Cerita #OrangBaik

Cerita Bayi Kembar Sembuh dari Penyakit Jantung Bocor

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Bayi kembar Fakhira dan Fakhika menderita penyakit jantung bocor sejak usia 7 bulan. Biaya yang besar membuat orangtua si kembar kebingungan untuk memenuhi biaya pengobatan.

Salah satu orangtua pasien di rumah sakit menyarankan mereka untuk membuat galang dana di Kitabisa.

Sejak usia 7 bulan, Fakhira dan Fakhika harus berjuang melawan penyakit jantung bocor. Proses penyembuhan membuat bayi kembar ini berpisah satu sama lain dan juga dengan kedua orang tuanya. Biaya pengobatan yang besar menjadi masalah utama yang ditemui orangtua si kembar. 

Sejak didiagnosa mengidap jantung bocor, Fakhira dan Fakhika tidak bertemu. Beruntung, kondisi Fakhika semakin membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah. Meski begitu, Fakhika harus melakukan kontrol rutin setiap satu bulan sekali ke rumah sakit. Sementara itu, Fakhira masih harus berjuang untuk kesembuhannya dari jantung bocor.

 

Jantung Bocor yang Diderita Bayi Kembar

Cerita Bayi Kembar Sembuh dari Penyakit Jantung Bocor

Jantung bocor adalah sebuah penyakit yang dimiliki oleh seseorang dimana terdapat kelainan di katup jantung dan adanya lubang pada sekat jantung. Pada bayi atau anak-anak, jantung bocor terjadi karena lubang antara dinding di ruang kiri dan kanan jantung tidak tertutup dengan sempurna. Akibatnya, aliran darah yang seharusnya berpindah ke tempat lain justru berputar kembali ke dalam jantung.

Bayi yang memiliki kelainan jantung bocor memiliki tanda-tanda atau gejala jantung yang cukup dapat terlihat. Gejala-gejala tersebut diantaranya:

  1. Mudah lelah
  2. Jantung bekerja lebih keras
  3. Sesak napas
  4. Mumur jantung atau kondisi adanya suara tambahan atau tidak normal saat jantung berdetak
Baca juga:
Perjuangan Maliq Sembuh dari Hidrosefalus dan Keluar NICU
Kisah Arsa untuk Sembuh dari Jantung Bocor

 

Galang Dana untuk Kesembuhan Si Kembar

Cerita Bayi Kembar Sembuh dari Penyakit Jantung Bocor

Karena kondisinya yang belum pulih, Fakhira harus berjuang seorang diri di ruang ICU rumah sakit. Meski begitu, orangtua dan saudara kembarnya tidak pernah putus asa dan terus semangat untuk mendukung kesembuhannya. 

Ayah Fakhira dan Fakhika adalah seorang perawat di salah satu rumah sakit di Bekasi. Pendapatan sebagai seorang perawat tentunya belum cukup untuk memenuhi biaya perawatan si kembar. Meski begitu, keluarga tidak menyerah untuk kesembuhan Fakhira dan Fakhika. 

Awalnya, orangtua Fakhira dan Fakhika kebingungan untuk memenuhi biaya pengobatan. Akhirnya, salah satu orangtua pasien di rumah sakit tempat kembar dirawat menyarankan untuk galang dana di Kitabisa

Galang dana dibuat sejak tanggal 2 Februari 2019. Agar semakin banyak orang yang membantu anaknya, Orangtua Fakhira dan Fakhika menyebarkan galang dananya melalui grup-grup WA yang mereka miliki serta media sosial seperti Facebook. Alhamdulillah, galang dana berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 120 juta.

 

Penggunaan Dana untuk Kesembuhan Si KembarCerita Bayi Kembar Sembuh dari Penyakit Jantung Bocor

Dana yang terkumpul digunakan untuk biaya perawatan rumah sakit Fakhira dan Fakhika. Selain itu, berkat bantuan para OrangBaik yang telah berdonasi, orangtua bayi kembar dapat membeli alat bantu kesembuhan anaknya seperti tabung oksigen, mesin suction, dan mesin uap. Kebutuhan nutrisi Fakhira dan Fakhika juga terpenuhi dengan mengkonsumsi susu khusus. 

 

Penanganan Jantung Bocor Fakhira dan Fakhika

Cerita Bayi Kembar Sembuh dari Penyakit Jantung Bocor

Sekitar 4 bulan Fakhira dirawat di rumah sakit. Beberapa pemeriksaan telah dilakukan oleh Fakhira seperti cek darah setiap saat, foto rontgen, x-ray, dan juga bronkoskopi. Kondisi kesehatannya yang terus membaik membuat Fakhira diperbolehkan pulang ke rumah. Berkat bantuan para OrangBaik, Fakhira kini bisa bertemu dan bermain kembali dengan kembarannya. 

Pada tanggal 11 Mei lalu, Fakhira melakukan kontrol ke dokter paru-paru dan dokter syaraf. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Fakhira masih terdapat infeksi paru-paru dan permasalahan syaraf. Oleh karena itu, Fakhira perlu melakukan operasi. Banyaknya antrian pasien membuat jadwal operasi Fakhira belum ditentukan. Semoga Fakhira bisa terus semangat untuk pulih dan kembali berkumpul dengan kembarannya dan orangtua.


Seperti orangtua Fakhira dan Fakhika, kamu juga bisa buat galang dana di Kitabisa untuk bantu biaya pengobatan keluarga, teman, atau kerabat. Klik gambar di bawah ini untuk konsultasi galang dana medis!

Comments are closed.