Gaya Hidup

Mari Bantu Beri Akses Listrik Daerah Pedalaman di Kitabisa

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kita yang berada di kawasan perkotaan mungkin tidak akan terlalu pusing dengan urusan listrik. Pasalnya, infrastruktur untuk listrik terbangun dengan baik. Hampir semua wilayah di perkotaan sudah dialiri listrik dari pagi hingga malam tanpa terputus sama sekali. 

Sayangnya, apa yang dirasakan oleh sebagian besar wilayah di perkotaan ini tidak dinikmati oleh mereka yang ada di pedesaan atau wilayah terpencil. Listrik belum sepenuhnya masuk ke kawasan yang sangat terpencil. Padahal fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk banyak hal.

 

Listrik untuk Penerangan Saat Malam

listrik pedalaman

Hadirnya listrik membawa perubahan yang besar di masyarakat. Listrik memberikan banyak kemajuan, khususnya dalam hal penerangan. Sebelum listrik masuk desa dan menerangi banyak wilayah, begitu malam tiba, gelap akan muncul di mana-mana. Cahaya hanya muncul dari lampu minyak yang tidak maksimal.

Lampu minyak tidak maksimal digunakan dan sangat berisiko. Selain itu minyak yang digunakan juga sangat boros. Kalau sampai salah menyalakan lampu, kemungkinan terjadi kebakaran akan besar. Selain itu lampu juga tidak tahan lama karena bahan bakar cepat habis.

Sebelum ada listrik, anak-anak lebih banyak belajar di siang hari atau buru-buru mengerjakan pekerjaan rumah sebelum gelap. Mereka yang bekerja juga sulit melakukan tugasnya dengan baik akibat penerangan yang sangat minim.

Begitu listrik masuk ke desa-desa, kehidupan penduduk mulai berubah total. Setiap rumah sudah memiliki lampu untuk menerangi ruangan, kegiatan belajar tidak terganggu, dan bekerja di malam hari pun tidak mendapatkan gangguan.

Baca juga:
Bangun Jembatan Bersama Kitabisa
Kursi Roda untuk Hidup Teman Difabel yang Lebih Baik

 

Listrik untuk Menyambung Kehidupan

bantuan listrik

Selain penerangan yang memberikan banyak perubahan, listrik juga digunakan untuk menyambung hidup. Banyak kebutuhan pokok dihasilkan dengan listrik, seperti penggilingan beras yang mengubah gabah menjadi beras siap konsumsi.

Sayangnya tidak semua daerah mendapatkan akses listrik untuk melakukan penggilingan beras. Salah satu daerah itu adalah Kampung Siru, Desa Copa, di Flores NTT. Setiap hari beberapa orang harus melakukan perjalanan darat yang terjal sejauh 5 km sambil membawa karung gabah seberat 25 kilogram.

Bisa dibayangkan betapa sulitnya kehidupan mereka tanpa listrik. Untuk makan saja mereka harus bersusah payah untuk melakukan perjalanan jauh dan berisiko harus jatuh atau cedera di tengah jalan. Oleh karena itu mari kita bantu mereka lewat Kitabisa dalam kampanye #BisaBeriListrik. 

Dengan kampanye ini listrik bisa dibawa masuk ke kampung dan dibangun pusat penggilingan untuk memudahkan hidup banyak orang.

 

Bantu Beri Akses Listrik Daerah Pedalaman

Melalui program #BisaBeriListrik, kamu dapat membantu saudara-saudara di pedalaman Indonesia yang belum mendapatkan akses terhadap listrik. Program ini adalah bentuk inisiatif Kitabisa dalam mengatasi krisis dan ketertinggalan dengan alirkan listrik ke berbagai penjuru Indonesia.

Dengan berdonasi di #BisaBeriListrik, kamu tidak perlu lagi memilih halaman galang dana yang ingin kamu bantu karena Kitabisa telah membantumu memilih. Secara berkala, Kitabisa akan menyalurkan donasi kepada saudara kita yang belum mendapatkan akses listrik. Update setiap donasi yang disalurkan akan diupdate secara rutin sesuai kebutuhan.


Kamu bisa bantu warga pedalaman Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik dengan donasi di Kitabisa.

bantuan listrik pedalaman

Comments are closed.