Author

Media Kitabisa.com

Browsing

Inline image 1

Jakarta, 24 Februari 2018 –  Ada banyak cara yang dilakukan orangtua untuk merayakan ulang tahun buah hatinya. Cara yang dilakukan pasangan Selebriti Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck ini terbilang unik.

Melalui laman kitabisa.com/ultahbjorka, Ringgo dan Sabai mengajak para netizen menggalang dana untuk biaya operasional sebuah sanggar terapi bagi anak-anak down syndrome di Garut.

“Hari ini (24/2), tepat di umur Bjorka yang ke-2, saya dan Bojo (Sabai) sama temen-temen lain punya ide untuk ngajak Bjorka mulai melakukan halsimple yang membawa manfaat, yaitu galang dana untuk anak-anak down syndrome yg membutuhkan. Itung-itung donasi yang temen-temen berikan adalah kado ulang tahun. Tapi bukan untuk Bjorka, melainkan untuk membangun sanggar dan terapi untuk anak-anak down syndrome,” ujar Ringgo.

Inline image 2

 

Baru dua hari diunggah, kampanye “donasi kado” berupa galang dana ini berhasil mengumpulkan dana lebih dari 24 juta dari 116 donatur. Komentar dan respon simpatik dari donaturnya pun beragam:

“Happy birthday, Bjorka. Semoga selalu menjadi anak yang soleh,” (anonim)

“Happy bitrhday Bjorka, happy for u tobe a son from baba and mama. Wish baba mama will be always a good parent for u and good people,” (anonim)

“Semoga bisa membantu dan bermanfaat buat mereka yang Bjorka bantu ya. Cium jauh buat Bjorka yang ganteng, keren, dan baik hati,” (Reni Hayatus)

Adapun, donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sanggar untuk anak-anak down syndrome, seperti alat terapi, terapist, dan biaya sewa tempat di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ini bukan kali pertama kitabisa.com mengajak artis untuk merayakan momen ulangtahunnya dengan berbagi kepada sesama. Sebelumnya ada Raisa yang sukses mengumpulkan donasi kado berupa keperluan sekolah untuk anak-anak di Biak, Chelsea Islan yang menggalang kado untuk biaya sekolah seorang anak, serta Vidi Aldiano yang menggalang dana untuk biaya sekolah anak berprestasi di Jogjakarta.

Tim pemulihan KLB Kabupaten Asmat berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalisme TV Indonesia (IJTI) Papua secara simbolis menyerahkan bantuan tandon air untuk masyarakat di Kabupaten Asmat. Sumber: Dokumentasi IJTI Papua

Jakarta, 21 Februari 2018 –  Penggalangan dana yang dilakukan oleh artis sekaligus komika Arie Kriting untuk Asmat menuai respon positif dari Netizen. Per tanggal 21 Februari 2018, campaign ini telah mendapatkan dukungan  dari 1.000 lebih donatur dan mengumpulkan donasi sebesar Rp 204.795.890 melalui halaman kitabisa.com/bantuasmat. Donasi pun telah disalurkan dengan membelikan tandon air untuk warga melalui kolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia di Papua.

Melalui halaman kitabisa.com/bantuasmat, Arie menuliskan kabar terbaru mengenai penyaluran donasi tersebut.  “Saya ingin melaporkan bahwa penyaluran donasi dilakukan dengan kolaborasi bersama Tim Pemulihan KLB Kabupaten Asmat dan IJTI Papua”, tulis Arie.

Hingga tanggal 21 Februari 2018, kampanye penggalangan dana Arie Kriting untuk anak & ibu Suku Asmat di kitabisa.com telah menghimpun dana sebesar 204.795.890. Sumber: kitabisa.com/bantuasmat

Penyaluran dana tersebut telah digunakan tim yang berangkat ke Agats untuk membeli 10 unit tandon ukuran 1100 liter dan mendistribusikannya ke 3 kampung, yakni Kampung Suwruw (4 buah), Kampung Ayet (3 buah) dan Kampung Aswet (3 buah). Menurut penjelasan Arie, pembelian 10 unit tandon air tersebut dilakukan berdasarkan hasil survey oleh tim di lapangan.

“Penyaluran Tandon Air ini dipilih untuk membantu menyelesaikan problematika pada hulu permasalahan, yakni ketersediaan air bersih.

Selain itu, bentuk bantuan lainnya berupa sembako, obat-obatan dan pakaian juga sudah lebih dari cukup dan menumpuk pada beberapa posko. Sehingga tim kami berinisiatif untuk mengarahkan bantuan pada bentuk yang lebih jangka panjang dan bersentuhan langsung dengan peningkatan kualitas kesehatan saudara-saudara kita di Asmat”, tutup Arie.

