ada yang mengetahui penyakit apa yang diderita Aini hingga akhirnya dokter merujuk Aini ke RSCM.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Aini pn didiagnosis mengalami Spinal Muscular Atrofi 2. Peyakit ini merupakan penyakit langka yang menyebabkan degenerasi pada saraf-saraf tulang belakang yang berada dalam otot-otot Aini. Penyakit ini akan berkembang secara lambat hingga akhirnya saat ini Aini tidak mampu untuk bernapas.

 

Keadaan Aini Membutuhkan Alat Bantu Pernapasan

Aini Shalika, saat ini dirawat di PICU salah satu rumah sakit di Jakarta. Aini dirawat akibat ketidakmampuannya untuk bernapas secara optimal. Ia harus dibantu bernapas dengan alat bantu napas. Aini sadar penuh, tetapi ketika alat itu dilepas, Aini kembali kesulitan bernapas. Selain itu, Aini juga kesulitan menelan sehingga harus menggunakan selang makan untuk memasukkan cairan. Aini juga kesulitan untuk buang air besar sehingga harus dibuatkan saluran kolostomi agar Aini dapat buang air besar.

Aini membutuhkan alat bantu pernapasan berupa BiPAP, kursi roda, tabung oksigen serta pembuatan selang makan permanen yang terhubung langsung ke lambungnya. Seluruh kebutuhan tersebut tentulah membutuhkan pengeluaran yang tidak biasa.

Alat Bantu Pernapasan yang Perlu Kamu Ketahui

Kisah Aini yang Hidup dengan Alat Bantu Pernapasan

Alat bantu pernapasan merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk membantu kelangsungan hidup seseorang jika seseorang tersebut mengalami gangguan pernapasan yang menyebabkannya kehilangan kemampuan untuk bernapas. Terkait dengan alat bantu pernapasan yang dibutuhkan Aini berupa BiPAP, berikut merupakan beberapa jenis alat bantu pernapasan yang perlu kamu ketahui diantaranya:

  1. CPAP

    Nama CPAP adalah singkatan dari Continous Positive Airway Pressure. Alat ini digunakan bagi pasien sleep apnea. Orang dengan sleep apnea memiliki kesulitan bernapas saat tidur yang disebabkan karena adanya penyumbatan saluran pernapasan ataupun tidak stabilnya pusat kendali pernapasan. CPAP bekerja dengan mengontrol tekanan udara yang konstan sehingga bisa membuat saluran pernapasan tetap terbuka. Tekanan udara disalurkan memlalui masker yang dikenakan orang dengan sleep apnea saat ia tertidur.

  2. Ventilator

    Alat ventilator merupakan alat yang pada umumnya sering digunakan di dalam rumah sakit. Ventilator merupakan alat yang digunakan untuk membantu pernapasan pasien. Alat bantu pernapasan ini dapat digunakan pada pasien dengan penyakit paru-paru yang cukup serius atau kondisi lainnya yang mempengaruhi pernapasan sehingga menyebabkan pasien harus berusaha keras untuk bernapas. Tujuan penggunaan ventilator adalah untuk mempermudah pernapasan pasien atau menjadi alat pernapasan bagi pasien yang tidak memiliki kemampuan untuk bernapas sendiri.

Baca juga:
Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Ventilator
5 Alat Bantu Pernapasan dan Kisah Sang Pejuang Napas

 

  1. Aspirator atau Suction Machine

    Alat aspirator adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyedot lendir ataupun cairan lain dari saluran pernapasan pasien agar dapat bernapas dengan baik. Pasien menggunakan masker yang tekanan udaranya diatur sedemikian lupa sehingga pasien akan terstimulasi untuk mengeluarkan cairan atau lendir dari paru-parunya.

  2. Tabung dan Regulator Oksigen

    Tabung oksigen memiliki kemampuan mengubah air menjadi oksigen. Oksigen kemudian akan disalurkan melalui selang ke saluran pernapasan pasien melalui mulut atau hidung pasien ke paru-paru. Sedangkan, regulator merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk mengendalikan tekanan oksigen yang diberikan kepada pasien tersebut.

  3. Oximeter

    Oximeter merupakan salah satu alat bantu pernapasan yang berfungsi untuk mengukur kadar oksigen dalam darah tubuh. Alat ini dihubungkan dengan sensor yang berfungsi untuk mengukur kadar oksigen pada jari-jari pasien.

Itu lah sepenggal kisah perjuangan Aini melawan salah satu jenis penyakit langka yang membuat kemampuan bernapasnya terganggu. Dengan kisah dan penjelasan tentang beberapa jenis alat bantu pernapasan, diharapkan dapat menambah informasi mengenai alat bantu.

Ditulis Oleh: Ray


Selain Aini, kamu juga bisa bantu mereka yang membutuhkan biaya pengobatan dengan cara berdonasi di Kitabisa. Untuk berdonasi, klik gambar di bawah ini!

banner_donasi_biaya_pengobatan

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons