Tag

OrangBaik

Browsing

“Intan tak pernah menyerah meski divonis kanker getah bening stadium 4.  Ia tetap melakukan hal-hal yang disukainya, seperti mendengarkan lagu K-Pop dan dance cover. Semangatnya ini berhasil mengantarkan Intan bertemu dengan idolanya, Lisa Black Pink pada Agustus lalu.”

Blackpink, idol group asal Korea Selatan, akan menggelar konser perdananya di Indonesia, Senin (19/11) malam. Grup musik wanita yang beranggotakan Lisa, Jisoo, Jennie, dan Rose ini siap menghibur penggemarnya di Sentul International Convention Center (SICC) sekaligus memeriahkan ulang tahun salah satu e-commerce terbesar di Indonesia.

Ini kali pertama Blackpink datang ke Indonesia dalam formasi lengkap. Sebelumnya, hanya Lisa yang datang untuk menyapa penggemarnya bulan Agustus lalu. Rupanya, acara ini juga memiliki kesan yang mendalam bagi Intan, pejuang kanker yang selalu termotivasi akan lagu-lagu dari Blackpink.

 

Intan Berjuang Lawan Kanker Sejak 2013

 

View this post on Instagram

 

#LetMeTellYouSomething Hey kamu, gak ada yang bilang jadi pejuang kanker itu gampang kok. Pejuang paling tangguh sekalipun pasti pernah mikir untuk nyerah. Kamu gak sendirian untuk hal itu. Aku pun demikian. Ngerasa capek dengan semua rasa sakit? Wah sudah pasti. Dan itu gak terbatas secara fisik, tapi juga mental. . Trus, kenapa aku bisa kelihatan santai dan happy aja seolah kanker itu bukan apa-apa? Hmmm…memang aku harus berbagi kesedihan dengan semua orang ya? Engga kan :p cukup aku dan Penciptaku yang tau. Mungkin, beberapa orang yang kupercaya, yang bisa dihitung jari. . Yaudah aku kasih tips deh. Pertama, jangan punya ekspektasi. Sejak serangan kanker kali kedua, aku nyoba untuk gak lagi mikirin bakal dibawa kemana hidup ku kelak. Aku cabut semua ekspektasi sampe ke akarnya. Jadi apapun yg terjadi, yaudah terserah. Menurutku, itu cara termudah biar gak kecewa sama hidup dan tetep happy. . Kedua, gausa dipikirin tapi dijalanin aja. Kalau dengan mikirin bisa bikin segalanya membaik, ya silahkan. Masalahnya, mikirin hal yang belum terjadi justru bikin semuanya memburuk. Jadi stress. Situasi tambah kacau. . Ketiga, fake it till you make it. Aku udah terbiasa maksain diri buat kuat dan bawa ketawaketiwi aja, sampai gak ada yang nyangka aku punya kanker stadium 4 selama 6 tahun HAHA. Gak ada yang tau juga kapan aku sedih dan terpuruk, kesakitan dan merana, kecuali mereka-mereka yang kusebutin tadi. Mungkin bukan hal bagus ketika aku sulit nunjukin emosi sebenarnya (terkhusus rasa sedih) dan sisi lemah. Ya aku memang suka maksain diri kudu harus terlihat tough sih. Gatau kalau kamu. Aku ga nyaranin kamu ngikutin tips ku yang ini. Yaa mana yang nyaman menurutmu aja deh. Yang penting ga tertekan sama hidup, meski hidup doyan banget nekan kita. Wqwq. Sekian. . . Pesan dari aku: You’re a true warrior. A fearless fighter. You’re gonna win the battle no matter how hard it is. Sometimes, it is faith that you need the most. Faith can bring a lot of magical things to life. The unbelievable experience. The unbreakable joy and happiness. 💜 #spilledthoughtsbyintan

A post shared by Intan Khasanah (@intankhasanah) on

Intan adalah pejuang kanker getah bening stadium 4. Sejak 2013, ia berjuang melawan sel kanker di tubuhnya. Berbagai pengobatan dan puluhan kemoterapi ia jalani. Tapi, Intan sama sekali tak pernah menyerah.

