Kisah Sukses Raffael Mengalahkan Penyakit Hemitrunkus

Apa jadinya jika kamu didiagnosa tidak bisa bertahan hidup hingga 4 tahun ke depan? Apakah kamu akan  duduk diam dan pasrah atau terus berjuang hingga diagnosa tersebut terpatahkan oleh semangatmu?

Kali ini, kita akan membahas sebuah kisah inspiratif dari seorang anak 9 tahun bernama Raffael yang terkena penyakit langka. Raffael didiagnonsa memiliki hemitrunkus kanan atau kelainan pembuluh darah jantung langka yang membuatnya didiagnonsa oleh dokter tidak mampu bertahan hingga 4 tahun ke depan.

Sudah Sering Keluar Masuk RS sejak Kecil

Raffael Vincent Deno Armando mungkin memiliki fisik yang sama seperti anak-anak pada umumnya. Putra dari Ibu Devi ini selalu tampil ceria, lucu, dan bersemangat selayaknya anak 9 tahun. Kondisi yang terlihat sehat-sehat  saja tentu tidak membuat orang tua Raffael curiga sama sekali.

Tentu menjadi hal yang sangat mengejutkan bagi Orang tua Raffael yang diberi tahu kalau Raffael memiliki kelainan pembuluh darah jantung langka dan tidak bisa  bertahan hingga 4 tahun ke depan.

Ternyata,jauh sebelum terdiagnosa penyakit hemitrunkus kanan Raffael memang sudah sering masuk ke rumah sakit sejak usianya 6 bulan. Bahkan, cobaan terberat bagi kedua orang tua Raff ketika Raff berusia 1 tahun.

Di usia tahun pertamanya, Raffael harus dirawat di rumah sakit hingga 6 kali karena kondisinya yang tiba-tiba drop secara drastis meskipun kondisi fisiknya baik-baik saja.

Raffael Didiagnosa Terkena Hemitrunkus Kanan

Demi Raffael, Saya Ga Boleh Sedih! . “Saya hampir pingsan waktu nemenin anak saya (Raffael) ke ruang operasi. Ga tega liat Raff dipasangin selang-selang, Pas Raff udah mau operasi, saya meluk dia kenceng banget. Saya ciumin pipinya. Waktu itu rasanya hati saya kayak direnggut. Di luar ruang operasi, saya sama suami berdoa terus terusan. Selesai operasi, dokter bilang masa kritisnya dua malem. Badan Raff dipasangin kabel-kabel. Saya mau nangis, tapi saya ga boleh sedih. Saya ga pingin Raff ikutan sedih. Tahun 2016, Raffael divonis sakit hemitruncus (kelainan pembuluh darah jantung). Tim dokter bilang Raff ga akan bertahan sampe 4 tahun lagi kalau ga segera dioperasi. Estimasi biaya operasinya sampe 350 juta. Puji Tuhan banyak orang baik yang mau bantu Raff. Sekarang Raff lagi pemulihan abis operasi. Saya mohon sekali doanya buat Raff. Saya pingin banget lihat Raff sehat lagi, bisa sekolah, bisa main-main sama temennya.” (Devi, Ibunda Raff) . *** . Sebanyak 221 orang baik berhasil mengumpulkan Rp 76 juta untuk membantu Raffael sembuh. Ayo kasih dukungan ke Raffael dan Ibundanya dengan cara tuliskan pesan semangat di kolom komentar!

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Tahun 2016 saat Raffael berusia 9 tahun, tiba-tiba ia mengalami sesak napas hebat meskipun sudah minum obat dari dokter. Melalui proses pemeriksaan yang panjang seperti rontgen, MRI, dan katerisasi jantung, tim dokter menemukan adanya saluran jantung dan pernapasan Raffael bergeser.

Hingga akhirnya, disimpulkan kalau Raffael memiliki kelainan hemitrunkus kanan atau kelainan pembuluh darah jantung langka dan hanya bisa ditangani dengan cara operasi. Selama 8 tahun, orang tua dan Raffael tidak mengetahui penyebab pasti mengapa kondisi Raffael naik turun dan mengharuskan keluar masuk dari RS.

Satu-satunya cara yang bisa menyembuhkan penyakit langka ini menurut dokter adalah tindak operasi. Dokter pun mengatakan kalau Raffael tidak mampu bertahan hingga 4 tahun ke depan jika tidak segera dilakukan operasi.

Biaya Operasi yang di Luar Kemampuan Keluarga Raffael

Mendengar hal tersebut, orang tua dari Raffael pun kebingungan memikirkan biaya pengobatannya. Mengingat Ayah Raffael bekerja di jasa ekspedisi dan ibunda Raffael hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Estimasi biaya operasi yang dibutuhkan Raffael untuk menaklukkan penyakit langkanya sekitar ratusan juta. Biaya ini berada di luar kemampuan ekonomi keluarga Raffael.  Hingga akhirnya seorang teman dari Ibunda Raffael berinisiatif untuk membantu dan menggalang dana melalui Kitabisa.com/selamatkanraffael.

Penggalangan dana ini dilakukan oleh Clara Widi yang merupakan teman satu almamater Ibunda Raffael sejak SD. Awalnya, Clara hanya menyebarkan di grup alumni sekolahnya terdahulu dan semakin bertambah setelah dimasukkan ke halaman kitabisa.com.

 

Ratusan donatur sudah mendonasikan uangnya  untuk kesembuhan Raffael. Dalam hitungan hari, puluhan juta  rupiah sudah berhasil dikumpulkan dan membantu biaya operasi Raffael. Operasi Raffael pun berjalan lancar dan kini tinggal menanti pemulihan dari Raffael saja.

“Puji Tuhan banyak orang baik yang mau bantu Raff. Sekarang Raff lagi pemulihan abis operasi. Saya mohon sekali doanya buat Raff. Saya pingin banget lihat Raff sehat lagi, bisa sekolah, bisa main-main sama temennya,” kata Ibunda Raffael.

Kisah inspiratif Raffael tentu bisa kita jadikan pelajaran untuk tidak mudah menyerah dan percaya kalau masih banyak orang baik yang bersedia membantu. Biaya pengobatan yang mahal pun bisa teratasi melalui galang dana secara online.

Tidak hanya membantu dengan berdonasi, ratusan teman dan keluarga pun berdoa  untuk kesembuhan serta memberi dukungan untuk Raffael.

 


Inspirasi perjuangan Raffael memang bisa menjadi motivasi baru bagi anak-anak lain yang sedang melawan penyakit.

Jika kamu mengenal anak yang sedang butuh biaya pengobatan dan galang dana melalui kitabisa.com, kontak kami dengan klik gambar di bawah ini untuk kirim pesan Whatsapp di 0813-1553-2353.

Comments

comments