Kesehatan

Apa Itu Kolonoskopi?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Demi mendapatkan diagnosis suatu penyakit yang lebih akurat, tidak jarang dokter melakukan pemeriksaan lanjutan. Seperti jika kamu mengalami masalah atau gangguan pada bagian saluran pencernaan, tepatnya di kolon (usus besar) dan rektum. Pemeriksaan ini dinamakan kolonoskopi. Proses pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan tabung panjang atau kolonoskop yang dimasukkan dalam rektum. 

Melalui kamera kecil yang terpasang di ujung tabung, dokter bisa melihat dengan jelas kondisi di bagian dalam usus besar dan rektum kamu. Jika terdeteksi adanya polip atau jaringan abnormal lainnya, dokter bisa mengambilnya. Pun, biopsi atau pengambilan sampel jaringan bisa dilakukan selama proses ini. 

 

Mengapa Kolonoskopi Dilakukan?

tes kolonoskopi

Sebenarnya, mengapa prosedur kolonoskopi dilakukan? Dilansir dari Mayo Clinic, dokter mungkin akan merekomendasikan kamu melakukan pemeriksaan ini untuk:

  • Menyelidiki tanda dan gejala kelainan pada usus. Pemeriksaan ini membantu dokter mendiagnosis adanya kemungkinan sakit perut, perdarahan pada rektum, sembelit parah, diare kronis, dan masalah usus lainnya. 
  • Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker usus besar. Risiko kanker usus besar lebih tinggi pada orang-orang berusia 50 tahun ke atas. Namun, jika kamu tidak memiliki faktor risiko lainnya selain usia, pemeriksaan kolonoskopi biasanya direkomendasikan setiap 10 tahun sekali atau bahkan bisa lebih cepat. 
  • Mendeteksi keberadaan polip. Pemeriksaan kolonoskopi lanjutan mungkin akan direkomendasikan jika kamu pernah mengidap atau memiliki riwayat polip. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengurangi risiko kanker usus besar. 
Baca juga:
Kemoterapi Jadi Solusi Pengobatan Kanker?
7 Pengobatan Eksperimen Kanker Paling Menjanjikan

 

Bagaimana Dokter Melakukan Prosedur Kolonoskopi?

prosedur kolonoskopi
Sumber: RS Awal Bros

Prosedur kolonoskopi biasanya memakan waktu antara 30 hingga 60 menit. Selama prosedur dilakukan, kamu akan diberikan obat anestesi untuk menghilangkan rasa sakit, sehingga kamu berada dalam kondisi tidak sadar ketika prosedur berlangsung. Dokter kemudian akan memasukkan alat kolonoskopi melalui lubang anus menuju ke dubur dan usus besar. Jika ditemukan adanya polip pada bagian yang terpeta melalui kamera, dokter mungkin akan mengambilnya dan membawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Memang, polip yang timbul di usus besar sangat umum terjadi pada orang dewasa dan umumnya tidak berbahaya. Namun, sebagian besar kasus kanker usus besar dimulai dari eksistensi polip, sehingga menghilangkannya sejak dini membantu mencegah risiko terbentuknya kanker usus besar. Jika dokter menemukan jaringan yang abnormal, biopsi mungkin dilakukan.

butuh biaya pengobatan

 

Apa yang Terjadi Setelah Prosedur Dilakukan?

biaya kolonoskopi

Seperti dinyatakan dalam laman WebMD, setelah prosedur kolonoskopi selesai, kamu akan dibiarkan beristirahat selama sekitar 30 menit untuk dilakukan observasi. Kamu mungkin akan merasa kram atau sensasi seperti ingin kentut, tetapi ini tidak berlangsung lama. Namun, jika dilakukan biopsi atau pengangkatan polip, kamu perlu menghentikan konsumsi obat-obatan seperti misalnya obat pengencer darah. 

Perdarahan dan tusukan pada usus besar akibat kolonoskopi sangat jarang terjadi, tetapi kedua hal ini bisa menyebabkan terjadinya komplikasi. Jadi, kamu harus segera menghubungi dokter apabila merasakan gejala seperti perdarahan pada dubur berlebihan atau berkepanjangan, dan nyeri perut parah kedinginan, atau demam. 

Hasil prosedur kolonoskopi dinyatakan negatif apabila dokter tidak menemukan adanya kelainan pada usus besar dan rektum. Namun, pemeriksaan lanjutan setelah lima atau 10 tahun mungkin direkomendasikan. Jika terdeteksi adanya jaringan abnormal atau polip pada bagian usus besar atau rektum, artinya hasil prosedur kolonoskopi positif. 

Meski kebanyakan polip tidak bersifat kanker, beberapa bisa bersifat prakanker. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium untuk memutuskan apakah polip tersebut bersifat kanker, prakanker, atau non-kanker.


Kamu bisa bantu mereka yang membutuhkan biaya pengobatan dengan cara berdonasi di Kitabisa. Untuk berdonasi, klik gambar di bawah ini!

banner_donasi_biaya_pengobatan

Comments are closed.