Tag

galang dana

Browsing

Jakarta, 3 Desember 2018 – Penggalangan dana yang dilakukan oleh GOJEK bersama Badan Amil Zakat NAsional (BAZNAS) mendapat respon positif dari berbagai pihak. Terbukti, GOJEK berhasil mengajak penggunanya berdonasi online untuk membantu restrukturisasi Palu dan Donggala.

Terhitung sejak tanggal 29 September hingga 28 Oktober 2018, telah terkumpul donasi sebesar Rp 1.086.594.332 dari 13 ribu #OrangBaik. Dari total tersebut, lebih dari 70% diantaranya memberikan donasi mereka melalui sarana pembayaran non-tunai GO-PAY pada aplikasi GOJEK.

Dalam acara konferensi pers Pengumuman Donasi, Chief of Corporate Communications GOJEK, yaitu Nila Marita mengatakan bahwa bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala menyisakan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Selama masa tanggap darurat, GOJEK telah mengirimkan paket bantuan seberat 30 ton, yang meliputi makanan siap saji, selimut, terpal, dan perlengkapan bayi.

gojek dan baznas

Nila mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan bersama Kitabisa.com dan BAZNAS memberikan kemudahan donasi secara online. Masyarakat dapat memberikan donasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Selain itu, GO-PAY tidak memberikan batasan nominal dalam berdonasi, sehingga masyarakat dengan bebas bisa langsung melakukan pembayaran hanya dengan sekali klik.

Arifin Purwakananta selaku Deputi BAZNAS mengakui bahwa kolaborasi yang dilakukan bersama GOJEK dan Kitabisa.com mempermudah masyarakat untuk berdonasi, terlebih dalam kegiatan membantu masyarakat yang tertimpa musibah bencana. Pada kesempatan yang sama, Arifin menjelaskan bahwa bantuan yang terkumpul akan digunakan BAZNAS untuk membangun hunian sementara (Huntara) bagi para korban gempa yang kehilangan tempat tinggal mereka.

gojek dan baznas

CEO Kitabisa.com, Alfatih Timur, dalam acara yang sama juga menyambut baik kolaborasi yang terbangun antara pihaknya, GOJEK dan BAZNAS. Alfatih mengungkapkan bahwa Kitabisa.com berupaya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berdonasi secara online. Dengan adanya metode donasi melalui GO-PAY, Alfatih percaya bahwa hal tersebut dapat membuka kesempatan yang sangat luas bagi masyarakat untuk berdonasi lewat platform Kitabisa.com.

Hal yang menarik dari kolaborasi ini adalah, munculnya kebiasaan baru yang datang dari donatur. Melalui GO-PAY, banyak donasi yang masuk hanya berkisar 10ribu-20ribu rupiah per transaksi. Menariknya lagi, dari total donasi yang masuk melalui GO-PAY, gabungan dari minimum donasi tersebut justru menghasilkan total donasi yang paling tinggi dari campaign ini.

gojek dan baznas
Penyerahan Donasi dalam Acara Konferensi Pers Pengumuman Donasi di Jakarta, 3 Desember 2018

 

IDN Media adalah perusahaan multi-platform media terkemuka untuk Millennials dan Gen Z. Misi dari IDN Media adalah untuk menjadi suara dari Millennials dan Gen Z di Indonesia.

 

Program Apresiasi Pahlawan dari IDN Media

Pada tanggal 10 November 2018, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, IDN Media mengajak kita semua untuk menolak lupa. Bersatu dan membantu adalah hal yang dapat kita lakukan untuk memperingati Hari Pahlawan. IDN Media mengapresiasi perjuangan para veteran bangsa Indonesia dengan program #BantuJagoan. #BantuJagoan adalah program dari IDN Media yang ditujukan untuk mendukung veteran kemerdekaan di hari tua. Dalam program ini, IDN Media membuat galang dana yang nantinya akan diberikan kepada para veteran, salah satunya Pak Soeparno.

