Kesehatan

Mengenal Hidrops Fetalis pada Janin dan Cerita Shaky yang Sembuh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hidrops Fetalis adalah kelainan serius pada janin dimana terdapat cairan yang masuk ke dalam dua atau lebih rongga pada jaringan tubuh janin. Akibatnya, terjadi penumpukan di daerah rongga perut, sekitar paru, jantung, dan jaringan di bawah kulit. Untuk mendeteksi kelainan ini, dapat dilakukan pemeriksaan USG.  Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada trimester pertama atau kedua.

 

Penyebab Hidrops Fetalis pada Janin

Mengenal Hidrops Fetalis pada Janin dan Cerita Shaky yang Sembuh

Hidrops Fetalis pada janin disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi cairan di ruang jaringan antar sel dengan pembuangannya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penumpukan di daerah-daerah tertentu.

Beberapa faktor risiko dapat mempengaruhi terjadinya hidrops fetalis, diantaranya:

  1. Riwayat Kesehatan Ibu
    Kesehatan ibu sangat berpengaruh dengan perkembangan janin dan juga ketika bayi sudah lahir. Hal yang perlu diperhatikan dalam riwayat kesehatan ibu antara lain rhesus negatif pada ibu, riwayat transfusi darah, penggunaan obat-obatan terlarang, pernah mengalami penyakit tiroid, diabetes, kolagen di pembuluh darah, melakukan transplantasi organ, mengalami trauma perut, masalah pembekuan darah, serta usia ibu saat hamil.
  2. Riwayat Kesehatan Keluarga
    Selain kesehatan ibu, riwayat kesehatan keluarga juga perlu diperhatikan. Riwayat kesehatan keluarga yang perlu diperhatikan antara lain bayi lahir dengan gejala kuning, anak kembar, kelainan genetik, riwayat air ketuban berlebih atau air ketuban sedikit, kelainan jantung bawaan pada kelahiran sebelumnya, serta riwayat penyakit hidrops fetalis sebelumnya.
Baca juga:
Atresia Ani: Pengertian, Gejala, dan Kasusnya
Hidrosefalus Pada Janin

 

Gejala Hidrops Fetalis

Mengenal Hidrops Fetalis pada Janin dan Cerita Shaky yang Sembuh

Sama seperti penyakit lainnya, hidrops fetalis bisa dikenali dengan mengetahui beberapa gejala berikut. Gejala dari penyakit ini dapat dilihat baik pada saat kehamilan atau saat bayi sudah lahir.

Gejala Saat Kehamilan:
  1. Banyaknya jumlah air ketuban
  2. Terjadi penebalan plasenta
  3. Pembesaran beberapa organ yang disebabkan penumpukan cairan di bagian perut, jantung, dan paru
Gejala Setelah Kelahiran:
  1. Kulit bayi yang berwarna pucat
  2. Bayi mengalami kesulitan bernapas
  3. Pembesaran organ hati dan limpa bayi, serta penumpukan cairan di dalam perut bayi

 

Cerita Kesembuhan Pasien Hidrops Fetalis

Mengenal Hidrops Fetalis pada Janin dan Cerita Shaky yang Sembuh

Shaky adalah bayi mungil yang berjuang melawan hidrops fetalis. Ia terlahir tanpa suara tangis dan kondisi fisik yang lemah. Kulitnya pucat dan hemoglobinnya sangat rendah yaitu 4,6 dari 17-22 gram/dL. Hal tersebut menyebabkan Shaky harus dirawat di NICU. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyatakan bahwa Shaky menderita penyakit hidrops fetalis.

Menurut dokter, penyebab dari hidrops fetalis yang diderita Shaky adalah karena kandungan darah Ibunda Shaky mengandung IgM atau IgG anti M (anti-M imunoglobulin) yang menghancurkan elemen darah bayi. Hal tersebut mengakibatkan Shaky memiliki hemoglobin (Hb) yang rendah. Tak hanya itu, Shaky juga mengalami pembengkakan di hepar dan adrenal, pembekakan jantung, serta tekanan di paru-paru yang tinggi.

Baca juga:
Rubella: Ancaman Besar yang Dapat Dilawan
Kisah Fariz Melawan Atresia Esofagus

 

Pengobatan yang Dijalani Shaky, Pejuang Hidrops Fetalis

Mengenal Hidrops Fetalis pada Janin dan Cerita Shaky yang Sembuh

Kondisi yang lemah membuat Shaky harus menggunakan alat bantu pernapasan, ventilator. Shaky menjalani berbagai proses pemeriksaan, salah satunya bronkoskopi. Bronkoskopi merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk mengecek trakea dan bronkus melalui alat bronkoskopi. Dengan tindakan ini, dapat diketahui penyebab dari produksi slime Shaky yang berlebih. Selain itu, Shaky juga harus melakukan transfusi darah agar Hb-nya naik, menerima obat inhale untuk menurunkan tekanan paru-paru, transfusi albumin artificial, dan transfusi trombosit.

 

Shaky Berhasil Melawan Hidrops Fetalis

Mengenal Hidrops Fetalis pada Janin dan Cerita Shaky yang Sembuh

Setelah melewati pengobatan yang cukup panjang, Shaky akhirnya diperbolehkan pulang. Kondisinya sudah mulai stabil dan bisa bernapas spontan tanpa bantuan alat. Shaky telah menjalani proses perawatan di ruang NICU selama 44 hari. Berkat bantuan dari para #OrangBaik yang berdonasi lewat galang dana di Kitabisa, Shaky akhirnya bisa berkumpul bersama Papa dan Mamanya di rumah. Memang ada sedikit pembengkakan di saluran napas Shaky, namun dokter mengatakan bahwa hal tersebut akan segera membaik secepatnya.


Kamu juga bisa membantu mereka yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan dengan cara berdonasi di Kitabisa.  Kamu bisa berbagi kebaikan dengan cara mudah dan cepat di website Kitabisa atau Aplikasi Kitabisa. Mari bantu mereka yang membutuhkan di sini!

banner_donasi_biaya_pengobatan

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons