Lahir Tanpa Anus, Hanan Lalui Operasi Penyambungan Anus Berkat Bantuan Orang Baik

  • Hanan lahir dengan sebuah kelainan sehingga ia tak memiliki anus. Untuk pencernaannya, dokter membuatkan lubang ekskresi di bagian perutnya.
  • Lahir dari keluarga sederhana, setiap hari sang ibu dan ayah bergantian mengganti kantong penampung feses sambil mengusahakan biaya untuk operasi anus Hanan.
  • Yayasan Indah bersedekah membuka galang dana untuk membantu Hanan operasi pembuatan anus melalui kitabisa.com/hananperlubantuan
  • Donasi terkumpul Rp 72.947. 058 dari 1910 donatur hingga Hanan bisa  menjalani operasi penyambungan anus berkat donasi yang terkumpul. 

Jakarta, 21 Oktober 2020 – Setiap orang tua pasti menginginkan anak yang sehat. Kondisi fisik yang sempurna membuatnya bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun ada satu kelainan yang cukup berbahaya jika ditemukan pada newborn atau anak yang baru saja lahir yaitu kondisi bayi lahir tanpa lubang anus. Kelainan ini dinyatakan berbahaya karena pencernaan anak dapat terganggu karena tubuhnya tidak bisa memproses makanan dengan sempurna.

Dengan kondisi demikian, tindakan operasi adalah satu-satunya jalan untuk mengobati penyakit ini. Analisa dan diagnosa oleh dokter menjadi hal yang harus diperhatikan untuk situasi seperti ini. 

Bayi Hanan Lahir Tanpa Lubang Anus. 

Hanan lahir dengan sebuah kelainan sehingga ia tidak memiliki anus. Untuk pencernaannya, dokter membuatkan lubang ekskresi di bagian perutnya. Lubang tersebut diberi kantong penampung untuk menampung feses.

Hanan terlahir tanpa lubang anus. Ia harus mengeluarkan feses melalui lubang di perut.
Hanan terlahir tanpa memiliki lubang anus. Ia harus mengeluarkan feses melalui lubang di perut.

Di usianya yang menginjak 5 bulan, Hanan sudah mulai merasa tidak nyaman dengan lubang tersebut. Saat buang air, ia terus menangis kesakitan. Jalan satu-satunya agar keadaan Hanan bisa seperti anak-anak pada umumnya adalah dengan menjalani operasi pembuatan lubang.

Lahir dari keluarga sederhana, setiap hari sang ibu dan ayah hanya bisa bergantian mengganti kantong penampung feses sambil mengusahakan biaya untuk operasi anus Hanan. Keduanya bekerja sambil bergantian menjaga Hanan, tak jarang mereka harus meminjam uang kepada saudara-saudara. Ini mereka lakukan agar Hanan bisa segera menjalani operasi. 

Operasi Berjalan Lancar Berkat Bantuan Donasi.

Yayasan Indah bersedekah membuka galang dana untuk membantu Hanan operasi pembuatan anus melalui kitabisa.com/hananperlubantuan. Donasi yang terkumpul untuk pengobatan adik Hanan sebesar Rp 72.947. 058 dari 1910 donatur. Di bulan Maret 2020, akhirnya Hanan berhasil menjalani operasi pertama untuk pembuatan lubang anus. Hanan masih memerlukan beberapa operasi untuk memastikan pengobatannya intensif dan memberikan hasil yang baik. 

Hanan saat menjalani operasi pembuatan lubang anus
Hanan saat menjalani operasi pembuatan lubang anus.
Hanan saat melakukan cek up rutin di rumah sakit pasca operasi.
Hanan saat melakukan cek up rutin di rumah sakit pasca operasi.

Di bulan Juli 2020, Hanan telah selesai menjalani operasi penyambungan anus. Hanan sudah sembuh berkat berbagai operasi yang sempat dijalaninya. Saat ini, Hanan meneruskan pengobatan rawat jalan.

Kesembuhan Hanan tak lepas dari berbagai dukungan dan bantuan orang baik melalui kitabisa.com/hananperlubantuan. Berkat bantuan Orang baik, kini Hanan bisa tumbuh sehat seperti anak lainnya. Untuk membantu anak-anak yang sakit lainnya bisa dilakukan melalui aplikasi Kitabisa yang tersedia di Playstore dan Appstore.