Kisah Pilu Penyintas Autoimun yang Terdiagnosa Positif COVID-19

Setahun ke belakang tentu bukanlah tahun yang mudah bagi semua, tatanan hidup berganti dan ada banyak perjuangan untuk melewatinya. Sama halnya dengan Ari**, salah satu anggota Kitabisa Saling Jaga. Ada banyak hal terjadi di hidupnya setahun kemarin, tak terkecuali saat ia didiagnosa dokter mengidap autoimun.

Saat itu, Ari** merasakan anggota tubuhnya tidak berfungsi normal. Bahkan, ada saat dimana kaki serta anggota tubuh lainnya lumpuh tidak bergerak. Sedih sekali rasanya saat tahu bahwa kondisinya tubuhnya tidak seperti dulu, karena hal itu ia memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan fokus terhadap kesehatannya.

Penyintas Autoimun Berusaha Ikhlas Saat Keadaan Berubah Dalam Sekejap

Sebelumnya, Ari** adalah seorang wanita karir yang tinggal merantau dengan sang suami. Namun, karena kondisinya saat itu tidak memungkinkan untuk ia bekerja, akhirnya Ari** memutuskan untuk resign dan kembali ke rumah orang tua untuk menjalani pengobatan secara rutin. Saat itu, keadaan ekonominya tidak mencukupi untuk biaya berobat secara rutin, namun ia berusaha berpikir positif, berusaha semaksimal mungkin, lalu ia pasrahkan kepada sang Kuasa. Beruntung, Ari** memiliki sahabat yang mendukung dirinya di saat sulit sekalipun dengan membuka galang dana di Kitabisa.

Syukurlah, dana yang terkumpul akhirnya bisa digunakan untuk berobat. Kini, keadaan Ari** kian membaik dan dapat beraktivitas normal meskipun masih harus rutin melakukan check up ke dokter. Namun, ada saat dimana ia harus melakukan operasi di sumsum tulang belakangnya dan mewajibkan ia untuk tes PCR terlebih dahulu. Betapa terkejutnya Ari** saat tahu bahwa hasil tesnya menunjukkan bahwa dirinya positif COVID-19.

Khawatir Tak Bisa Bertahan dari COVID-19, Syukurlah Banyak Dukungan Datang

Setelah didiagnosa terpapar COVID-19, Ari** kemudian dirujuk ke rumah sakit daerah yang masih bisa menanganinya secara intensif. Saat menjalani perawatan pun ia harus dibantu alat bantu oksigen untuk bernafas karena kondisi dadanya sesak dan batuk berat. Di tengah kondisinya yang sangat lemah, ia tak hanya berpikir tentang dirinya saja. Namun, ia juga berpikir bagaimana keadaan keluarganya saat itu.

Syukurlah, kedua orang tua Ari** dalam kondisi sehat dan tidak terpapar COVID-19. Namun, sebagai orang tua tentunya mereka memiliki kekhawatiran jika melihat kondisi sang putri saat itu. Beruntung, Ari** dan keluarga tidak menjalaninya sendiri, ada banyak dukungan datang untuk mendoakan kesembuhannya mulai dari kerabat hingga lingkungan sekitar.

Di Tengah Kesulitan, Penyintas Autoimun Ini Dapat Bantuan Saling Jaga

Tak pernah terbesit di pikiran Ari** bahwa ia akan jadi salah satu penyintas COVID-19, di saat ia harus menjalani pengobatan autoimunnya. Semua tabungan yang awalnya untuk biaya pengobatan autoimun, kini harus ia keluarkan untuk memenuhi kebutuhan obat, vitamin, serta kebutuhan sehari-hari. Sempat menyerah dengan keadaan, namun Ari** teringat bahwa ia telah menjadi anggota Kitabisa Saling Jaga sejak tahun 2020.

Ia bersyukur, di tengah kesulitan ternyata keluarga donatur Saling Jaga selalu ada untuk membantunya. Kini, Ari** telah menerima manfaat berupa bantuan tunai sebesar Rp 5 juta untuk biaya hidupnya sehari-hari. Tak disangka, niat awalnya bersedakah untuk membantu proses kesembuhannya, justru membawa manfaat lebih saat dirinya membutuhkan bantuan.

Selain Ari**, kamu juga bisa dapatkan manfaat bantu sesama dan dibantu bersama dengan gabung di Saling Jaga. Cukup dengan patungan minimal Rp 10 ribu, kamu sudah bisa membantu dan dibantu saat sakit kritis dan COVID-19. Yuk, segera daftarkan dirimu dan orang terkasih di Saling Jaga!