 

Tim pemulihan KLB Kabupaten Asmat berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalisme TV Indonesia (IJTI) Papua secara simbolis menyerahkan bantuan tandon air untuk masyarakat di Kabupaten Asmat. Sumber: Dokumentasi IJTI Papua

 

Jakarta, 6 Februari 2017 – Netizen bereaksi cepat terhadap Korban tewas akibat tumbangnya pohon sengon di Jalan Lingkar Utara Universitas Indonesia (UI), Miftah Abdillah Achmad (27) dan Rustiana Imala Putri (27). Kedua korban menikah dua tahun lalu dan memiliki seorang bayi berusia sembilan bulan bernama Alfa.

Netizen bernama Iqbal Maulana kemudian melakukan penggalangan dana yang berhasil mengumpulkan Rp. 117.055.121 dari target awal yang hanya 50 juta rupiah. Kampanye galang dana tersebut bisa diakses di laman https://kitabisa.com/tributeformiftah.

Screenshot #tributeformiftah

Iqbal Maulana, penggagas galang dana #TributeForMiftah menuturkan bahwa dirinya adalah sahabat dari Miftah Abdillah Rachmat (alumni fisika IPB angkatan 45) yang ia kenal karena pernah bekerja di kantor yang sama. “Saya sangat kaget ketika membaca berita bahwa keduanya meninggal dunia tertimpa pohon di UI. Lebih kaget lagi karena mereka meninggalkan seorang balita berusia 9 bulan.”

Miftah, Rusti dan Alfa

Tergerak, Iqbal Maulana segera menggalang dana melalui halaman kitabisa.com/tributeformiftah dan menyebarkannya di Facebook. Inisiatif ini pun ratusan kali dibagikan dan menarik ratusan netizen berdonasi.

Alfatih Timur, CEO Kitabisa.com, menuturkan bahwa penggalangan dana untuk santunan korban suatu musibah merupakan bukti tenggang rasa yang masih kental di Indonesia. “Solidaritas kita tinggi, suka tolong menolong punya rasa kekeluargaan. Kitabisa.com ingin menjembatani dengan menyediakan platform online yang mudah dan transparan. Sehingga, siapapun yang terketuk hatinya bisa ikut membantu mereka yang tertimpa musibah.”

Nova Indriw, salah satu donatur menuturkan, “Hati ikut menangis, semoga dede Alfa selalu bahagia bersama nenek ya jadi anak yang pintar, dan nurut dengan nenek.” Donatur lain bernama Larissa F.A. mengharapkan agar Alfa bisa tumbuh menjadi anak yang sukses. “Alfa hampir seumuran dengan anak saya, semoga alfa jadi anak yg baik dan sukses ya, Nak.”

blog1blog 2

Iqbal Maulana menambahkan, dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk tabungan pendidikan dan uang duka untuk keluarga. Terutama untuk pendidikan anak yang ditinggalkan yaitu Alfa Naufal Nareswara. Mari kita bergandengan tangan meringankan beban keluarga, dan kita bantu masa depan dari balita yang ditinggalkan.

Pemerintah Kota Bandung menggagas konsep ‘Family for Family’ dalam mengentaskan kemiskinan. Nama ‘Family for Family’ sengaja di­pilih Ridwan Kamil agar masyarakat internasional bisa terlibat.

Secara sederhana, kampanye ini menerapkan konsep keluarga asuh dimana keluarga mampu akan mengasuh keluarga miskin. Program ini rencananya akan dijalankan mulai akhir Februari 2017 dengan meluncurkan laman online dan telah mulai diujicobakan. Halaman ini dapat bisa diakses oleh para calon donatur pada laman kitabisa.com/partners/fff.

Dikutip dari akun instagram Ridwan Kamil, Walikota Bandung, menuturkan bahwa tahun 2017 ini, salah satu fokus Pemkot adalah mengentaskan (masyarakat) miskin dengan jalur cepat.

“Kami sedang memulai gerakan sosial sederhana dimana satu keluarga mapan mengasuh satu keluarga tidak mampu. Diberi program-program kail multidimensi. Anaknya diurus, ibunya diberdayakan, bapaknya dicarikan atau dibantu modal kerja”

Official Statement dari Ridwan Kamil Terkait Kampanye Family for Family

“Ada 50 ribu keluarga tidak mampu di Bandung, atas izin Allah kami sedang ikhtiar mencari 50 ribu keluarga mapan yang dermawan. Family For Family ini dijalankan oleh SDM anak2 muda yg mensurvey, mewawancara problem riil, dan membuatkan aplikasi. Sehingga keluarga asuh bisa cek via hape, kemajuan bulanan keluarga yg diasuhnya. Kenapa namanya pake bahasa Inggris? karena suatu hari gerakan ini akan mendunia dimana kebaikannya akan lintas batas negara, dan mengikis kemiskinan dunia dengan kemanusiaan.”, tulis Ridwan Kamil.

