Kesehatan

Mengenal Lupus, “Penyakit yang Sering Terlambat untuk Didiagnosis”

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Apa itu Lupus?

Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian tubuh seperti kulit, persendian, dan organ. Kronis menunjukkan bahwa tanda dan gejala cenderung muncul lebih lama, sekitar enam minggu atau bahkan selama bertahun-tahun. Selain itu, sistem kekebalan orang dengan lupus (odapus), yang merupakan bagian dari tubuh yang bertugas untuk melawan virus, bakteri, dan kuman mengalami gangguan. Dalam normalnya, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi yang akan melindungi tubuh dari virus, bakteri, dan kuman. Sementara itu, autoimun berarti sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan antara virus, bakteri, dan kuman dengan jaringan sehat dari tubuh. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh menciptakan autoantibodi yang kemudian akan menyerang dan menghancurkan jaringan sehat. Autoantibodi ini yang kemudian akan menyebabkan munculnya rasa nyeri, peradangan, dan kerusakan di beberapa bagian tubuh.

Lupus dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain (1) SLE atau Systemic Lupus Erythematosus, lupus yang dapat mengakibatkan berbagai kerusakan pada bagian tubuh tertentu. Lupus jenis ini sering ditemui; (2) Lupus diskoid, lupus yang menyebabkan ruam-ruam merah pada kulit; (3) Lupus kulit subakut, lupus yang menyebabkan luka parut (memar) pada kulit saat berada dibawah sinar matahari; (4) Lupus yang diinduksi oleh obat, lupus yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Tanda dan gejala biasanya akan hilang ketika berhenti minum obat; (5) Lupus neonatal, lupus jenis langka yang kemudian akan mempengaruhi bayi baru lahir. Ini kemungkinan disebabkan oleh antibodi tertentu dari Ibu bayi.

Siapa sajakah yang bisa terkena Lupus?

Siapapun bisa terkena lupus. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab pasti seseorang bisa didiagnosis penyakit lupus. Namun, menurut beberapa penelitian disimpulkan bahwa perempuan lebih berisiko untuk terkena penyakit lupus. Lupus diduga terjadi karena kelainan genetik. Susunan gen memiliki kelemahan karena terkena paparan faktor lingkungan tertentu misalnya ketidakseimbangan hormon, stres (fisik dan psikis), sinar matahari, infeksi, dan beberapa jenis obat atau zat kimia tertentu.

Apa sajakah tanda dan gejala dari Lupus?

Tidak mudah untuk menjadi seorang odapus karena lupus dapat memiliki banyak tanda dan gejala. Berbeda, antara odapus yang satu dengan odapus yang lainnya. Tanda dan gejala ini bisa datang dan pergi, dari ringan hingga berat. Kemudian tanda dan gejala yang baru akan muncul lagi. Secara umum tanda dan gejala lupus antara lain:

  1. Nyeri atau pembengkakan pada persendian terutama di daerah lengan dan tungkai, menyerang lebih dari dua sendi dalam jangka waktu yang lama
  2. Nyeri otot
  3. Demam tanpa penyebab yang diketahui
  4. Ruam merah, ruam ini paling sering muncul pada wajah yang sayapnya melintang dari pipi ke pipi, disebut “butterfly rash
  5. Nyeri dada terutama saat berbaring atau menarik napas dalam
  6. Rambut rontok
  7. Jari tangan atau jari kaki pucat atau berwarna keunguan dan kebiruan saat udara dingin
  8. Sensitif terhadap sinar matahari
  9. Pembengkakan di kaki atau di sekitar mata
  10. Sariawan yang tidak sembuh-sembuh di mulut
  11. Kelenjar bengkak
  12. Merasa sangat lelah dan lemah yang berlebihan
  13. Kejang atau kelainan saraf lainnya

Apabila tanda dan gejala ini muncul, maka odapus harus segera melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Semakin cepat terdiagnosis dan mendapatkan penanganan yang sesuai, odapus dapat terhindar dari risiko perjalanan penyakit yang semakin berat atau kematian.

 Bagaimana saya tahu jika saya terkena Lupus?

Tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosis lupus sehingga lupus sering disalahartikan sebagai penyakit yang lain. Jadi, mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun bagi seorang dokter untuk mendiagnosisnya. Beberapa pemeriksaan yang mungkin akan dilakukan oleh dokter antara lain:

  1. Riwayat kesehatan
  2. Tes lengkap
  3. Tes darah
  4. Biopsi kulit (melihat sel dan jaringan kulit di bawah mikroskop)
  5. Biopsi ginjal (melihat sel dan jaringan dari ginjal di bawah mikroskop)

Apa sajakah obat untuk Lupus?

Secara khusus tidak ada obat untuk lupus, tetapi obat-obatan dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu untuk mengendalikannya tanda dan gejala yang muncul.

Bagaimana kondisi odapus saat ini?

Seseorang yang terdiagnosis penyakit kronis akan mengalami beberapa fase sebelum menerima keadaan bahwa dirinya sakit dan perlu pengobatan. Fase itu antara lain denial, anger, bargaining, depression, hingga acceptance. Odapus akan sulit untuk melalui fase-fase ini. Masa dalam fase acceptance akan lebih panjang. Jika orang terdekat (keluarga) tidak memberikan dukungan dengan baik, maka odapus akan terus berada dalam fase depresi.  Saat ini masih banyak orang yang mengganggap kalau lupus merupakan penyakit menular. Masyarakat mengucilkan odapus karena takut tertular. Odapus juga dianggap lemah dan tidak berdaya, tidak bisa melakukan aktifitas seperti orang pada umumnya sehingga odapus disarankan untuk keluar dari pekerjaan dan tidak diterima saat mendaftar di satu sekolah atau pekerjaan. Keadaan ini tentunya akan semakin memperberat beban psikologis odapus yang pada akhirnya kemudian dapat memperparah penyakit.

Bagaimana cara untuk bisa mengatasi Lupus?

Odapus dan orang terdekat termasuk keluarga harus terus berupaya untuk meningkatkan pengetahuannya yang benar tentang penyakit lupus. Odapus harus bisa menemukan cara untuk mengatasi stres karena penyakit. Odapus harus senantiasa berolahraga dan menemukan cara untuk bersantai. Dan odapus pun kemudian disarankan untuk bergabung dalam suatu support group. Support group merupakan salah satu strategi agar odapus dapat cepat beradaptasi terhadap penyakit dengan baik. Melalui support group, odapus dapat memperoleh berbagai informasi terbaru tentang penyakit, sarana berbagi dan belajar dari pengalaman odapus lain, mengikuti kegiatan positif, hingga cara mengumpulkan donasi untuk biaya pengobatan. Pada akhirnya odapus diharapkan dapat beraktifitas normal dan melanjutkan hidup yang lebih berkualitas lagi.

Tetap semangat untuk odapus di seluruh Indonesia!

Referensi:

NIH: National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases


Seperti Alyssa, kamu juga bisa menolong keluarga, sahabat, atau tetanggamu yang sedang butuh bantuan biaya pengobatan dengan cara galang dana di Kitabisa. Melalui galang dana di Kitabisa, kamu bisa menerima donasi dari keluarga, sahabat, dan para donatur yang tergerak membantu.

Kamu bisa konsultasi galang dana untuk biaya pengobatan dengan cara, klik : ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 081315532353.

galang dana online

 

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons