Topik

Zakat Profesi: ‎Dasar Hukum, Ketentuan, Dan Tata Cara Mengeluarkan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Zakat merupakan sebagian harta yang wajib dikeluarkan kepada orang yang berhak menerimanya. Zakat termasuk rukun Islam yang menjadi salah satu unsur penting untuk menegakkan syariat Islam. Oleh karenanya, wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu untuk mengeluarkan zakat dari sebagian hartanya. Nah, selain zakat fitrah dan zakat mal, ada satu lagi zakat yang juga wajib dikeluarkan oleh umat Muslim, yaitu zakat profesi.

Sekilas Tentang Zakat Profesi

karyawan zakat profesi

Zakat profesi atau zakat pendapatan merupakan sebagian harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim dari gaji atau penghasilannya. Zakat ini dikenakan untuk setiap pekerjaan yang mendatangkan penghasilan halal dan sudah memenuhi nisab, baik itu dilakukan sendiri, kelompok, atau bersama lembaga.

Dasar Hukum Zakat Profesi

Ada sebagian kalangan yang menganggap zakat profesi tidak ada dalam Islam, yang ada adalah zakat mal. Namun, hakikat dari kedua jenis zakat ini sebenarnya tidak jauh berbeda. Sebab, setiap Muslim yang memiliki harta dan sudah memenuhi syarat-syaratnya, maka wajib baginya untuk berzakat. Adapun dasar hukum zakat profesi ini terdapat dalam firman Allah SWT dalam surat Adz Dzariyat ayat 19, yang artinya:

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang – orang yang meminta dan orang-orang miskin yang tidak mendapatkan bagian . “ (QS. Adz-Dzariyat: 19)

Ayat tersebut juga dikuatkan lagi oleh firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 267, yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (QS. Al-Baqarah: 267)

Ketentuan Zakat Profesi

Zakat profesi memang diwajibkan bagi setiap Muslim yang memiliki penghasilan. Namun apabila penghasilan yang didapatkan habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka gugur kewajibannya untuk mengeluarkan zakat.

Zakat ini dapat dikeluarkan sebanyak 2,5% setiap bulan atau setiap tahun ketika pendapatan tersebut mencapai nisab dan haul. Nisab zakat profesi ini mengambil rujukan dari nizab hasil perkebunan atau pertanian, yakni sebesar 5 wassaq atau setara 652 kilogram beras atau bahan makanan pokok yang dimakan sehari-hari. Jadi apabila harga 1 kilogram beras saat ini Rp7.000, maka syarat wajib untuk mengeluarkan zakat profesi adalah ketika penghasilan Anda lebih dari Rp4.564.000.

Sementara, haul merupakan lama pengendapan harta yang dihitung selama satu tahun. Namun, ada beberapa ulama yang tidak mensyaratkan haul dalam mengeluarkan zakat profesi, tetapi dikeluarkan langsung setiap bulan setelah mendapat harta karena menqiyaskannya dengan zakat pertanian yang wajib dibayarkan setiap waktu panen.

Cara Menghitung Zakat Profesi

Berikut adalah contoh cara menghitung zakat profesi dari penghasilan yang Anda dapatkan.

Cara Menghitung Zakat Profesi yang dikeluarkan Sebulan Sekali

Zakat profesi yang dibayarkan setiap bulan secara langsung adalah sebesar 2,5 persen dari penghasilan kotor (bruto). Metode ini lebih tepat bagi mereka yang dilapangkan rezekinya oleh Allah SWT. Semisal, Anda memiliki pendapatan sebesar Rp5.000.000 per bulan, maka jumlah harta yang wajib Anda zakatkan setiap bulannya adalah Rp5.000.000 x 2.5%, yaitu Rp125.000.

Cara Menghitung Zakat Profesi yang dikeluarkan Setahun Sekali

Selain membayarkan zakat profesi setiap bulan, Anda juga bisa membayarkan zakat profesi setiap satu tahun sekali. Untuk besarnya, zakat bisa dihitung 2,5% dari penghasilan yang sudah dipotong dengan kebutuhan pokok. Cara ini lebih adil bagi orang-orang yang penghasilannya pas-pasan. Sebagai contoh, apabila Anda memiliki penghasilan sebesar Rp3.000.000 per bulan dengan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari sebesar Rp2.500.000 per bulan, maka jumlah zakat yang wajib Anda bayarkan dalam setahun adalah 2,5% x (Rp3.000.000 – Rp2.500.000), yakni sebesar Rp12.500 per bulan atau Rp150.000 per tahun.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai dasar hukum, ketentuan, serta tata cara mengelurkan zakat profesi.

Kalau kamu ingin menyalurkan zakat kepada orang yang tepat dan berhak menerimanya, kamu bisa mengeluarkan zakat secara online melalui zakat.kitabisa.com atau Whatsapp ke Zaki dengan klik tombol di bawah.

konsultasi zakat

Comments

comments

Digital Storyteller Kitabisa.com. Passionate on helping Indonesia nonprofits going digital.

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons