Qurban

Qurban untuk Keluarga, Bagaimana Hukumnya?

Idul Adha hampir tiba. Sedikit berbeda dengan Idul Fitri, makna mendalam hari raya Qurban begitu terasa. Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia, pelaksanaan hari raya ini lebih semarak ketimbang Idul Fitri.

Bukan semata mudik dan silaturahmi, tetapi juga bagaimana ritual penyembelihan hewan yang mendatangkan pahala qurban untuk keluarga. Bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk berqurban jadi kenikmatan yang patut disyukuri.

Ibadah qurban merujuk pada penyembelihan hewan berupa kambing, sapi, atau unta dengan niat menaati perintah Allah Swt. Pelaksanaannya pun hanya setelah salat Idul Adha serta hari tasyrik. Di luar waktu tersebut maka tidak bisa disebut qurban. 

Lalu, bagaimana hukumnya jika kamu ingin berqurban untuk satu keluarga? Mari simak penjelasan berikut.

 

Hukum Qurban untuk Satu Keluarga

Tentu kamu sudah memahami ketentuan soal peruntukkan kambing atau domba maupun sapi. Kambing dan domba hanya dapat diniatkan qurban satu orang. Sementara, sapi bisa diperuntukkan hingga tujuh orang sehingga mereka boleh patungan untuk satu ekor sapi dan diniatkan qurban bersama.

Apakah seekor kambing bisa untuk qurban satu keluarga?

Nah, secara fikih formal, penyembelihan kambing hanya berlaku untuk satu orang saja. Maka, hukumnya tidak sah apabila ada dua sampai tiga orang meniatkan qurban atas seekor kambing. Namun, satu orang yang berqurban dapat berbagi pahala untuk anggota keluarga lainnya alias sekeluarga. Jelas ya, kamu perlu membedakan qurban dan pahala dari ibadah ini. 

Boleh-boleh saja seorang ayah niat berqurban seekor kambing atas nama dirinya. Nanti ia akan menyertakan anak istrinya dalam meraup pahala qurban untuk keluarga. Hal ini pun sudah diriwayatkan dalam hadis berikut. 

Dalam hadis dari Abu Ayyub RA mengatakan, “Pada masa Rasulullah SAW, seorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi, Minhaajul Muslim, Hal. 264 dan 266).

Bahkan, Nabi Muhammad SAW. pun berqurban dengan mengatasnamakan dirinya dan seluruh umat. Peristiwa itu diriwayatkan oleh Abu Daud saat Rasulullah bersabda. 

“Ya Allah ini, qurban, dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.” (HR. Abu Daud, No. 2810 dan Al Hakim 4:229).

Kedua hadis itu sudah memaparkan dengan jelas bagaimana hukum berqurban untuk satu keluarga. Lalu, apa yang dimaksud dengan ketentuan kambing hanya untuk satu orang dan sapi maksimal tujuh orang?

Ternyata ketentuan itu berlaku bagi biaya pengadaannya. Jadi, jika kamu ingin berqurban kambing, pembiayaan kambing itu hanya boleh dari satu sumber. Mari simak ilustrasi berikut. 

Keluarga Bapak Amad terdiri dari sepasang suami istri dan tiga anak. Mereka memutuskan menyembelih satu ekor kambing untuk salah satu anggota keluarga yang telah memenuhi syarat qurban, dalam hal ini Pak Amad sendiri. Maka, Pak Amad membiayai pembelian satu ekor kambing. Namun, pahalanya berlaku bagi seluruh anggota keluarga Bapak Amad.

 

Apa itu Sunnah Kifayah?

Sunnah kifayah merujuk pada gugurnya tuntutan kesunnahan bagi anggota keluarga lain yang tidak berqurban. Dalam keluarga Pak Amad, ketika sang ayah sudah berqurban, walau istrinya hendak berqurban juga, istri serta anak-anaknya tetap memperoleh pahala kesunnahan. 

Oleh karena itu, kamu juga perlu memperhatikan batasan anggota keluarga supaya bisa beroleh pahala qurban atas satu ekor kambing, yaitu:

  1. Harus anggota keluarga yang tinggal satu rumah
  2. Berstatus istri, anak, atau masih punya hubungan keluarga
  3. Anggota keluarga tersebut menjadi tanggungan nafkah kepala keluarga.

Jika syarat tadi terpenuhi, maka kamu boleh melaksanakan qurban untuk satu keluarga. Pahala qurban untuk keluarga pun terpenuhi. Niatkan dengan ikhlas agar seluruh anggota keluarga bersukacita menyambut hari raya istimewa ini ya.


Kamu bisa berqurban dengan mudah melalui Kitabisa. Selain transparan dan sesuai syariat, harga hewan qurban di Kitabisa juga sangat terjangkau. Yuk, qurban sekarang bersama ribuan OrangBaik lainnya.

qurban online

Comments are closed.