Difabel

Pendidikan dan Rehabilitasi Anak Difabel

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Anak difabel memiliki kemampuan yang berbeda dalam menjalankan aktivitas, bila dibandingkan dengan anak-anak normal kebanyakan. Anak-anak ini memiliki keterbatasan aktivitas sehingga mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas yang berupa tindakan.

Ternyata, ada sebuah yayasan yang khusus mengabdikan diri untuk memberikan pendidikan dan rehabilitasi gratis untuk anak-anak difabel dari keluarga tidak mampu. Yuk, kenali Yayasan-yayasan yang peduli pendidikan dan rehabilitasi khusus untuk anak disabilitas berikut ini.

 

Yayasan LombokCare

anak difabel

 LombokCare merupakan rumah yang dikhususkan untuk anak-anak difabel dari keluarga miskin dan tidak mampu. Yayasan ini dibangun pada tahun 2010 dan memiliki komitmen berjuang agar anak-anak yang memiliki kemampuan berbeda (difabel) mendapatkan hak dalam segi pendidikan dan kesehatan.

 

Tujuan Yayasan LombokCare

rehabilitasi difabel

Yayasan LombokCare, yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, melayani semua anak difabel dengan sepenuh hati. Saat orang tua mengajak mereka ke yayasan ini, mereka akan disambut dengan senyuman yang tulus sehingga mereka tidak akan merasa takut. 

Mereka juga akan ditangani secara profesional oleh staf-staf yayasan yang berpengalaman dengan harapan mereka dapat menjadi mandiri, percaya diri, dan tumbuh berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. 

LombokCare dari sejak tahun 2010 sampai sekarang telah membantu lebih dari 300 anak yang memiliki kemampuan yang berbeda. Usia anak-anak pun beragam, mulai dari umur 9 bulan hingga 16 tahun. Anak-anak tersebut terdiri dari berbagai macam diagnosa, seperti hidrosefalus, cerebral palsy, mikrosefalus, down syndrome, ADHD, speech delay, autis, gizi buruk, keterlambatan tumbuh kembang, hingga mental. 

Baca juga:
Semangat Nussa untuk Teman Difabel
Kursi Roda untuk Hidup Teman Difabel yang Lebih Baik

 

Jenis Pelayanan

Yayasan LombokCare menyediakan berbagai pelayanan profesional yang terdiri dari rehabilitasi: Okupasi Terapi, Fisioterapi Anak, Sensori Integritas, dan Terapi Wicara dan edukasi: Life Skills and SLB Pelangi. Semua pelayanan ini diperuntukkan untuk keluarga miskin dan tidak mampu tanpa dipungut biaya sepeser pun.

 

Hambatan-Hambatan yang Dihadapi

rehabilitasi difabel

Anak-anak yang mengalami disabilitas (difabel) di Nusa Tenggara Barat yang berasal dari keluarga tidak mampu cukup banyak. Kebanyakan dari mereka belum mendapatkan penanganan yang serius. Hal ini terjadi karena banyak di antara keluarga tersebut tidak mengetahui informasi tentang anak disabilitas dan cara menyikapinya. Ditambah lagi fasilitas dan pelayanan khusus untuk anak-anak ini sangatlah kurang bahkan tidak tersedia di tingkat desa dan kecamatan. 

Keluarga-keluarga ini juga tinggal cukup jauh dari pusat kota alias tinggal di pelosok desa. Biaya hingga alat transportasi yang minim menjadi hambatan sehingga tidak mampu menjangkau fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di kota. 

Hambatan lain yang terjadi adalah program pelayanan yang ada di Yayasan LombokCare ini berkelanjutan. Tidak akan berhasil jika hanya datang satu kali. Beberapa pelayanan untuk anak difabel membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun bergantung pada diagnosanya. Terapi yang dilakukan berkala bertujuan agar setiap anak mengalami perkembangan dan kemajuan yang signifikan. Untuk itu diperlukan komitmen dari keluarga anak tersebut.

 

Hasil Terapi di LombokCare

Usaha staf-staf LombokCare dan didukung oleh komitmen yang tinggi dari orang tua dan anak-anak, banyak anak disabilitas mendapatkan perkembangan yang signifikan, seperti sudah bisa berjalan, duduk, berdiri, berbicara, bernyanyi, berhitung, melukis, membuat kerajinan tangan, hingga mengoperasikan komputer.

Inilah sedikit informasi tentang LombokCare, yayasan yang memfokuskan diri untuk membantu pendidikan dan rehabilitasi anak-anak difabel. 


Beri dukungan untuk Yayasan LombokCare dengan cara berdonasi di Kitabisa. Klik gambar di bawah ini.

banner_donasi_umum

Comments are closed.