penyakit autoimun dan lupus

Penyakit Autoimun: Jenis, Penyebab, dan Cerita Perjuangan Untuk Sembuh

  • Penyakit autoimun yang sudah diteliti di dunia ada sekitar 80 jenis
  • Wanita lebih beresiko terkena penyakit imun dibandingkan pria
  • Shahnaz merupakan salah satu orang yang berjuang melawan penyakit autoimun

Penyakit autoimun secara sederhana memiliki arti adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Gangguan inilah yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh tidak menyerang kuman atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Dalam artikel ini, kami akan membagikan informasi tentang apa itu penyakit autoimun, gejala, penyebab, dan penyembuhan penyakit ini. Tidak hanya itu, kami juga akan membagikan kisah Shahnaz, salah satu orang yang berjuang melawan penyakit autoimun lupus.

Apa itu penyakit autoimun? 

Penyakit autoimun terjadi akibat gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Kalau pada orang normal, kekebalan tubuh akan menyerang kuman atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Nah, pada penderita autoimun, tubuh tidak bisa mengenali mana benda asing dan mana organ tubuh sendiri sehingga kerap menyerangnya.

Penyakit autoimun biasanya dibagi menjadi dua kategori. Pertama organ yang diserang tidak spesifik atau random dan yang kedua adalah spesifik. Autoimun jenis spesifik akan menyerang satu organ secara masif sehingga menyebabkan gangguan dan kerusakan.

Saat ini ada sekitar 80 penyakit autoimun yang sudah ditemukan dan diteliti. Gangguan ini ada yang bersifat ringan hingga berat. Gangguan ringan bisa diminimalkan dengan obat tertentu sementara gangguan berat akan terus ada bahkan kerap kambuh.

Jenis dan Gejala Penyakit Autoimun

Autoimun bisa mengganggu banyak organ tubuh dan sistemnya. Penyakit ini bisa muncul pada seseorang yang sudah dewasa atau bayi. Untuk mengenal lebih banyak tentang penyakit autoimun, simak gejala dan jenis penyakitnya di bawah ini.

  • Penyakit Lupus, penyakit ini memengaruhi jaringan ikat dan juga menyerang sistem organ pada tubuh manusia.Biasanya sistem organ yang terkena lupus adalah ginjal, paru-paru, sel darah, saraf, kulit, dan sendi.  Penyakit Lupus diawali dengan gejala-gejala umum seperti demam, peradangan pada sendi, ruam pada wajah, dan penurunan berat badan secara masif.
  • Diabetes Melitus I, gangguan autoimun pada penyakit ini terjadi saat antibody menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin (hormon yang dibutuhkan dalam mengontrol kadar gula darah) di pankreas. Pada penyakit ini, gejala yang paling mudah dikenali adalah sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun, dan rentan terkena infeksi saat tubuh terluka.
  • Prosiasis, penyakit ini menyerang kulit sehingga kulit penderita akan mengalami bercak merah dan bersisik.Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel kulit baru yang teramat cepat sehingga membuat penumpukan di permukaan.
  • Multiple Sclerosis, penyakit ini menyebabkan beberapa gangguan saraf pada tubuh. Kalau gangguan saraf muncul, penderita akan mengalami mati rasa di beberapa bagian tubuh, kelumpuhan, hingga gangguan penglihatan.
  • Rematik, penyakit ini biasa disebut dengan radang sendi karena memengaruhi sendi sehingga bagian tubuh kerap membengkak dan menyebabkan fungsinya terganggu. Biasanya para penderita rematik akan mengalami gejala-gejala seperti sendi sakit, kaku, bengkak, dan terbatas ruang geraknya. Apabila penyakit ini tidak segera diobati, rematik bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen secara bertahap.
  • Radang usus, gejala yang terjadi adalah diare hebat dan sakit perut yang tidak bisa ditahan. Radang usus atau Inlflammatory bowel disease (IBD) ini terjadi karena adanya peradangan pada lapisan usus yang mempengaruhi beberapa bagian saluran pencernaan seperti lapisan usus besar dan rektum.
  • Scleroderma, penebalan kulit, borok kulit, dan beberapa sendiri menjadi kaku.

