Kisah Sukses

Yayasan Mercy Indonesia untuk Bantu Anak-anak Yatim

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Didasari pada keingin Pak Paulus Wiratno untuk berbagi kasih sayang kepada anak-anak terlantar, berdirilah Yayasan Mercy Indonesia. Yayasan Mercy Indonesia menjadi rumah bagi anak-anak yatim piatu korban kerusuhan di Timor Timur. Tak hanya di Atambua, kini Yayasan Mercy Indonesia telah mendirikan 12 panti asuhan yang tersebar di beberapa titik di Indonesia. 

 

Latar Belakang Didirikannya Mercy Indonesia

paulus wiratno

Pak Paulus, pendiri Yayasan Mercy Indonesia, memiliki pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan. Ia mengalami beberapa kejadian yang mendorongnya ingin melakukan hal yang besar bagi anak-anak terlantar yang ia temui. Pak Paulus adalah saksi dari kerusuhan yang terjadi di Timor Timur puluhan tahun lalu. Ia melihat banyak anak yang terpisah atau kehilangan orangtuanya. Tak hanya mengalami trauma, anak-anak di sana pada saat itu harus berjuang hidup sendirian. 

Tak lama setelah kerusuhan di Timor Timur berakhir, Pak Paulus mengunjungi Atambua. Ia bertemu dan melihat sendiri kondisi anak-anak korban kerusuhan yang sangat memprihatinkan. Mereka terlantar, tidak punya tempat tinggi, dan kekurangan makanan. Kondisi tersebut membuat Pak Paulus tergerak untuk membantu mereka. Dari sini perjalanan Pak Paulus mendirikan Mercy Indonesia dimulai. 

 

Yayasan Mercy Indonesia untuk Anak Terlantar

mercy indonesia

Mercy Indonesia didirikan sebagai sebuah yayasan sosial yang berfokus pada penyelamatan dan perlindungan bagi anak-anak yatim piatu, korban perdagangan manusia, serta anak yang bermasalah dengan hukum. Tak hanya itu, Mercy Indonesia juga bertujuan untuk memberikan pelayanan jasmani dan rohani untuk anak-anak asuh, serta menjadi jembatan bagi mereka yang membutuhkan bantuan dengan mereka yang ingin menolong.

Sejak didirikan pertama kali di Atambua, Yayasan Mercy Indonesia telah menjadi rumah bagi anak-anak yatim dan piatu. Mereka dirawat dan diasuh dengan penuh kasih sayang oleh para relawan yang berusaha menemukan makna hidupnya dengan membantu sesama. Lewat beberapa program pendidikan seperti beasiswa sekolah, Mercy Indonesia berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk para anak asuh. 

Baca juga:
Pak Paulus Bangun Yayasan untuk Anak-anak Terlantar
Dedikasi Kapten Budi Dirikan Panti Asuhan Roslin

 

Mercy Indonesia Tersebar di Seluruh Indonesia

panti asuhan
Sumber: Mercy Indonesia

Tidak berhenti sampai di Atambua, Yayasan Mercy Indonesia terus berkembang untuk memberikan pertolongan bagi anak-anak yang terlantar. Setelah bencana tsunami di tahun 2004 silam, Mercy Indonesia bersama beberapa partner mendirikan 3 panti asuhan baru yang berlokasi di Medan dan Teluk Dalam. Lewat panti asuhan yang dibangun, Mercy Indonesia berusaha membantu anak-anak korban bencana agar bisa hidup lebih layak dan nyaman.

Kini, Mercy Indonesia telah memiliki 12 panti asuhan yang tersebar di seluruh Indonesia, antara lain di Atambua, Denpasar, Rote, Soe, Singkawang, serta Waikabubak.. Panti Asuhan Mercy Atambua menjadi panti asuhan pertama yang didirikan. Selama 15 tahun, Mercy Atambua telah merawat anak-anak yang menjadi korban kerusuhan dan mengungsi ke Atambua. Panti ini juga menolong dan mendidik anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Beberapa dari mereka bisa bersekolah di sekolah umum, bahkan beberapa sudah melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi dan sudah bekerja.

Selain panti asuhan, Yayasan Mercy Indonesia juga mendirikan 3 pusat pelatihan anak-anak yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Melalui pusat pelatihan ini, Mercy Indonesia berfokus pada pertumbuhan fisik, emosional, edukasi, dan kerohanian yang dibutuhkan oleh anak-anak. Ada pula pelayanan House of Mercy Development Center yang bertujuan untuk memberdayakan para perempuan dengan cara memberikan pelatihan keterampilan dan bimbingan rohani.


Mercy Indonesia berupaya untuk terus membantu anak-anak yang membutuhkan pertolongan. Kamu bisa dukung program mereka dengan cara berdonasi di Kitabisa.

bantu panti asuhan

Comments are closed.