Berkat Zakatmu, Guru Honorer Mulai Bangkit

July 29, 2026
Oleh : blog2kitabisa

Berkat Zakatmu, Guru Honorer Mulai Bangkit

Ada orang yang hidupnya kekurangan, tapi tetap memilih memberi. Pak Yaman salah satunya.

Pak Yaman mengajar di sebuah SMP di Garut. Gajinya sebagai guru honorer jauh dari kata layak — untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja sudah berat. Supaya bisa bertahan, ia berjualan gorengan di sela-sela waktu mengajar.

Yang membuat kisahnya berbeda: Pak Yaman sendiri adalah penyandang disabilitas. Salah satu kakinya diamputasi. Tapi keterbatasan itu tidak membuatnya berhenti. Ia masih menyekolahkan seorang anak yatim difabel, padahal ia sendiri sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Gaji saya sebagai guru honorer… tapi sekarang hanya bisa jualan gorengan." — Pak Yaman, Guru Honorer SMP, Garut.

Pak Yaman bukan satu-satunya

Bu Muamarah di NTT bilang penghasilannya jelas tak cukup untuk hidup layak, tapi ia merasa dikuatkan setiap kali melihat murid-muridnya semangat belajar. Bu Neneng di Bekasi bertahan karena panggilan hati dan rasa senangnya melihat anak-anak bisa membaca, menulis, dan mengaji. Bu Caca di Cirebon, guru SLB, mengajar bahasa isyarat supaya murid-murid tuli-nya punya masa depan yang lebih baik.

"Rp400 ribu per bulan jelas gak cukup untuk hidup layak. Tapi, tiap kali melihat anak-anak didik saya semangat belajar & pintar, rasanya saya seperti dikuatkan," kata Bu Muamarah.

Cerita mereka berbeda, tapi alasannya sama: anak-anak didiknya harus tetap bisa belajar, apa pun risikonya bagi diri mereka sendiri.

Bagaimana Kitabisa dan Salam Setara membantu

Lewat program Zakat Plus, Kitabisa berkolaborasi dengan LAZNAS Salam Setara untuk menjangkau guru-guru honorer seperti Pak Yaman. Ada dua skema yang berjalan:

  • Jaga Sejahtera: bantuan rutin selama 6 bulan untuk kebutuhan dasar, bukan sekali kirim lalu putus.
  • Jaga Harapan: modal usaha atau pelunasan utang produktif supaya usaha sampingan mereka kembali untung.

Selain bantuan finansial, penerima manfaat juga mendampingi langsung tim Kitabisa dan Salam Setara, supaya ke depan mereka bisa lebih mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan.

Efeknya mulai terasa

Sampai sekarang, 425 keluarga dhuafa — termasuk guru honorer, tenaga kesehatan honorer, dan guru difabel di sekolah luar biasa — sudah terbantu lewat program ini. Salah satunya Bu Felicia, guru difabel dan mualaf, yang kini bisa memenuhi kebutuhan dasar dan melunasi utangnya.

"Bahasa isyarat itu adalah penyambung masa depan untuk anak-anak didik," kata Bu Felicia.

Guru-guru ini mengajar bukan demi gaji besar. Mereka bertahan karena percaya anak-anak didiknya berhak punya masa depan yang lebih baik — dan itu sudah cukup jadi alasan untuk terus mengabdi.

Yuk, dukung terus guru-guru honorer seperti Pak Yaman lewat zakat yang kamu tunaikan di Aplikasi Kitabisa. Sebagian kecil hartamu bisa jadi penopang besar untuk mereka yang sudah menopang pendidikan anak-anak Indonesia.

Cek program selengkapnya di https://zakatplus.id/

Bagikan