Qurban

Ini Bacaan Niat Qurban Idul Adha Beserta Artinya

Qurban merupakan bentuk ibadah yang hukumnya sunah muakkad. Namun, apakah kamu sudah mengetahui bacaan niat qurban Idul Adha?

Perintah berqurban ini sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS, yaitu ketika Allah memerintahkan Qabil dan Habil mempersembahkan hewan ternaknya sebagai simbol ketakwaan. Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27 yang artinya:

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa.”

Kemudian, sejarah qurban ini pun dimulai sejak zaman nabi Ibrahim AS dan Ismail AS. Tidak hanya mendapatkan pahala, bagi umat Islam qurban juga memiliki beragam keutamaan. Untuk itu, sebelum menunaikan ibadah qurban seorang muslim wajib mengetahui lebih dulu syarat berqurban dan juga lafadz niat qurban sebagai berikut:

Niat Qurban dan Artinya

Sebagaimana amal lain seperti salat, puasa, dan zakat, qurban juga wajib dilakukan dengan disertai niat terlebih dahulu. Niat inilah yang akan menentukan apakah suatu qurban diterima Allah SWT atau tidak. Ulama An-Nawawi mengatakan: “Niat adalah syarat sah berqurban.” (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/380)

Adapun bacaan lafadz niat qurban, yaitu:

Nawaitu al-udhiyata bi syaatin lillahi ta’ala…”

Artinya: “Saya niat berqurban untuk diri sendiri karena Allah ta’ala.”

 

Apakah Niat Qurban Harus Dilafalkan?

Ada beberapa pendapat yang membahas tentang wajib tidaknya niat qurban dilafalkan. Namun, mayoritas ulama bersepakat bahwa lafadz niat qurban tidak perlu dilafalkan, sebab niat tempatnya di dalam hati, bukan pada lisan.

Jadi, selama kamu punya keinginan kuat dan ikhlas untuk menyembelih hewan qurban, maka hal tersebut sudah dihitung sebagai niat. Pun saat kamu, misalnya, menyerahkan uang kepada panitia qurban, lalu ditanya “uang sejumlah ini akan dipakai untuk apa?” Selama kamu menjawab dengan ridha bahwa uang tersebut dimaksudkan untuk qurban, maka hal itu sudah dianggap sebagai niat. Wallahu a’lam…

 

Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban dan Bacaannya

Menyembelih hewan qurban harus dilakukan sesuai dengan syariat. Nah, berikut urutan bacaan saat hendak menyembelih qurban.

  1. Membaca basmalah: Bismillaahirrahmaanirrahiim (dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang).
  2. Membaca salawat atas Nabi Muhammad, yaitu: Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad (Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya).
  3. Melafalkan takbir sebanyak tiga kali dan tahmid sekali. Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, walillaahil hamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu).
  4. Sebelum menggoreskan mata pisau ke leher hewan qurban, penyembelih harus membaca doa sebagai berikut:

    “Allaahumma haadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minnii ya kariim…” Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

     

    Namun, jangan khawatir jika kamu mengalami kesulitan membaca niat qurban dalam bahasa Arab, karena kamu bisa melafalkannya dalam bahasa Indonesia atau bahasa apa saja yang lebih kamu pahami. Sebab dalam ibadah apa pun, niat baik dan ikhlas adalah yang paling penting—sekalipun hanya terlintas dalam hati.

Nah, itulah dia bacaan niat qurban beserta artinya yang bisa kamu amalkan saat berqurban nanti. Semoga bermanfaat, ya.


Kamu juga bisa berqurban dengan mudah melalui platform Kitabisa. Selain transparan dan sesuai syariat, harga hewan qurban di Kitabisa juga sangat terjangkau, lho. Yuk, qurban sekarang bersama ribuan OrangBaik lainnya.

qurban online

Comments are closed.