View this post on Instagram

#BANTUJAGOAN – APRESIASI UNTUK VETERAN PEJUANG” – Soeparno (90), sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk berjuang membela tanah air. Sejak usia 16 tahun ditugaskan berperang dari Sabang sampai Marauke. Kini, hari tuanya hidup sebatang kara dan sakit-sakitan. Hari-harinya hanya diisi dengan menulis kalender Jawa, dan menyaksikan pemakaman rekan-rekannya sesama veteran pejuang. – Sunardi (69), tergolong Veteran Pembela karena berjuang setelah kemerdakaan, mempertahankan Timor Timur melawan bangsa Portugis. Kini ia hidup dalam keterbatasan, dan berjuang membiayai pengobatan sang istri yang mengalami stroke. Bahkan, Sunardi juga mengurusi Soeparno, yang sudah tak mampu bergerak sendiri. – Dalam rangka Hari Pahlawan, mari bantu para veteran mendapatkan hari tua yang layak dengan berdonasi ke kitabisa.com/idnuntukveteran Untuk donasi yang menggunakan Sakuku akan mendapatkan special merchandise. (Selama persediaan masih ada) – Dukung juga mereka dengan klik LIKE dan mengetik “Terima kasih Pahlawan!” di kolom komentar! – #BantuJagoan #ApresiasiUntukVeteran #JanganLupakanPahlawan #BantuVeteran #BantuPahlawan #OrangBaik #HariPahlawan #Pejuang #Indonesia

A post shared by IDN Times (@idntimes) on

 

Cerita Veteran di Masa Tua

Pak Soeparno adalah veteran kemerdekaan berusia 90 tahun. Dari tahun 1944 hingga 1950, tak terhitung banyaknya momen bersejarah yang pernah beliau ikuti, mulai dari perjuangan di Aceh, Kalimantan, hingga Ambon. Namun saat ini, Pak Soeparno hidup seorang diri di rumah dinas. Beliau hanya bisa mengandalkan bantuan dari pemerintah, untuk biaya pengobatan dan sehari-hari. Tak banyak kini yang bisa ia lakukan, karena sakit yang dideritanya. Hari-hari Pak Soeparno hanya diisi dengan menulis kalender Jawa.

Pak Soeparno hanyalah salah satu dari sekian banyak para veteran bangsa yang hidup dengan keterbatasan. Masih banyak kisah pejuang lainnya yang tak kalah haru. Kita semua mungkin tahu, hanya seringkali lupa. Maka dari itu, IDN Media mengajak kita untuk segera beraksi dan mulai berpartisipasi.

View this post on Instagram

Adalah Eyang Soeparno (90 tahun). Beliau adalah mantan pejuang angkatan 45. Demi kemerdekaan Indonesia, beliau taruhkan nyawa di medan perang dari Aceh hingga Ambon tanpa kenal lelah. . Bagi orang di sekitarnya, beliau adalah pejuang sejati. Karena meski hidup dalam keterbatasan, beliau tak pernah mengeluh. Justru, beliau jalani hidup penuh syukur. . Untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan Eyang Soeparno mengandalkan bantuan pemerintah. Meski seringkali, uang pribadi ia gunakan jika ada pengobatan yang tak masuk dalam jaminan. . Hari ini adalah hari pahlawan. Mengenang kembali jasa pahlawan seperti eyang Soeparno. Mari tunjukkan penghormatan kita bagi beliau dengan memberikan hari tua yang layak dengan berdonasi melalui: kitabisa.com/idnuntukveteran . . Hari ini juga momen yang tepat untuk menunjukkan rasa terima kasihmu kepada veteran Indonesia dengan cara ketik “Terima kasih pejuang!” di kolom komentar. . Satu komen darimu menjadi semangat untuk Eyang Soeparno menjalani hari tuanya. . #BantuJagoan #ApresiasiUntukVeteran #JanganLupakanPahlawan #BantuVeteran #BantuPahlawan #OrangBaik #HariPahlawan #Pejuang #Indonesia #kitabisa #OrangBaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

 

Berdonasi = 1 Kaos

Terhitung sejak 2 November 2018, IDN Media telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 101.987.208 atau 102%. Donasi tersebut terkumpul dari 928 donatur melalui campaign kitabisa.com.id/iduntukveteran . Donasi tersebut akan disalurkan untuk para veteran agar mendapatan hari tua yang layak.

