Cerita #OrangBaik

Atresia Ani: Pengertian, Gejala, Penyembuhan, dan Cerita Bayi Ahsan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
  • Atresia ani terjadi pada 1 dari 5.000 bayi yang lahir
  • Atresia ani cenderung 2 kali lebih banyak pada bayi laki-laki dibandingkan perempuan
  • Cerita inspiratif bayi Ahsan sembuh dari atresia ani

Pada sebelumnya, kami sudah pernah membahas tentang penyakit atresia bilier. Masih berkaitan dengan sistem organ dalam tubuh, kali ini kami akan membahas pengertian dari penyakit atresia ani, bagaimana penyebab, penyembuhan, dan kisah inspiratif dari bayi Ahsan.

Apa itu Atresia Ani?

Atresia ani merupakan salah satu jenis kelainan lahir yang terjadi pada usia kandungan mencapai 5-7 minggu.  Kelainan ini menyebabkan bayi yang akan lahir memiliki rektum (bagian ujung usus besar) hingga anus yang belum terbentuk sempurna.

Dari perkembangan yang kurang sempurna inilah yang akhirnya membuat kotoran bayi tidak keluar normal dan membuat rektumnya keluar dari tubuh. Kelainan seperti ini terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran  baru di dunia dan anak laki-laki lebih banyak mengalami kondisi ini dibandingkan dengan anak perempuan.

Belum ada yang tahu secara pasti penyebab dari kelainan ini. Atresia ani terjadi sejak usia kandungan memasuki 5-7 minggu. Biasanya dokter baru bisa mendeteksi adanya kelainan ini setelah bayi lahir. Kelainan ini tidak bisa diabaikan. Tapi menurut beberapa ahli, kondisi ini bisa dikaitkan dengan faktor genetika atau keturunan.

Sebagian besar bayi yang mengalami kondisi ini membutuhkan pembedahan guna memperbaiki kelainannya tersebut.

Gejala Atresia Ani

Bayi yang memiliki atresia ani, biasanya bisa diketahui melalui gejala dan tanda klinis di bawah ini:

  • lubang anus sangat dekat dengan vagina pada bayi perempuan
  • lubang anus tidak berada di tempat seharusnya atau bahkan tidak ada sama sekali
  • tinja pertama tidak keluar dalam jangka 24-48 jam setelah lahir
  • kotoran keluar melalui tempat yang salah seperti uretra, vagina, pangkal penis atau skrotum
  • perut membengkak

Pada beberapa kasus, bayi yang memiliki atresia ani akan mengalami kelainan tambahan seperti:

  • kelainan ginjal dan saluran kemih
  • kelainan tulang belakang
  • kelainan saluran pernapasan
  • kelainan pada kerongkongan
  • down syndrom
  • penyakit jantung bawaan
  • penyakit hirschsprung
  • atresia duodenum (kelainan pada usus halus)

Cara Mengetahui Penyakit Atresia Ani

Dokter biasanya bisa langsung menyadari adanya penyakit atresia ani setelah melakukan pemeriksaan fisik setelah melahirkan. Pemeriksaan pertama yang akan dilakukan oleh dokter adalah memeriksa lambung untuk melihat pembengkakan.

Setelah itu, barulah memeriksa pada bagian anus untuk memeriksa kelainannya. Pemeriksaan menggunakan X-ray dan ultrasonic pada perut juga harus dilakukan untuk memastikan adanya kelainan.  Rangkaian pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk memeriksa adakah kelainan lainnya atau tidak yang terdiri dari:

  • sinar X dilakukan untuk mendeteksi kelainan tulang
  • USG tulang belakang dilakukan untuk menemukan kelaianan pada tulang belakang
  • Echocardiogram untuk mendeteksi kelainan jantung
  • MRI dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada kerongkongan

Pengobatan Atresia Ani

Bayi yang memiliki atresia ani sebagian besar membutuhkan tindak operasi. Mengingat, kelainan ini membutuhkan prosedur operasi untuk memperbaiki masalah yang ada. Pengobatan tersebut terdiri dari:

 

  • Operasi untuk menyambung anus dan usus tidak tersambung dengan anus
  • anoplasti atau pemindahan anus ke lokasi yang seharusnya untuk kondisi yang tidak normal pada usus dan sistem urinasi
  • kolostomi yang dilakukan untuk menyambung usus ke bukaan di dinding perut supaya kotoran bisa keluar di luar tubuh
  • Pemberian obat penawar rasa sakit, seperti etaminoprhen (Tylenol®) atau ibuprofen(Motrin®)

Kisah Inspiratif Ahsan Lolos dari Atresia Ani

Kelainan atresia ani memang menjadi salah satu kelainan yang cukup langka di Indonesia. Tapi, ada salah satu kisah pejuang atresia ani yang bisa dijadikan inspirasi untuk kita semua. Kisah ini berasal dari bayi Ahsan.

Muhammad Ahsanu Amala atau Akrab disapa Ahsan, sejak lahir sudah terdeteksi memiliki kelainan atresia ani atau tidak memiliki anus. Karena kondisinya, ia harus dioperasi agar bisa kembali sehat.

Biaya operasi yang tidak murah, membuat seorang wakil dari kedua orang tua Ahsan menggalang dana melalui kitabisa.com. Melalui kampanyenya, https://kitabisa.com/ahsanlolosatresiaani akhirnya Ahsan berhasil menjalankan operasi untuk kesembuhan atresia ani yang dimilikinya.

Hanya dalam beberapa waktu, penggalagan dana yang dilakukan oleh perwakilan keluarga Ahsan berhasil mengumpulkan Rp98 juta. Biaya tersebut pun langsung digunakan oleh kedua orang tua Ahsan untuk biaya operasi pembuatan anus Ahsan.

Operasi Ahsan berhasil dilakukan dan kondisi Ahsan pun semakin membaik pasca operasi. Keluarga Ahsan merasa kalau donasi yang terkumpul sudah lebih dari cukup, sehingga mereka berencana untuk menyumbangkan kelebihannya untuk orang yang membutuhkan.

Terimakasih yang sebesar-besarnya, semoga Allah membalas segala kebaikan para donatur.. Allah berikan kesehatan selalu agar terus bisa membantu sesama, kata Ayah Ahsan.

Bayi Ahsan menjadi salah satu contoh bayi yang berhasil sembuh dari atresia ani setelah melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com. Banyak orang yang tidak hanya ikut berdonasi, tetapi juga mendoakan untuk kesembuhan Ahsan.

Kamu bisa jadi bagian dari OrangBaik yang membantu biaya pengobatan mereka yang berjuang melawan atresia ani dengan cara berdonasi di Kitabisa.


Kamu juga bisa bantu biaya pengobatan mereka yang membutuhkan dengan cara berdonasi di Kitabisa. Untuk berdonasi, klik gambar di bawah ini!

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons