Qurban

Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Qurban dalam Islam

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umat muslim pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah qurban pada waktu Idul Adha. Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul untuk melaksanakan salat Ied di pagi hari secara berjamaah. Selain itu, terdapat pula ritual qurban yang dilakukan untuk memperingati peristiwa qurban yang terjadi pada Nabi Ibrahim. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjabaran lengkap mengenai kegiatan qurban.

 

Pengertian Qurban

Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Qurban dalam Islam

Kata qurban berasal dari Bahasa Arab “Qariba” yang berarti dekat atau mendekatkan. Qurban dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya. Dalam qurban, dikenal juga istilah udlhiyyah yang merupakan nama untuk hewan qurban yang disembelih pada hari raya qurban. Selain itu, terdapat juga kata tadlhiyyah digunakan sebagai makna berqurban atau melakukan qurban. 

Qurban merupakan ritual ibadah yang dilaksanakan oleh umat Islam. Pada hari raya qurban, dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Qurban biasa dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, tepatnya pada Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah. 

Pada Hari Raya Idul Adha, diperingati peristiwa qurban dimana Nabi Ibrahim bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah SWT. Melihat pengorbanan Nabi Ibrahim, Allah kemudian mengganti anaknya dengan seekor domba ketika waktu penyembelihan tiba.

 

Hukum Melaksanakan dan Ketentuan Qurban dalam Islam

Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Qurban dalam Islam

Menyembelih hewan qurban hukumnya adalah sunnah muakkad. Sunnah muakkad berarti ibadah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat atau hampir mendekati wajib. Ketentuan mengenai qurban juga tertulis dalam surat Al Quran berikut ini:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), “ (QS. Al-Hajj:34)

 

Ketentuan Hewan Qurban

Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Qurban dalam Islam

Dalam qurban, binatang yang diperbolehkan untuk disembelih adalah hewan ternak seperti domba, kambing, sapi, dan unta. Untuk satu ekor unta dan sapi mencukupi untuk qurban 7 orang, baik dalam satu keluarga atau tidak. Sedangkan kambing hanya mencukupi untuk qurban 1 orang. Hewan seperti burung dan ayam tidak diperbolehkan sebagai binatang qurban, seperti yang dituliskan dalam QS Al-Hajj:34.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka” (QS Al-Hajj 34).

Untuk memilih hewan qurban, terdapat beberapa syarat sahnya hewan yang digunakan seperti berikut:
  1. Domba yang digunakan untuk berqurban harus berumur lebih atau sama dengan usia satu tahun sempurna dan memasuki tahun yang kedua. 
  2. Kambing dinyatakan sah apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.
  3. Sapi untuk berqurban sah ketika sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.
Selain itu, beberapa hal harus diperhatikan sebelum memilih hewan qurban. Berikut adalah hal yang menyebabkan hewan qurban tidak sah, antara lain:
  1. Hewan yang salah satu matanya buta atau cacat
  2. Binatang pincang pada salah satu kaki
  3. Hewan yang sakit dan sangat kurus
  4. Binatang yang terputus sebagian atau seluruh telinganya, serta sebagian atau seluruh ekorrnya.

 

Siapa yang Berhak Menerima Daging Qurban?

Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Qurban dalam Islam

Daging hewan qurban tidak hanya dibagikan atau dimakan oleh orang yang berqurban dan keluarganya, tetapi juga diperintahkan untuk diberikan kepada orang lain. 

  1. Orang yang Berqurban dan Keluarganya
    Mereka yang melaksanakan qurban beserta keluarganya dianjurkan memakan sebagian daging qurban. Tersebut dalam hadits riwayat Imam Al Baihaqi yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak makan apapun ketika Idul Adha, hingga kembali ke rumah. Saat di rumah, beliau memakan hati dari hewan qurbannya.
  2. Kerabat
    Teman dan tetangga sekitar berhak menerima daging hewan qurban. Sebagian daging hewan qurban diperbolehkan untuk diberikan kepada mereka meskipun mereka kaya.
  3. Fakir dan Miskin
    Memberikan daging hewan qurban kepada orang fakir dan miskin adalah wajib. Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk memberikan makanan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, termasuk sebagian daging hewan qurban.

 

Keutamaan Ibadah Qurban

Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Qurban dalam Islam

Penting bagi umat Islam untuk mengetahui makna serta keutamaan dari ibadah qurban. Ibadah yang dapat dilakukan setiap Hari Raya Idul Adha ini tentunya memiliki keutamaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh ibadah lainnya. Berikut adalah beberapa keistimewaan dari ibadah qurban, antara lain:

  1. Meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail
  2. Mendapatkan pahala dan ridho dari Allah SWT
  3. Sebagai ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT
  4. Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang disukai oleh Allah SWT
  5. Dapat menyebarkan kebaikan dan manfaat untuk orang lain
  6. Merupakan amalan paling utama di Idul Adha

Kamu bisa melaksanakan ibadah qurban secara mudah dan cepat melalui di Kitabisa. Yuk, qurban sekarang dengan klik gambar di bawah ini!

banner_qurban_kitabisa

Comments are closed.