 

Apa Saja Penyebab Penyakit Autoimun?

Karena jenis penyakit autoimun cukup banyak, penyebabnya juga beragam. Penyakit ini bisa terjadi karena genetik sehingga anak yang bisa mengidap autoimun bayi sejak lahir. Lingkungan dan gaya hidup juga menjadi faktor penentu apakah seseorang rentan atau tahan terhadap autoimun. Lebih lanjut infeksi pada tubuh, hormon seks, serta jenis kelamin juga menyebabkan penyakit ini. Wanita lebih terkena autoimun ketimbang pria.

Bagaimana Penyembuhan Penyakit Autoimun?

Secara umum penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun, untuk meminimalkan dampaknya pada tubuh, penderita bisa menggunakan obat anti inflamasi, terapi fisik, tetapi sulih, operasi, dan obat yang menghambat sistem kekebalan tubuh berjalan dengan cepat.

Melalui penekanan sistem imun atau pertahanan tubuh, gejala penyakit autoimun bisa ditekan dan membuat tubuh penderita merasa lebih nyaman dibandingkan tidak dilakukan pengobatan sama sekali. Mengingat hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit autoimun.

Kisah Shahnaz Berjuang Sembuh dari Autoimun

Penderita penyakit autoimun membutuhkan perawatan khusus dengan biaya yang tak murah. Salah satunya Shahnaz Asnawi Yusuf yang memiliki lupus. Mahasiswa cerdas jurusan komunikasi di Universitas Sumatera Utara ini memang sudah lama menderita lupus.

Tidak ingin merepotkan orang lain, ia selalu menahan rasa sakitnya sendiri. Bahkan pernah ia harus pergi ke rumah sakit sendirian dan mengurus administrasi dalam kondisi yang lemah tanpa bantuan orang lain. 

Kondisi Anas (panggilan akrab teman-teman) terus melemah setelah di hampir sebagian besar tubuhnya terasa sakit. Awalnya ia didiagnosa terkena penyakit tifus, tapi kondisinya tidak berubah meskipun sudah diberi resep obat oleh dokter. Kondisinya terus menurun, ia sering batuk, nyeri dada, dan tubuhnya melemah.

Tak jarang ia mendapatkan ragam tes kesehatan dari dokter berbiaya tinggi. Sebelum a mengetahui secara pasti penyakit apa yang dialaminya. Mulai dari hemoglobinopati (turunan dari talasemia) hingga akhirnya disimpulkan kalau Anas memiliki Lupus.

Sejak diketahui memiliki lupus, Anas lebih sering mengeluhkan sakit di bagian dada  dan sesak napas. Dari pemeriksaan, ditemukan di paru-parunya terdapat abses atau pembengkakkan yang bernanah. Abses ini terjadi karena menyebarnya kuman nocardia di paru-paru karena penyakit autoimun yang dideritanya.

Melihat kondisi Anas, salah satu teman Anas  akhirnya tergerak untuk membantu pengobatannya melalui penggalangan dana kitabisa.com. Melalui kampanye https://kitabisa.com/bantushahnaz teman Anas yang bernama Moyang Kasih Dwimerdeka menggalang dana untuk membantu biaya operasi paru-paru Anas. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 50 juta untuk mengobati abses di paru-paru Anas. Hingga akhir masa penggalangan dana, biaya yang terkumpul mencapai Rp 59 juta. Setelah biaya terkumpul, operasi pada paru-paru Anas pun dilaksanakan dan berhasil dilakukan.

Kamu juga bisa menjadi Moyang yang ingin membantu menggalang dana untuk pengobatan orang terdekat melalui situs kitabisa.com. Tidak hanya penyakit autoimun, kamu boleh melakukan penggalangan dana untuk penyembuhan penyakit lainnya di sini.

  

Comments

comments