Berbagai profil keluarga miskin yang telah mendapatkan keluarga asuh ditampilkan secara online di laman kitabisa.com/partners/fff. Dengan laman online ini, setiap keluarga asuh bisa melihat profil keluarga yang ingin dibantu, menyalurkan bantuan dengan mudah, dan mendapatkan update secara transparan. Warga yang berminat menjadi donatur bulanan pun bisa mendaftar dengan mengisi form di laman tersebut.

Alfatih Timur, CEO Kitabisa.com, menuturkan bahwa kampanye ‘Family for Family’ merupakan inisiatif yang sangat baik dari Pemerintah Kota Bandung dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan partisipasi publik. “Kampanye ‘Family for Family’ merupakan sebuah terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dalam pemanfaatan teknologi. Perkembangan Teknologi harus dioptimalkan untuk kepentingan yang jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat.”

“Menggalang dana publik melalui Kitabisa.com kian menjadi pilihan karena mudah, dan update yang bisa dilihat secara real time. Kitabisa.com saat ini telah berhasil mendanai berbagai kampanye individu ataupun kelompok yang dilakukan secara tunggal. Kampanye ‘Family for Family’ bisa menjadi contoh baru kampanye terintegrasi yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menggalang partisipasi publik untuk mengentaskan kemiskinan melalui platform online. Semoga kampanye ini mendapat sambutan positif dari publik dan bukan tidak mungkin direplikasi oleh Pemerintah dari daerah lain,” pungkas Alfatih.

Ridwan Kamil bersama Alfatih Timur (CEO Kitabisa.com) pada Meeting Family for Family

Pada program ‘Family for Family’ keluarga mapan bisa mengetahui latar belakang keluarga yang akan dibantu, melalui profil keluarga mis­kin yang akan dipublikasikan di laman. Lokasi tempat tinggal, kebutuhan hidup, usaha, sampai potensi usaha yang bisa dikembangkan akan mudah diketahui. Bahkan, keluarga pengasuh mungkin bisa membantu mencarikan atau memberikan pekerjaan. Pemerintah Kota Bandung menghindari distribusi uang yang penggunaannya bersifat konsumtif, karena itu bantuan uang akan dikonversikan untuk kebutuhan produktif.

Masa asuh dan pembinaan ditetapkan selama setahun, setelah itu diharapkan keluarga prasejahtera sudah bisa mandiri dan berdikari. Pemerintah Kota Bandung menghitung kebutuhan keluarga kurang mampu rata-rata Rp 10 juta-Rp 15 juta setiap tahunnya. Untuk memastikan bantuan dari keluarga mampu sampai kepada tujuan, Pemerintah Kota Bandung mengandalkan sukarelawan yang akan menyampaikan bantuan sekaligus mengawasi.

Jakarta, 14 November 2016 – Setelah dikagetkan dengan berita meledaknya sebuah bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Adjie Silarus seorang netizen yang berprofesi sebagai yoga trainer membuat penggalangan dana di kitabisa.com

“Cobaan yang mereka terima sudah cukup berat, saatnya kita berempati dan berangkulan tangan untuk ikut meringankan beban mereka. Besar kecil donasi bukan masalah” Ujar Adjie melalui halaman penggalangan dananya: kitabisa.com/bomsamarinda

Screen Shot 2016-11-15 at 08.50.35

Sejak diluncurkan kemarin malam (14/11) kampanye ini viral di social media dan telah dishare ribuan kali. Pagi ini (08.30 WIB) donasi yang terkumpul mencapai Rp.42 juta dari 195 donatur. Pencapaian ini melampaui target donasi awal yang hanya Rp.30 juta.

“Maafkan kami yang gagal bikin tempat hidup yang layak” ujar Arvin Tunas salah seorang donatur yang menitipkan pesan pada donasinya.

Screen Shot 2016-11-15 at 08.37.18

Kampanye ini akan terus berjalan hingga tanggal 22 November. Donasi yang terkumpul akan didistribusikan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) kepada keluarga korban. Siapapun yang tertarik untuk berdonasi bisa langsung mengunjungi kitabisa.com/bomsamarinda dan klik tombol “Donasi Sekarang”, dari sana akan muncul nomer rekening yang bisa ditransfer.

“Kitabisa memberikan pengalaman donasi seperti belanja online. Semuanya bisa dibaca secara jelas dan transparan, ada banyak pilihan pembayaran, dan donatur akan mendapatkan laporan penggunaan dana melalui email” terang Alfatih Timur CEO Kitabisa.com

Screen Shot 2016-11-15 at 08.50.48

Sampai saat ini kitabisa.com sendiri sudah mengumpulkan donasi Rp 49 Milyar dari lebih dari 2000 kampanye sosial.

“Siapapun darimanapun bisa galang dana di kitabisa, mulai untuk biaya medis, beasiswa, bangun rumah ibadah, dll. Tinggal buka website kami dan klik tombol “galang dana”. Kami berusaha membuat proses galang dana menjadi lebih transparan dan viral”, tambah Alfatih.

Show Buttons
Hide Buttons