Biaya Pengurusan Jenazah Mahal? Begini Cara Menyiapkannya dari Sekarang

July 13, 2026
Oleh : blog2kitabisa

Biaya Pengurusan Jenazah Mahal? Begini Cara Menyiapkannya dari Sekarang

Kalau bicara soal rencana keuangan, yang paling sering muncul di kepala kita biasanya tabungan pendidikan anak, asuransi kesehatan, atau reksa dana. Semua penting. Tapi ada satu hal yang hampir tidak pernah kita hitung biayanya: hari ketika kita meninggal.

Di balik rasa duka, keluarga yang ditinggalkan harus langsung memikirkan banyak hal. Ambulans. Kain kafan. Jasa pemandian. Konsumsi pelayat. Pengurusan akta kematian ke Disdukcapil saat suasana masih berkabung. Kalau ditotal, biaya pengurusan jenazah di Indonesia bisa dengan mudah menyentuh jutaan rupiah, tergantung daerah dan pilihannya.

Masalahnya, keluarga yang berduka jarang punya waktu dan tenaga untuk membandingkan harga di tengah-tengah suasana seperti itu. Karena itu, Pulang dari Kitabisa hadir sebagai layanan kedukaan yang menanganinya dari awal sampai pasca-pemakaman.

Berapa Biaya Pengurusan Jenazah Saat Ini?

Tanpa layanan semacam ini, keluarga biasanya menanggung sendiri biaya-biaya berikut:

  • Kain kafan atau peti jenazah
  • Sewa mobil jenazah
  • Jasa pemandian dan pengkafanan
  • Papan nisan, papan penutup makam, dan ongkos gali kubur
  • Konsumsi untuk pelayat
  • Pengurusan dokumen ke Disdukcapil, BPJS, sampai surat kepolisian (kalau meninggal karena kecelakaan)

Kalau diakumulasi, totalnya memang bisa mencapai jutaan rupiah. Itu pun belum termasuk biaya lahan makam dan rumah duka, yang biasanya ditanggung terpisah.

Pulang memotong kerumitan ini dengan satu sistem: iuran keanggotaan tahunan yang relatif kecil, lalu tim Pulang yang datang dan mengurusi semuanya saat dibutuhkan.

Skema Iurannya

  • Usia 1–65 tahun: Rp200.000 per tahun (sekitar Rp16.000-an per bulan)
  • Usia 66–80 tahun: Rp300.000 per tahun

Anggota baru bisa mengakses layanan penuh setelah 3 bulan terdaftar.

Apa Saja yang Didapatkan Anggota?

Layanan yang tertulis di bawah ini adalah layanan untuk anggota Muslim. Pulang juga melayani pengurusan jenazah untuk pemeluk agama Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Saat hari kematian

  • Pendampingan di rumah duka. Tim Pulang datang langsung dan menangani kebutuhan keluarga.
  • Pemandian dan pengkafanan sesuai syariat, termasuk kain kafan, sabun, kamper, parfum, dan bunga mawar.
  • Papan nisan, papan kayu penutup makam, dan biaya gali kubur.
  • Mobil jenazah elektrik, yang lebih luas, tenang, dan tidak menghasilkan emisi.
  • 50 pak snack box untuk pelayat, gratis.

Layanan ini belum termasuk lahan makam dan rumah duka.

Setelah pemakaman

  • Santunan tunai Rp1.000.000 untuk keluarga.
  • Pengurusan akta kematian dari Disdukcapil, penghentian BPJS, dan surat kepolisian bila diperlukan.
  • 50 buku Yasiin dan akses konseling psikolog untuk membantu keluarga melewati masa duka.

Iurannya Juga Mensponsori Pemulasaraan untuk Warga Dhuafa

Salah satu hal yang jarang dibahas soal program seperti ini: iuran yang dibayar anggota tidak hanya melindungi diri sendiri. Sebagian dari iuran itu dipakai untuk menggratiskan layanan pemulasaraan bagi warga dhuafa.

Jadi iuran yang dibayar tiap tahun punya dua fungsi: melindungi anggota sendiri, dan mendanai pemulasaraan gratis untuk warga dhuafa yang tidak mampu.

Cara Mendaftarnya

Pendaftaran bisa dilakukan lewat pulang.kitabisa.com. Kalau ada pertanyaan yang belum jelas di situs, tim Pulang bisa dihubungi lewat WhatsApp di 0811-1315-985.

Yang bisa didaftarkan bukan hanya diri sendiri. Orang tua, pasangan, dan anak juga bisa. Satu iuran menutup satu orang, jadi kalau mau mendaftarkan empat anggota keluarga, iurannya juga ikut empat kali.

Kematian Pasti Datang, Persiapannya Tidak Harus Berat

Menyiapkan biaya kematian bukan berarti mengundi hal buruk. Ini cara paling sederhana untuk memastikan keluarga tidak perlu mengambil keputusan besar di tengah duka, dan tidak harus menanggung tagihan yang datang bertubi-tubi setelah pemakaman selesai.

Buat yang sudah punya tabungan pendidikan dan asuransi kesehatan, iuran kedukaan biasanya jadi item berikutnya yang masuk daftar. Tapi sebenarnya, kalau dipikir lagi, mungkin seharusnya iuran ini yang lebih dulu dipasang—karena yang lainnya masih bisa ditunda, kematian tidak bisa.

Bagikan