Seluruh donasi yang terkumpul sepenuhnya akan diberikan oleh IDN Media untuk para veteran kemerdekaan di bawah program #BantuJagoan. IDN Media juga akan memberikan merchandise berupa kaos #BantuJagoan bagi donatur yang berdonasi melalui Sakuku.

IDN Untuk Veteran

Jika perusahaan atau organisasi kamu ingin berkolaborasi dengan Kitabisa untuk membuat dampak sosial yang nyata, silakan hubungi Kitabisa via email: [email protected]

Kelompok Mahasiswa Solo Bantu Menghadirkan Solusi Kekurangan Air di Banda Neira

Banda Neira memang terkenal dengan keindahan pesona alam lautnya. Namun, selama bertahun-tahun, masyarakat di Banda Neira hidup dengan kurang dari 1 % sumber air tanah yang bisa dikonsumsi karena selebihnya merupakan air asin dan beku.
Lewat program Doing Good Challenge (DGC) tahun 2016 yang diinisiasi oleh Paragon, tim KKN mahasiswa dari UNS Solo  tergerak untuk galang dana dan berhasil meningkatkan kualitas lingkungan hidup di masyarakat Banda Neira. Galang dana tersebut berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp 8 juta dari puluhan donatur.

 

View this post on Instagram

 

Kurang dari 1% sumber air tanah di Banda Neira yang bisa dikonsumsi. Sumber air di Banda kebanyakan air asin dan beku. . Permasalahan tersebut menggerakkan tim KKN Banda Neira dari Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk menjadi bagian dari solusi. . Melalui Doing Good Challenge (DGC) 2016, Tim KKN Banda Neira galang dana untuk berkontribusi meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Banda Neira. Galang dana ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 8 juta dari puluhan donatur (lihat: kitabisa.com/bandaneirabercahaya). . Sama seperti Tim KKN Banda Neira UNS, kamu dan teman-teman kampusmu juga bisa mendaftarkan inisiatif sosialmu dalam kompetisi galang dana DGC 2018. Melalui DGC, kamu bisa ikut kompetisi penggalangan dana dengan hadiah tambahan donasi untuk mewujudkan inisiatif sosialmu. . Daftarkan dirimu untuk ikut DGC dengan cara, klik: doinggood.kitabisa.com (link di bio). . Ajak temanmu untuk ikut kompetisi ini dengan cara: tag/mention teman kampusmu di kolom komentar! #doinggoodchallenge2018 #doinggood #kitabisa #orangbaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Melihat semangat inisiatif sosial yang dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia, kompetisi Doing Good Challenge (DGC) 2.0 kembali diadakan oleh Paragon. Paragon adalah sebuah perusahaan manufaktur kosmetik terbesar di Indonesia yang menaungi brand-brand ternama seperti Wardah, Make Over, Emina, dan Innovative Xalon.

Kolaborasi Paragon dengan Kitabisa.com & Indorelawan

Menjadi perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, Paragon mengadakan tantangan untuk para anak muda khususnya mahasiswa di seluruh Indonesia untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.
Pada tahun 2018, Paragon kembali berkolaborasi dengan Kitabisa.com serta Indorelawan.org untuk mewadahi inisiatif anak muda Indonesia yang diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Tantangan ini terbagi menjadi 2 kategori, yaitu tantangan untuk membuat aksi sosial  dan aksi galang dana.  Dalam kompetisi DGC, para mahasiswa bisa membuat aksi sosial atau galang dana yang berfokus pada 4 pilar Paragon Technology & Innovation yakni: Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, dan Lingkungan.

Doing Good Challege Berhasil Mengumpulkan Ratusan Juta Donasi

Antusiasme mahasiswa Indonesia terhadap tantangan ini terus mengalir. Pada DGC 2.0, Paragon kembali berhasil mengumpulkan total donasi sebanyak Rp 278 juta donasi dari 37 mahasiswa penggalang dana di Indonesia.
Semua mahasiswa yang mendaftarkan aksi sosial maupun aksi galang dana akan dinilai langsung oleh Tulus (Musisi, Brand Ambassador Wardah), Al Fatih Timur (CEO Kitabisa.com), dan Widharmika Agung (Co-Founder Indorelawan.org).

Dari kompetisi galang dana, DGC sudah mengumumkan pemenang dari kompetisi ini yaitu:
  • David Ganda sebagai pemenang ide penggalangan dana terbaik Kategori Kesehatan (lihat: kitabisa.com/iqbalbutuhkamu )
  • Nadhira Alifa sebagai pemenang ide penggalangan dana kategori lingkungan (lihat: kitabisa.com/ayoberbagikebaikan )
  • Suyyibah sebagai pemenang ide penggalangan dana terbaik kategori pendidikan (lihat: kitabisa.com/sekolahlayaksangsanah )
  • Sarah Nuri Syahida sebagai pemenang ide penggalangan dana terbaik kategori pemberdayaan perempuan (lihat: kitabisa.com/hadiahuntukcindi )
  • Muhammad Revaldi sebagai pemenang penggalangan dana dengan donatur terbanyak (lihat: kitabisa.comayobantuarfan )
  • Siti Lailatul Azizah sebagai pemenenang penggalangan dana dengan donasi terbanyak (lihat: kitabisa.com/bantumbahsukinem )
Setiap pemenang diberikan hadiah berupa uang sejumlah Rp. 7,5 juta.

 

View this post on Instagram

 

Selamat Kepada Para Pemenang Doing Good Challenge . Kompetisi Doing Good Challenge yang mengajak para mahasiswa untuk mewujudkan aksi kebaikan telah berakhir. Selamat kepada para pemenang ide terbaik, donatur, dan donasi terbanyak. Kompetisi ini bukanlah akhir melainkan awal untuk terus melanjutkan aksi kebaikan! . Doing Good Challenge adalah kolaborasi @paragon.id @wardahbeauty @indorelawan dan @kitabisacom . RALAT: • Campaign “Bantu Arfan Melawan Osteosarcoma” bukan pemenang penggalangan dana dengan ide terbaik, melainkan pemenang dengan Donatur Terbanyak. • Campaign “Bantu Sukinem Melawan Tumor Mulut” bukan pemenang dengan donatur terbanyak, melainkan pemenang dengan donasi terbanyak. . #doinggoodchallenge #wardah #indorelawan #kitabisa #OrangBaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on


Ingin perusahaan atau organisasimu berkolaborasi dengan Kitabisa? Silakan kirim email ke: [email protected] .

Kelahiran Arfabian Shaquille Rafisky Prastanto (Arfabian) memang sudah dinanti-nanti oleh pasangan Ardhy Prastanto dan Rahma Melati. Sebelumnya, Ibunda Arfabian pernah mengalami keguguran karena janin yang dikandungnya tak terdengar detak jantungnya, saat Arfabian lahir dokter mengatakan kalau Arfabian terdiagnosis terkena Atresia Duodenum atau kelainan usus langka. Lalu bagaimana kisah inspiratif perjuangan Arfabian dan orang tuanya?

Awal Arfabian Terdiagnosis Ateresia Duodenum (Kelainan Usus Langka)

