Galang Dana

Crowdfunding dan Demokrasi Pendanaan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hari ini, mayoritas penduduk bumi pasti setuju: internet telah menjadi kebutuhan primer, bukan lagi sekunder, apalagi tersier. Bahkan saya bisa bilang bahwa mungkin smartphone dengan internetnya dianggap menjadi lebih penting dari aktivitas (yang sebenarnya) penting lainnya. Mengupdate status Path ketika bangun jauh lebih penting ketimbang segera bergerak untuk cuci muka, dan mengambil gambar makanan untuk Instagram jauh lebih penting dibanding ngobrol dengan teman satu meja kita.

Bisa jadi banyak orang lupa, hal terbaik dari internet adalah karena dia membawa demokrasi di hampir seluruh sendi kehidupan kita. Google membawa demokrasi aliran informasi, di mana kita dapat mengakses dan mencari informasi apapun dari manapun, tanpa batasan. Whatsapp, Facebook, Tdan media sosial lainnya membawa demokrasi pada cara kita berkomunikasi. Paypal menawarkan demokrasi baru dalam pembayaran, sehingga sekarang transaksi keuangan dapat dengan mudah dilakukan antar negara di seluruh dunia.

Crowdfunding menawarkan demokrasi dalam pendanaan.

Dengan crowdfunding, siapapun bisa mewujudkan idenya menjadi nyata dengan dukungan dana dari siapa saja. Crowdfunding menjadi solusi alternatif untuk mengubah wacana menjadi karya nyata. Sebagai representasi dari proses demokrasi, crowdfunding adalah sistem yang selalu menawarkan tiga komponen penting; kebebasan memilih, kontrol publik, dan partisipasi semua orang.

 

Kebebasan Memilih

demokrasi pendanaan crowdfunding

Sebelum adanya platform crowdfunding, kita yang ingin mewujudkan ide menjadi nyata memiliki pilihan sumber pendanaan yang terbatas. Sebagai contoh, seorang kreator yang memiliki gagasan dan kemampuan untuk menciptakan teknologi gadget terbaru membutuhkan modal yang besar. Opsi yang dia miliki hanya dua: mencari modal sendiri (meminjam dari kerabat atau mencari investor) atau meminjam uang ke bank. Kedua proses tadi membutuhkan proses yang njlimet dan kredibilitas  yang jelas. Tapi dia tidak memiliki keduanya.

Publik yang berperan sebagai konsumen juga memiliki pilihan yang terbatas terhadap produk yang didominasi pemain besar di pasaran. Para kreator yang bekerja dari garasi memiliki akses yang terbatas, sehingga karyanya tidak bisa menjadi bagian dari pilihan publik sebagai konsumen.

Dengan crowdfunding, kreator memiliki pilihan baru untuk mencari dana, sedangkan publik memiliki kebebasan untuk memilih produk terbaik dari siapapun. Kreator menawarkan gagasan dan kemampuan; publik mendukung dengan dana dan mendapatkan karyanya sebagai imbalan. Skema win-win ini diantaranya telah menghasilkan fenomena crowdfunding berupa smartwatch bernama Pebble, yang berhasil mengumpulkan 10 juta $ dari hampir 69.000 orang.

 

Kontrol Publik

tracking-transparency-2v94h0k8jug4bp7g09a4u8

Dalam proses pendanaan yang melibatkan banyak orang, crowdfunding menawarkan satu faktor yang menjadi dambaan publik: transparansi. Dengan crowdfunding, semua proses pendanaan tercatat jelas. Siapa yang menyumbang, berapa jumlahnya, bagaimana proses budgeting, dan untuk apa semua dana itu akan digunakan. Semua terlihat jelas dan bisa diakses siapa saja seperti dapat dilihat pada penggalangan dana #SaveMaster yang mengumpulkan lebih dari 100 juta rupiah.

Crowdfunding adalah contoh nyata e-budgeting yang sering digaungkan presiden kita. Dengan crowdfunding, tidak akan ada dana siluman seperti yang dipermasalahkan oleh Ahok vs DPRD. Semua jelas tercatat dan terpublikasi dengan akses yang terbuka.

 

Partisipasi Semua Orang

demokrasi pendanaan crowdfunding

Crowdfunding memberikan kesempatan kepada semua orang untuk ikut berpartisipasi. Tidak hanya masalah pendanaan, crowdfunding juga menjadi solusi yang bisa menyatukan banyak orang dalam satu inisiatif, persis seperti jargon dari kita, oleh kita, untuk kita. Sebagai contoh, sebuah inisiatif untuk membangun perpustakaan publik bernama The Uni, didukung oleh ratusan warga di New York. Mereka semua berpartisipasi, mulai dari dukungan dana, ide, hingga tenaga. Semua partisipasi dan kolaborasi publik itu dimulai dari sebuah kampanye crowdfunding.

 

Kita telah berada di era yang baru di mana internet membantu kita dalam semua hal. Dengan menawarkan kebebasan memilih, fungsi kontrol publik, dan partisipasi semua orang, crowdfunding diharapkan mampu menjadi solusi bagi kita semua. Untuk menjadi wadah kolaborasi sumber daya dan mengubah wacana menjadi nyata.

Comments are closed.