Musik-musik K-Pop menjadi salah satu penyemangat Intan berjuang melawan kanker. Blackpink adalah grup musik pertama yang membuat Intan menyukai K-Pop. Bagi Intan, Blackpink adalah gambaran perempuan-perempuan energik, kuat dan sangat keren. Setiap mendengar lagu-lagu dari Blackpink dan menonton video klipnya, Intan selalu merasa kembali semangat.

Sumber: weheartit.com

Tak hanya Blackpink, Intan juga mulai mendengarkan grup musik K-Pop lainnya. Dari sini, Intan sadar bahwa grup musik K-Pop memang tidak bisa dianggap remeh dan dipandang sebelah mata. Karena semuanya bisa menyemangati dan memberikan inspirasi bagi Intan.

 

Intan Berhasil Bertemu Lisa Blackpink

 

View this post on Instagram

 

First video: right after my 20th chemotherapy, with infusion sets still hanging in my hand. • Second video: a week before my 20th chemotherapy. • • Yes, amazingly I still managed to do what I love to do (you can see them from most of my posts) even though I have stage 4 cancer (Hodgkin’s Lymphoma) since 2013. Yes, it’s already stage 4 since 5 years ago. • • I completely aware of the fact that I’m still alive till now, as a truly insane gift! The fact that God still let me breathe, live, and surrounded by those who support me through my ups and downs, is just unbelievable and I can’t stop to thank Him for that. What a privilege, especially for my kind. I don’t mean to compartmentalize the ones with and without cancer or any other chronic diseases. Because I don’t think we have many differences except mental and physical endurance, that perhaps, in my subjective arbitrary assessment, are stronger in terms of adjusting selves to bear almost-unbearable pain and sorrow. Hiding them well so others won’t be worry so much at us, won’t see and treat us differently. Like, we’re just a hopeless pathetic human being who’s gonna die in seconds? An inferior who can do nothing but dying? A real burden? A useless one? Yeah, something like that, and we hate it to the core if someone ever assumed us that way. • • So, I made these videos as a prove that we are all just the same, with or without cancer, before and after diagnosed with cancer, before and after undergoing series of painful and exhausting treatments to win the battle, to eradicate cancer once and forever. I just want to encourage other warriors and survivors in any under circumstances that we are all still able to have fun with life. Even a set of infusion that still hanging steadily in my hand won’t stop me to do one of my favorite activities. To dance, for instance. • (continued on comment section) #cancersucks #cancersurvivor #cancerwarrior #hodgkinslymphoma #ddududdudu #blackpink #kpopdancecover #ddududdudublackpink @weare.survivors @ihadcancer @imadanceragainstcancer @blackpinkofficial

A post shared by Intan Khasanah (@intankhasanah) on

Sejak kecil, Intan memang suka menari. Hobinya ini tak berhenti meski dirinya divonis kanker getah bening stadium 4. Buktinya, setelah menjalani kemoterapi yang ke-20, Intan justru membuat video dance cover lagu DDU-DU DDU-DU dari Blackpink.

Video ini sempat viral di sosial media dan membawanya bertemu langsung dengan Lisa Blackpink pada acara meet and greet yang digelar Shopee Indonesia, Agustus lalu. Intan merasa salah satu mimpinya menjadi nyata, bisa berbincang langsung dan foto bersama idolanya. Bahkan, Lisa sempat bercerita bahwa ia bersama anggota Blackpink lainnya menonton video dance cover Intan dan keempatnya sepakat memuji Intan sangat berbakat.

Intan Harus Jalani Kemoterapi saat Konser Blackpink di Indonesia

Intan masih harus berjuang melewati kemoterapi yang ke-24, tepat di hari Blackpink menggelar konsernya di Indonesia. Ia masih harus menjalani pemulihan setelah kemoterapi untuk memulihkan sel-sel di tubuhnya.