“Dulu, waktu hamil 4 bulan, dokter bilang janin saya udah ga terdengar detak jantungnya. Saya keguguran anak pertama. Sekarang, saat saya punya anak, saya dapat cobaan lagi. Arfabian (anak saya) udah dirawat seminggu lebih di NICU karena sakit kelainan usus langka namanya tresia doudenum. Setiap hari saya cuma boleh lihat Arfabian dua kali karena ga boleh nungguin di ruang NICU. Selebihnya saya cuma bisa lihat anak saya dari kaca. Kalau lagi lihat dari kaca, saya selalu berdoa semoga saya bisa gendong Arfabian lagi.” (Rahma, Ibunda Arfabian) . +++ . Ibunda Arfabian telah melakukan segala yang ia bisa untuk kesembuhan Arfabian. Kini, saatnya kita berdonasi untuk membantu perjuangan Ibunda Arfabian. Caranya, klik: kitabisa.com/bantubayiarfabian Bukan cuma dukungan material, Arfabian juga butuh dukungan moral. Kamu bisa kasih dukungan buat Arfabian dengan cara: Tulis doa dan harapanmu untuk kesembuhan Arfabian di kolom komentar! Kata adalah doa. Doamu akan sangat berarti bagi kesembuhan baby Arfabian. #babyarfabian #nicurangers #bayisakit #kitabisa #kitabisasehat #orangbaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Awalnya, Arfabian terlahir dengan berat badan 2900 gr dan panjang 48 cm. Setelah lahir, Arfabian langsung dirawat di klinik karena sering muntah dalam jeda waktu 1-3 jam setelah minum ASI.

Orang tua Arfabian berfikir kalau buah hatinya muntah karena ada sisa air ketuban yang tidak sengaja tertelan. Kekhawatiran mulai memuncak ketika selama 3 hari Arfabian muntah terus menerus. Berat badan Arfabian juga mengalami penurunan drastis hingga 2100 gram.

Arfabian langsung dibawa ke rumah sakit dan didiagnosis memiliki kelainan usus atau atresia duodenum. Secara sederhana, kelainan usus ini termasuk kelainan langka yang menyebabkan Arfabian tidak dapat mencerna makanan dengan normal dan optimal.

Jika tidak ditangani dengan cepat, maka Arfa terancam mengalami dehidrasi, penurunan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit.

Ayah Arfabian Galang Dana untuk Biaya Operasi Kelainan Usus

Rencana tindakan pengobatan untuk Arfabian cukup panjang, mulai dari tindakan operasi, perawatan pasca operasi di ruang NICU, dan obat-obatan yang semuanya membutuhkan biaya banyak.

Ingin Arfabian cepat mendapatkan tindakan, Ardhy (ayah Arfabian) galang dana di kitabisa.com/bantubayiarfabian. Galang dana ini berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp 78,8 juta dari 196 donatur.

Operasi Kelainan Usus Arfabian Berjalan Lancar

 

“Alhamdulillah, Arfabian udah sehat. Sebelumnya, Arfa sakit kelainan usus jadi sering banget muntah-muntah. Arfa harus operasi dan masuk ruang NICU selama sebulan. Waktu Arfa di ruang NICU, saya cuma bisa lihat dia dari luar kaca karena ga boleh nunggu di dalem. Waktu lihat itu saya selalu berdoa semoga saya bisa gendong Arfabian lagi. Syukur Alhamdulillah, berkat bantuan banyak orang, doa saya akhirnya terwujud. Sekarang saya bisa gendong Arfa di rumah. Saya berdoa semoga Arfa bisa terus sehat ke depannya, Amin Allahumma Amin.” (Rahma, Ibunda Arfabian) . +++ . Ardhy (ayah Arfabian) menggalang dana untuk biaya pengobatan buah hatinya. Hasilnya, 196 orang baik tergerak berdonasi dan berhasil mengumpulkan lebih dari 78 juta untuk membantu biaya pengobatan Arfabian (lihat: kitabisa.com/bantubayiarfabian). Jika kamu tahu ada adik-adik yang sedang berjuang melawan penyakit, kamu bisa membantu biaya pengobatannya dengan cara galang dana di Kitabisa. Untuk konsultasi tentang Silakan klik: ktbs.in/tanya (link di bio) atau kirim pesan WhatsApp ke: 081315532353. Setelah berjuang panjang, Arfabian layak kita kasih hadiah. Yuk kita kasih kado cinta untuk Arfabian. Caranya, ketik: “Arfabian (spasi) emotikon hati”. Contohnya: Arfabian 💙 Satu emotikon darimu berarti sebuah cinta dan harapan untuk kesehatan Arfabian. #SuccesStory #bayiarfabian #Kitabisa #Kitabisasehat #OrangBaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Setelah dana terkumpul, Arfabian tidak langsung menjalanin operasi karena ruang rawat di rumah sakit rujukan Arfabian sering kali penuh. Namun, akhirnya setelah mencari-cari rumah sakit yang bersedia, Arfabian akhirnya mendapatkan tindakan operasi.

Operasi untuk kelainan usus yang dihadapi Arfabian berjalan lancar dan sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan intensif NICU sebagai tahap pemulihan pasca operasi. Dalam tahap pemulihan, kondisi Arfabian pun kian membaik. Satu per satu alat bantu yang dipasangkan ke tubuh Arfa mulai dilepaskan.

Arfabian pun sudah mulai belajar minum sedikit demi sedikit karena ususnya belum bekerja secara optimal. Setelah 1 bulan mendapatkan perawatan intensif, akhirnya Arfabian diizinkan pulang dari rumah sakit.

Saat ini, Arfabian sudah kembali ke pelukan kedua orang tuanya. Kita doakan supaya Arfabian sehat selalu dan tumbuh ceria.

Biaya pengobatan yang besar juga terbantu dengan adanya galang dana online yang dilakukan oleh Ayah Arfabian melalui Kitabisa.com. Ratusan teman dan keluarga bisa dengan mudah berdonasi dan memberikan dukungan untuk Arfabian.


 

Seperti Ayahanda Arfabian, kamu juga bisa membantu keluarga, sahabat, dan tetanggamu yang sedang butuh bantuan biaya pengobatan lewat galang dana di Kitabisa. Lewat galang dana di Kitabisa, kamu bisa menerima donasi dari keluarga, sahabat, dan para donatur yang tergerak membantu.

Kamu bisa konsultasi galang dana untuk biaya pengobatan dengan cara, klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 081315532353.

#OrangBaik, bisa coba sebutkan deh aspirasimu sebagai human being atau insan di dunia ini? Apakah itu karir? pendidikan tinggi? tabungan dan investasi atau bermanfaat bagi orang banyak?

Coba tinjau lagi poin terakhir aspirasi yang kami sebutkan di atas. Yup, benar sekali poin bermanfaat bagi banyak. Sebagai insan di dunia yang terlahir dan hakikatnya hidup sebagai mahluk sosial, sudah bukan rahasia umum lagi kalau ada aspirasi di dalam nurani kita untuk dapat bermanfaat bagi orang banyak bukan?

Tentunya aspirasi untuk mencapai tujuan dapat bermanfaat bagi orang banyak ini dapat dilakukan sejak dini, lho. Banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk membantu orang lain, salah satunya dengan menggalang dana dan dukungan bagi orang yang membutuhkan. Eits, perlu diingat lagi bahwa menggalang dana bukan sekedar materi saja ya, menggalang dana juga dapat dilakukan untuk mendapat dukungan moral dari berbagai pihak.

Dukungan-dukungan tersebut tentunya sangat berarti bagi teman, saudara ataupun ornag lain yang sangat membutuhkan,lho. Tunggu apalagi? Yuk, mulai wujudkan aspirasimu dengan melakukan 5 langkah mudah galang dana. Jangan di skip, baca dulu artikel ini selengkapnya ya.

Buat Campaign Galang Dana

Mau Bantu Sesama? Ayo Lihat 5 Langkah Galang Dana via Desktop Kitabisa!

Salah satu langkah mudah yang dapat kamu lakukan untuk membantu sesama adalah dengan menggalang dana. Melalui platform crowdfunding online yakni Kitabisa, kamu dapat mengakses aksi nyata penggalangan dana dengan mudah.

Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan mengunjungi situs Kitabisa di sini. dan pilih menu Galang Dana. Setelah masuk ke menu Galang Dana, kamu dapat mengisi form online seperti identitas, target donasi yang ingin dicapai, deadline, cerita lengkap berupa latar belakang dari penggalangan dana hingga tujuanmu untuk membuat penggalangan dana ini.

