Tag

zakat online

Browsing

#OrangBaik, dengan adanya kecanggihan teknologi masa kini pastinya tidak membatasi setiap kegiatan dan inisiatif bukan? Semua kegiatan dan inisiatif terlaksana tak terkecuali dengan berbagi kebaikan dan kwajiban yang harus ditunaikan.

Kewajiban bagi teman-teman muslim seperti zakat pun kini dapat ditunaikan kapan saja dan dimana saja melalui smartphone yang digunakan,lho. Penasaran seperti apa? Simak dulu artikel ini ya.

Apa itu Zakat Online?

Zakat dalam segi istilah sendiri adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya).

Lalu apa sih perbedaannya dengan zakat online? Perbedaannya hanyalah cara media penyalurannya saja kok. Zakat yang biasanya dibayarkan ke lingkungan sekitar biasanya dititipkan melalui panitia zakat di masjid sekitar kan? Nah, kalau zakat online adalah zakat yang ditunaikan lebih cepat dan kilat dari muzzaki kepada mustahik atau melalui amil.

Zakat online yang kamu tunaikan di Kitabisa, tentunya akan disalurkan melalui lembaga atau organisasi terverifikasi yang terverifikasi.

Menunaikan Zakat Via Aplikasi

Kitabisa juga sudah memiliki aplikasi yang bisa kalian temukan di Google Play Store dan bisa langsung di download untuk menikmati keberagaman fitur yang membantu kamu untuk menyalurkan kebaikan. Di aplikasi ini, zakat online dapat kamu tunaikan dimana saja dan kapan saja. Berikut cara mudah menunaikan zakat melalui aplikasi Kitabisa:

1. Buka aplikasi Kitabisa

Zakat Online Kini Bisa Ditunaikan Kapan Saja dan Dimana Saja di Aplikasi Kitabisa

 

2. Masuk ke dashboard lalu lanjutkan ke menu Kalkulator Zakat

Zakat Online Kini Bisa Ditunaikan Kapan Saja dan Dimana Saja di Aplikasi Kitabisa

3. Pilih jenis zakat yang ingin kamu tunaikan

4. Masukkan nominal di beberapa kolom yang diminta. Contohnya pendapatan/gaji, pendapatan lain serta hutang/cicilan yang bisa ditemukan di Zakat Profesi.

Zakat Online Kini Bisa Ditunaikan Kapan Saja dan Dimana Saja di Aplikasi Kitabisa

 

5. Klik Zakat Sekarang

6. Pilih campaign yang sudah terorganisir oleh badan atau organisasi resmi

Zakat Online Kini Bisa Ditunaikan Kapan Saja dan Dimana Saja di Aplikasi Kitabisa

7. Klik Tunaikan Zakat dan masuk ke halaman nominal untuk mengisi nominal zakat yang harus ditunaikan

Zakat Online Kini Bisa Ditunaikan Kapan Saja dan Dimana Saja di Aplikasi Kitabisa

8. Pilih metode pembayaran dan klik tombol Zakat

9. Masuk ke halaman ringkasan dan ikuti instruksi pembayaran dengan tiga digit nominal yang sesuai di layar handphone-mu.

Zakat Online Kini Bisa Ditunaikan Kapan Saja dan Dimana Saja di Aplikasi Kitabisa

 

10. Apabila kamu memilih metode pembayaran Dompet Kebaikan, zakat dapat langsung ditunaikan

11. Kamu akan mendapatkan notifikasi melalui SMS dan Email untuk konfirmasi dan pengingat untuk segera transfer zakat

#Orangbaik, terlihat cukup panjang ya proses zakatnya? Tapi, tenang saja kamu tidak akan mengalami kesulitan kok. Cukup ikuti saja alurnya dan ikuti instruksinya dan nikmati kemudahan dalam menunaikan kebaikan. Good Luck #OrangBaik, semoga kebaikan selalu mengiringi kehidupan sehari-hari ya.

Zakat adalah salah satu rukun islam yang harus dilaksanaan oleh kaum muslimin. Sayangnya, potensi zakat yang ada saat ini belum mampu tersalurkan dengan baik.

Untuk itulah, Kitabisa hadir menjembatani para muzakki dengan Lembaga Amil Zakat yang terpercaya. Adanya zakat.kitabisa.com memudahkan #OrangBaik untuk berzakat sesuai dengan preferensi.

Distribusi zakat di Indonesia disalurkan ke beberapa sektor, ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan sektor sosial.

