Puasa

Laksanakan Puasa Sunnah Idul Adha Berikut

Menjelang Idul Adha, Muslim di seluruh dunia melaksanakan puasa sunnah. Puasa ini dilakukan hampir sama dengan puasa Ramadhan. Bedanya hanya pada niat dan dasar pelaksanaannya. Selain itu, waktu puasa juga tidak selama Ramadhan meski pahala yang diberikan juga besar.

Puasa sunnah Idul Adha umumnya terbagi menjadi 3 jenis. Puasa ini dilaksanakan sebelum Salat Ied. Kalau kamu ingin mengenal lebih jauh tentang puasa sunnah yang dilaksanakan sebelum perayaan Hari Raya Qurban, simak ulasan berikut ini.

 

Jenis Puasa Sunnah Idul Adha

Puasa Dzulhijah

Puasa pertama yang bisa dilakukan bernama Puasa Dzulhijah, puasa ini dilakukan pada tujuh hari pertama. Pelaksanaan puasa Dzulhijah selama tujuh hari berturut-turut ternyata bukan tanpa alasan. Pada tujuh hari pertama ini peristiwa besar dalam Islam pernah terjadi.

Pada tanggal 1, Allah SWT mengampuni dosa Nabi Adam AS di Arafah dan mengampuni dosa orang yang berpuasa di hari itu. Selanjutnya pada tanggal 2, doa Nabi Yunus AS dikabulkan dan keluar dari perut ikan. Tanggal 3, doa Nabi Zakaria AS dikabulkan dan akhirnya memiliki keturunan.

Tanggal 4 dan 5 berturut-turut ada peristiwa kelahiran Nabi Isa AS ke dunia dan kelahiran Nabi Musa AS. Semua dosa diampuni dan derajatnya dinaikkan. Siapa saja yang puasa di hari itu akan terhindar dari siksa kubur.

Tanggal 6 Dzulhijah adalah hari saat Allah SWT membuka pintu berkah pada semua Nabi tanpa terkecuali. Siapa saja yang puasa di sini akan dimudahkan rezekinya. Terakhir pada tanggal 7, siapa saja yang berpuasa akan ditutup 30 pintu kesukaran,  serta dibukakan pintu kemudahan dengan jumlah sama.

Sebelum melaksanakan puasa Dzulhijah, Anda harus mengucapkan niat dahulu. Berikut niat yang digunakan: “Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillahi ta’ala”. Kalau menggunakan Bahasa Indonesia menjadi: “Saya berniat puasa sunnah Dzulhijah, karena Allah ta’ala.

 

Puasa Tarwiyah

Ibadah puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari ke-8 bulan Dzulhijah. Puasa ini adalah lanjutan dari tujuh puasa hari pertama Dzulhijah yang penuh keberkatan. Harapannya, puasa yang dilaksanakan bisa memberikan kesempurnaan khususnya mereka yang sedang melaksanakan ibadah Haji di Makkah dan Madinah.

Berikut niat Puasa Tarwiyah: “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”, apabila menggunakan Bahasa Indonesia, niatnya menjadi: “Saya berniat puasa Tarwiyah, karena Allah ta’ala.”

Puasa Arafah

Ibadah puasa sunnah terakhir yang dilaksanakan menjelang perayaan Idul Adha adalah Puasa Arafah. Puasa ini dilaksanakan bertepatan dengan posisi jemaah haji saat berada di Arafah. Melaksanakan puasa ini akan memberikan faedah berupa penghapusan dosa seperti tertulis pada Hadis Riwayat Muslim:

Puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lewat dan akan datang, dan Puasa Asyura mampu menghapus dosa setahun yang lalu.

Kalau kamu ingin melaksanakan puasa ini, berikut niatnya: “Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala” niat dalam bahasa Indonesia: “Saya berniat puasa Arafat, karena Allah ta’ala.

Puasa sunnah Idul Adha dilaksanakan menjelang perayaan Idul Qurban. Kalau kamu ingin mencoba melaksanakannya, tandai mulai sekarang kapan saja hari itu muncul. Salah satu cara yang bisa dilakukan agar tidak terlewat adalah menggunakan aplikasi dengan kalender Komariah di dalamnya.


Setelah melaksanakan puasa sunnah Idul Adha, kamu bisa lengkapi amalan dengan laksanakan qurban. Kamu bisa beli hewan qurban dengan harga terjangkau di Kitabisa

qurban murah

Comments are closed.