Meski tidak bisa menonton konser Blackpink hari ini, namun Intan bersyukur pernah bertemu langsung dengan Lisa Blackpink, berkat video yang dibuatnya. Intan juga berpesan kepada semua pejuang kanker lainnya untuk tetap melakukan apapun yang disukai dan jangan menyerah dengan keadaan. Buktinya, Intan yang tidak pernah mau kalah dengan kondisinya dan tetap melakukan hobinya, bisa mengantarkan dirinya mewujudkan mimpi bertemu dengan idolanya.


Jika kamu punya keluarga, sahabat atau orang terdekat yang terus menginspirasi banyak orang dan butuh biaya besar, kamu bisa galang dana di Kitabisa. Caranya, klik: ktbs.in/galangdana. Kamu juga bisa konsultasi mengenai galang dana ini dengan cara, klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 0813-1553-2353.

Kenzie Naufal Athariz atau yang biasa dipanggil Kenzie adalah sosok inspiratif yang kisah perjuangannya harus kita ketahui. Kenzie mengalami invaginasis atau kondisi saat usus yang lemah dan infeksi. Bagaimana perjuangan Kenzie?

 

Kenzie Positif Memiliki Invaginasis (Kelainan Usus)

“Hai Kenzie, maaf ganggu kamu bobo, kamu kenapa?” . “Hai kak, aku lagi sakit.” . “Sakit apa Kenzie?” . “Ususku infeksi, jadinya aku harus bab di kantung lewat perut.” . “Sekarang udah baikan belum?” . “Belum kak. Aku bakal dioperasi sekitar 2-3 bulan lagi kalau ususku udah baik. Doain aku ya Kak!” . . Pastinya Kenzie. Kakak bakal doain Kenzie biar cepet sembuh. Kakak juga mau ngajak kakak-kakak yang baca ini buat ikut donasi bantu Kenzie, soalnya biaya perawatan sampai operasi kedua Kenzie besar banget. Kakak-kakak bisa donasi bantu Kenzie dengan cara, klik: kitabisa.com/bantukenzie Selain donasi, kita doain Kenzie juga yuk biar cepet sembuh. Caranya, ketik: “Kenzie bisa bangkit lagi” di kolom komentar! Doa dari kakak akan sangat berarti untuk @kenzie.athariz #bantukenzie #invaginasis #kitabisa #kitabisasehat #orangbaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Sebelum terdiagnosis Invaginasis, Kenzie mengalami panas tinggi dan kehilangan nafsu makan. Saat dipaksa untuk makan, Kenzie tiba-tiba muntah banyak dan dibarengi dengan BAB yang gak kalah banyak. Kedua orang tua Kenzie panik dan langsung membawa ke rumah sakit. Sesampainya di IGD, Kenzie kembali BAB dan kotorannya bercampur dengan darah segar yang akhirnya mengaruskan Kenzie untuk transfusi darah.

 

Dokter menyarankan supaya Kenzie dijadwalkan USG abdomen untuk memeriksa apa yang terjadi pada pencernaan Kenzie. Setelah melakukan pemeriksaan, Kenzie positif terkena Invaginasi dan infeksinya sudah menyebar ke sebagian besar usus Kenzie.

 

Kenzie Harus Segera Menjalani Operasi Kelainan Usus

Melalui pemeriksaan, dokter menemukan kalau ada sekitar 5 CM usus Kenzie yang mati dan 30 CM terinfeksi. Dokter menyarankan kalau Kenzie harus segera dioperasi agar infeksinya tidak menyebar lebih luas lagi.

Dokter memutuskan untuk memotong 5 cm usus Kenzie yang sudah mati sambil mengobati usus yang sudah terinfeksi bisa pulih kembali. Sambil menunggu pulih, Kenzie tidak lagi BAB melalui anus, tetapi langsung melalui perut dan membutuhkan kantong colostomy yang menampung fesesnya selama 2-3 bulan ke depan.