Saran dari kami saat menceritakan latar belakangan penggalangan dana adalah buatlah se-detail mungkin. Tulislah cerita se-menarik namun tidak berlebihan agar orang tergugah dan memperkuat alasan calon donatur untuk memberikan donasi di campaign-mu.

Jangan Lupa untuk Verifikasi Identitas!

Langkah selanjutnya yang dapat kamu lakukan adalah memverifikasi identitas-mu di Kitabisa. Saat kamu mengisi identitas, pastikan kamu juga melengkapi data diri di akun Kitabisa. Melalui proses verifikasi, tim Kitabisa dapat melakukan penilaian serta kamu juga dapat mencairkan donasi yang sudah didapatkan.

Tanpa adanya verifikasi, donasi yang sudah terkumpul tidak dapat dicairkan begitu saja. Nah, nggak mau seperti itu kan? Pastikan kamu verifikasi data diri dengan melengkapi data KTP, akun sosial media dan foto. Oh iya, pastikan identitas KTP terbaca dengan jelas terutama pada bagian foto dan tanda tangan ya.

Selain itu, pastikan juga kamu telah mengunggah foto sesuai dengan ketentuan yang kami berikan. Jangan lupa juga untuk memasukkan nomor rekening bank yang nama pemegangnya sesuai dengan identitas KTP yang kamu masukkan.

 

Share, Share, dan Share

Kamu juga harus tahu bahwa penggalangan dana tidak dapat kamu lakukan sendiri. Tentunya kamu juga membutuhkan dukungan orang lain bukan? Viral jadi salah satu poin penting agar khalayak umum dapat mengetahui penggalangan dana yang kamu lakukan.

Jangan lupakan untuk selalu mengawasi perkembangan campaign. Jika kamu merasa donasi jauh dari target, kamu dapat menggunakan kekuatan media sosial untuk membagikan link campaign mulai dari orang terdekat hingga khalayak umum.

Kamu dapat membagikan aksi galang dana melalui media sosial yang familiar. Contohnya saja facebook, instagram, serta twitter. Kamu dapat memulai untuk mengajak keluarga, teman, serta kolega kerja untuk menyukseskan aksi galang dana yang kamu unggah.

Survey membuktikan bahwa 70% donasi di Kitabisa berasal dari teman/keluarga terdekat campaigner,lho.

 

Pencairan Dana

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah pencairan dana. Di langkah ini kamu harus teliti karena ada langkah-langkah untuk memverifikasi seperti verifikasi scan KTP dan nama pemegang rekening yang sesuai dengan nama di KTP.

Proses verifikasi akan memakan waktu sekitar 3 hari kerja ya #OrangBaik. Setelah itu, notifikasi akan masuk melalui email dan SMS apabila proses verifikasi sukses. Kalian juga harus tahu kalau dana donasi yang terkumpul bisa dicairkan kapan saja melalui fitur Dompet Kebaikan yang tersedia di akun milik kamu di Kitabisa.

Jangan khawatir juga soal timing atau waktu pencairannya. Kamu bisa mencairkan donasi kapan saja kok walaupun target donasi belum tercapai.

Jangan Lupa Tulis Update

Last but not least adalah menulis update untuk para donatur di campaign-mu. Menulis update ini penting banget karena update  digunakan sebagai laporan penggunaan dana donasi yang telah mereka percayakan.

Siapkan detail-detail yang diperlukan ya seperti jumlah pengeluaran yang digunakan dan bisa juga untuk menambahkan bukti-bukti pembayaran beserta tanggal masuk dan keluarnya transaksi. Dengan menuliskan update yang rinci, tentunya campaign akan semakin transparan serta dapat ditanggungjawabkan. Selain pertanggungjawaban terperinci, kamu juga dapat menuliskan update berupa kabar gembira dan progress campaign ke para donatur melalui email mereka.

 

#OrangBaik, itu  dia lima cara mudah Galang Dana di Kitabisa. Semoga bermanfaat dan dapat membantu kamu untuk memahami alur Galang Dana. nfomasi lengkap bisa juga dibaca di Kitabisa Help Center ya. 

Show Buttons
Hide Buttons