Pada sektor pendidikan, puluhan sepeda diberikan untuk Rangga dan teman-temannya di Kampung Bandar Jaya, Musi, Banyuasin yang diinisiasi oleh Global Zakat ACT.  Lihat betapa cerianya anak-anak ini karena sekarang tidak perlu lagi terlambat ke sekolah.

z act

Rumah Zakat lewat program #Semangatsekolah nya, berhasil mengumpulkan zakat untuk anak-anak yatim di Kp Citeureup, Desa Neglasari, Banjaran, Kabupaten Bandung yang digunakan untuk membeli perlengakapan sekolah.

z ss2

Mereka begitu bahagia dan bersemangat.

z semangat sekolah

Ada juga Azzam, seorang siswa penghapal quran dari Sekolah SMART Eksklensia yang menerima zakat dari Dompet Dhuafa. Ia dan teman-temannya kini tidak takut lagi putus sekolah.

z smart eks

Selain pendidikan, zakat netizen juga telah disalurkan sebagai modal usaha untuk mengangkat derajat saudara kita yang fakir miskin.

Seperti cerita Bu Susi Susanti dari Padang yang mendapat dana zakat untuk merintis usaha rotinya.

z wirausaha mandiri

Mesin pembuat kerupuk untuk usaha Pak Zainal yang dapat memperbaiki perekonomian keluarganya.

z rz

Ada juga LAZ lain, yaitu Badan Amil Zakat Nasional . Melalui patungan netizen, Umi Azizah, penjual sargon dari Bantul, DIY  berhasil dimodali untuk merintis dan mengembangkan usahanya.

z baznas 3

Dan Desa Ternak di daerah Kendal yang dibina langsung oleh Badan Amil Zakat Nasional agar berdaya.

z baznas

Tidak menyangka bukan, zakat yang selama ini ditunaikan #OrangBaik ternyata punya manfaat yang signifikan untuk hajat hidup banyak orang.

Yuk semakin banyak kita berzakat, semakin banyak yang terbantu!

 

zakat1

Pernahkah kamu berfikir bagaimana sebuah negara memposisikan zakat dalam sistem keuangan publik?

Seperti halnya pajak, zakat juga berfungsi sebagai sarana redistribusi pendapatan dan pemerataan kesejahteraan. Fungsi ini dapat diliat dari mekanisme zakat yaitu memotong harta orang yang kelebihan (muzakki) untuk diberikan kepada mereka yang kekurangan (mustahik).

Diriwayatkan bahwa salah satu hal utama yang dilakukan oleh Abu Bakar As-Shiddiq pada awal periode kekhalifahannya adalah memerangi umat muslim yang tidak membayar zakat padahal ia sudah wajib untuk berzakat. Hal ini dilakukan karena pada saat itu zakat menjadi sumber pendapatan utama bagi kas negara. Bagaimana negara akan menolong orang miskin dan menyejahterakan rakyat apabila orang-orang tidak berzakat? Hal ini sama saja dengan mendzalimi bangsanya sendiri.

Di negara-negara yang menerapkan hukum Syariah Islam, seperti Arab Saudi, zakat dijadikan sebagai salah satu pendapatan negara yang dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengelolaan zakat biasanya dilakukan satu atap dengan pajak, bagi warga dan perusahaan milik muslim diwajibkan membayar zakat sedangkan warga dan perusahaan milik non-muslim diwajibkan membayar pajak sebagai bentuk kontribusi terhadap negara.

Penggunaan dana pajak dan zakat ini pun dibedakan, karena penerima zakat (mustahik) haruslah seorang muslim maka zakat dikelola untuk disalurkan kepada warga muslim yang berhak menerima zakat (delapan asnaf) dalam berbagai bentuk. Di sisi lain, pendapatan pajak digunakan untuk belanja negara yang bersifat lebih umum seperti pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas publik, dan lain sebagainya.

Menengok ke dalam negeri, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum Syariat Islam juga menerapkan konsep zakat sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerapan hukum Syariat Islam di Negeri Serambi Mekah secara de jure mulai dilaksanakan pada tahun 2001 sedangkan penetapan zakat sebagai PAD dimulai sejak tahun 2006. Hampir 10 tahun berlalu, kontribusi zakat terhadap PAD Aceh di masing-masing kabupaten/kota terbilang masih sangat kecil yaitu rata-rata kurang dari 1% pada tahun 2016 karena pelaksanaannya yang belum optimal dan masih adanya banyak kendala.

Terlepas dari berbagai kontroversi dan sistem pengumpulan zakat, baik diperlakukan sebagai pendapatan pemerintah maupun disalurkan secara pribadi oleh muzakki, zakat tetaplah menjadi kewajiban bagi umat muslim dan menjadi sarana untuk berbagi dan saling tolong menolong antar sesama muslim.


