Ramadhan

Apakah Niat Puasa Cukup di Awal Ramadhan atau Setiap Hari?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Puasa ramadhan merupakan pelaksanaan dari rukun islam yang ketiga yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada seluruh hamba-Nya yang beriman. Puasa dalam KBBI merupakan salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Disebutkan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 183, yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.

Niat puasa merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan puasa. Niat puasa ini harus dilakukan untuk membedakan dengan menahan lapar biasa. Menahan lapar bisa jadi sekadar kebiasaan atau karena sakit sehingga harus dibedakan dengan niat ibadah. Niat puasa lazimnya diucapkan setiap malam menjelang sebelum fajar di esok hari. Namun, apakah niat puasa cukup dilakukan di awal Ramadhan atau harus diperbaharui setiap harinya?

 

Syarat Sah Puasa Ramadhan

Apakah Niat Puasa Cukup di Awal Ramadhan atau Setiap Hari?

Ada 5 syarat untuk mengetahui sah atau tidaknya puasa Ramadhan yang kita lakukan, diantaranya:

  1. Beragama Islam
    Puasa Ramadhan bisa dikatakan sah apabila orang muslim yang menjalankannya. Jika puasa ramadhan dilakukan oleh orang non-muslim, maka tidak sah hukumnya dan tidak akan mendapatkan pahala apapun.
  2. Suci dari haid dan nifas
    Syarat sah puasa selanjutnya ditujukkan kepada kaum wanita. Jika mereka sedang haid atau masa nifas setelah melahirkan maka tidak dibolehkan untuk melakukan puasa.
  3. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa
    Puasa akan dikatakan sah jika kamu menahan diri dari aktivitas atau hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, muntah dengan sengaja, melakukan aktivitas seksual secara sengaja, keluar air mani dengan sengaja karena bersentuhan, gila atau hilang kewarasam, haid, merokok, dan murtad.
  4. Mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
    Kalau kamu dapat membedakan keduanya, kamu dianggap memiliki akal yang sehat dan baik sehingga diperbolehkan untuk melakukan puasa ramadhan.
  5. Niat berpuasa
    Niat termasuk ke dalam syarat sah puasa karena puasa adalah salah satu bentuk ibadah sehingga tak akan sah hukumnya jika kamu berpuasa tanpa melakukan niat terlebih dahulu.
Baca juga:
Niat Puasa Ramadhan, Rukun Puasa yang Sering Diabaikan
Lupa Tak Baca Niat Puasa Ramadhan, Apakah Puasanya Sah?

 

Ucapkan Niat Sekali di Awal Puasa atau Setiap Hari?

Apakah Niat Puasa Cukup di Awal Ramadhan atau Setiap Hari?

Terjadi perbedaan pendapat tentang masalah niat puasa di kalangan para ulama, perbedaan pendapat tersebut diantaranya:

Pendapat Pertama, menyaakan bahwa niat cukup sekali di awal bulan. Ini merupakan pendapat ulama Malikiyah. Pendapat ini juga dipilih Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Beliau berkata, “Cukup dalam seluruh bulan ramadhan kita berniat sekali di awal bulan, karena walaupun seseorang tidak berniat puasa setiap hari pada malam harinya, semua itu sudah masuk dalam niatnya di awal bulan. Tetapi jika puasanya terputus di tengah bulan, baik karena bepergian, sakit dan sebagainya, maka dia harus berniat lagi karena dia telah memutus bulan Ramadhan itu dengan meninggalkan puasa karena perjalanan, sakit dan sebagainya.

Pendapat Kedua, para jumhur (mayoritas) ulama menyatakan bahwa niat ini harus diperbaharui setiap harinya. Alasannya adalah karena puasa setiap hari di bulan Ramadhan masing-masing hari berdiri sendiri, tidak berkaitan satu dan lainnya, dan tidak pula puasa di satu hari merusak puasa hari lainnya. Hal ini berbeda dengan rakaat dalam shalat.

Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan puasa pada bulan Ramadhan wajib dilakukan dengan berniat pada malam hari sebelum fajar. Berniat puasa haruslah dilakukan setiap hari karena puasa pada tiap-tiap hari di bulan itu adalah ibadah yang berdiri sendiri yang membutuhkan niat.

Dengan penjelasan di atas, kamu sudah mengetahui bahwa niat puasa seharusnya memang dilakukan setiap hari sebelum fajar, baik dilafadzkan ataupun tidak karena ibadah puasa merupakan ibadah yang berdiri sendiri sehingga niat untuk berpuasa harus diperbaharui setiap harinya.

Ditulis Oleh: Ray


Sebagai pelengkap ibadah puasa di bulan Ramadhan, kamu juga bisa memperbanyak bersedekah. Caranya sangat mudah, cukup bersedekah secara online melalui aplikasi Kitabisa atau melalui website Kitabisa. Ayo bersedekah!

banner_donasi_sedekah

Comments are closed.