 

Sahabat Ibunda Kenzie Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Kenzie

 

Karena ususnya dipotong, kedepannya Kenzie akan lebih cepat mengeluarkan feses dan membutuhkan lebih banyak kantong colostomy per hari sekitar 5 kantong yang harganya sekitar Rp 150 ribu/kantong. Berarti dalam satu hari orang tua Kenzie harus mengeluarkan biaya Rp750 ribu  dan kalau dihitung selama 3 bulan biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 67,5 juta.

Biaya ini belum termasuk biaya operasi kedua Kenzie untuk menutup perut dan obat-obatan lainnya. Mengetahui rincian biaya tersebut, Sahabat Ibu Kenzie bernama Melissa Hana tergerak untuk galang dana. Lewat kitabisa.com/bantukenzie, Melissa berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp 104,4 juta dari 524 donatur.

 

Operasi Kelainan Usus Kenzie berjalan Lancar

“Alhamdulillah, operasi pertama Kenzie lancar. Sekarang, Kenzie udah boleh pulang dan sesekali kontrol ke dokter. Kenzie harus operasi karena ada sekitar 5 cm ususnya yang mati. Selain itu, 30 cm ususnya juga terinfeksi. Efeknya Kenzie ga bisa buang air besar (bab) lewat anus, sampai usus yang terinfeksi pulih lagi. Kenzie terpaksa bab lewat perut dengan bantuan kantung colostomy. Dua bulan lagi Kenzie akan operasi kedua buat menyambung usus (kalau ususnya sudah membaik) dan menutup lubang di perut. Insya Allah, abis operasi kedua Kenzie akan normal lagi seperti sebelum sakit.” (Muharizka, Ibunda Kenzie) . +++ . Perjuangan Kenzie mulai menemukan titik terang, bantu donasi untuk operasi kedua Kenzie dengan cara, klik: kitabisa.com/bantukenzie Jika kamu tahu ada adik-adik yang sedang berjuang melawan penyakit seperti Kenzie, kamu juga bisa membantu dengan membuat galang dana di Kitabisa. Silakan konsultasi gratis tentang galang dana dengan cara kirim pesan WhatsApp ke nomor 081315532353. Yuk kita doakan juga agar operasi kedua Kenzie lancar. Caranya, ketik: “Kenzie sehat lagi” di kolom komentar! Satu komentar darimu adalah doa yang akan terus mengalir untuk kesembuhan @kenzie.athariz #bantukenzie #kitabisasehat #kitabisa #orangbaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Setelah donasi terkumpul, Kenzie langsung menjalani operasi usus dan pemindahan pembuangan feses sementara. Kondisi Kenzie pun berangsur-angsur membaik dan sudah bisa pulang ke rumah.

 

Kini, Kenzie sedang menunggu tindakan operasi kedua untuk menyambung  dan menutup lubang pembuangan yang ada di perut Kenzie. Setelah operasi kedua inilah kondisi pencernaan Kenzie bisa kembali normal lagi seperti sebelumnya.

 

Itulah kisah inspiratif Kenzie yang berhasil melawan invaginasis dan akhirnya sudah bisa kembali berkumpul di rumah bersama kedua orang tuanya.

 

Biaya pengobatan yang besar pun terbantu dengan adanya galang dana online melalui kitabisa.com. Ratusan teman dan keluarga bisa dengan mudah berdonasi dan memberikan dukungan untuk Kenzie.


Semoga Kenzie sehat-sehat selalu dan diberi kelancaran saat nanti operasi kedua, ya!

Seperti Melissa (sahabat Ibunda Kenzie), kamu juga bisa menolong keluarga, sahabat, dan tetangga yang sedang membutuhkan bantuan biaya pengobatan dengan cara galang dana di Kitabisa. Melalui galang dana di Kitabisa, kamu bisa menerima donasi dari keluarga, sahabat, dan para donatur yang tergerak membantu.

 

Kamu bisa konsultasi galang dana untuk biaya pengobatan dengan cara, klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 081315532353

 

Show Buttons
Hide Buttons