Bagi yang sibuk dan suka keluapaan zakat, yuk coba berzakat di zakat.kitabisa.com

c

Sebagai umat muslim kita tahu bahwa zakat merupakan salah satu dari lima Rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Kewajiban untuk menunaikan zakat dikenakan bagi kaum muslim yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu seperti telah mencapai nisab (batas harta) dan haul (lama pengendapan harta).

Tapi, tahukah kamu mengapa Islam mewajibkan umatnya untuk berzakat?

Menurut Ibnu Katsir, seorang ilmuan muslim, zakat mulai diwajibkan pada tahun kedua hijriyah. Perintah ini ditandai dengan turunnya Surat Al-Baqarah Ayat 110:

“Dan dirikanlah shalat serta tunaikannlah zakat, …”

Adapun alasan mengapa Islam mewajibkan zakat dapat disimak dalam ulasan berikut ini.

Pertama, zakat bermakna At-Thohuru yang berarti membersihkan atau mensucikan.

Allah SWT akan membersikan dan menyucikan harta serta jiwa orang-orang yang senantiasa berzakat karena ridho-Nya, seperti firman Allah dalam Surat At-Taubah Ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka, …”

Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu yang memiliki arti berkah.

Selain untuk memperoleh materi demi mencukupi kebutuhan hidup, tentu kita ingin mendapat keberkahan pada harta yang diperoleh dari kerja keras kita. Keberkahan yang ada dalam harta kita akan turut serta membawa keberkahan dalam hidup.

Dengan mensucikan harta kita melalui zakat, Allah akan melimpahkan berkah kepada kita. Diantara keberkahan hidup yang kita peroleh adalah ketenangan jiwa, kesehatan, terbebas dari berbagai masalah dan lain sebagainya.

Ketiga, zakat bermakna An-Numuw yang artinya tumbuh dan berkembang.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang jatuh miskin karena berderma, yang ada adalah sebaliknya, rezeki mereka akan terus mengalir bahkan semakin banyak (atas izin Allah).  Bagi orang-orang yang selalu berzakat karena Allah hartanya akan dilipat gandakan oleh Allah SWT

Allah berfirman dalam Surat Ar-Rum Ayat 39:

“Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan.”

Keempat, zakat bermakna As-Sholahu yang artinya keberesan (beres)

Harta yang suci akan mendatangkan keberkahan hidup dan menjauhkan pemiliknya dari berbagai masalah. Orang-orang yang senantiasa berzakat karena Allah, insyaallah akan dijauhkan dari segala macam permasalahan harta seperti kesempitan rezeki, kebangkrutan usaha, kehilangan, pencurian, dan lain sebagainya. Jika diantara kita merasa sering memiliki masalah tersebut, boleh jadi karena kelalaian kita dalam menunaikan zakat.

Sungguh besar sekali manfaat dari berzakat, selain akan mendatangkan kebaikan bagi diri kita sendiri, dengan berzakat kita juga turut membantu orang-orang disekitar kita yang membutuhkan bantuan. Sikap saling tolong-menolong ini menjadi modal besar untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Sebagai seorang muslim, berzakat adalah salah satu kewajiban. Namun, tidak semua orang tahu urgensinya dan kemudian mengamalkannya. Melalui video social experiment di atas, kami berusaha memberikan gambaran tentang zakat dan bagaimana respon setiap anak dalam video tersebut setelah diberi uang Rp 100.000,-.

Berikut adalah penjelasan dari Banu Muhammad, Direktur Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia,

Mungkin ada yang bingung apa maksud Mensucikan “Harta Kotor” di video di atas.

 Jadi harta yang baik sekalipun tidak bisa dijamin bersih. Misal gaji PNS bersumber dari APBN pasti halalnya, tapi kan APBN ada sumber yang tidak halal juga (pajak MIRAS, cukai rokok, dll).

 Atau bisa jadi si A kerja di perusahaan yang baik , tp mungkin ada pendapatan riba yang dicatat sebagai pemasukan perusahaan, atau mungkin ada praktik curang dalam memenangkan tender,dll. Harus disucikan.

 DISUCIKAN juga bisa bermakna bahwa ada hak orang di harta kita, hak orang miskin, hak orang faqir, dst, yang kalau tidak dikeluarkan maka bisa mengotori.

 Zakat itu tuthohiruhum wa tuzakkihim bihaa = mensucikan harta dan membersihkan jiwa (QS At Taubah: 103)

 

Jadi, tidak perlu ragu lagi. Ayo tunaikan zakatmu sekarang di zakat.kitabisa.com

 

Show Buttons
Hide Buttons