Kesehatan

Penyakit Leukemia Myeloid Akut Pada Orang Dewasa

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kasus leukemia myeloid akut sering ditemukan pada usia dewasa. Penyakit ini membuat sel berkembang secara tidak normal dan menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Leukemia mieloid akut paling banyak terjadi pada usia dewasa dan meningkat pada pasien lansia. Penyakit ini jarang sekali ditemukan pada usia di bawah 40 tahun. Namun, jenis kanker ini juga dapat diderita oleh anak-anak serta remaja.

 

Apa Itu Leukemia Mieloid Akut?

Penyakit Leukemia Myeloid Akut Pada Orang Dewasa

Acute Myeloid Leukemia (AML) atau leukemia mieloid akut adalah jenis kanker darah yang membentuk sel darah mieloid tidak sempurna. AML terjadi ketika DNA sel berkembang secara tidak normal dalam sumsum tulang dan menyebabkan produksi sel darah menjadi tidak merata. Sel-sel abnormal tidak bisa berfungsi dengan baik, sehingga sel-sel tersebut berkembang di tengah sel-sel yang sehat.

 

Gejala Leukemia Mieloid Akut yang Perlu Kamu Perhatikan

Penyakit Leukemia Myeloid Akut Pada Orang Dewasa

Beberapa ciri-ciri dari penyakit AML perlu kita ketahui sejak dini. Gejala dari tahap awal penyakit AML serupa dengan penyakit flu atau penyakit umum lainnya, sehingga terkadang sulit untuk kita ketahui. Berikut adalah tanda-tanda penyakit leukemia mieloid akut:

  1. Nyeri Tulang

Merasakan sakit pada bagian tulang dan juga sendi menjadi salah satu gejala AML yangs ering ditemui. Selain itu, nyeri ini dapat menimbulkan area berwarna kebiruan pada kulit.

  1. Kulit Pucat

Seseorang yang menderita penyakit AML akan terlihat pucat dan mudah kelelahan. Gejala ini dapat dengan mudah dikenali karena tampak secara jelas. Bahkan, pasien dengan mudah mengalami sesak napas yang disebabkan kekurangan sel darah merah. Penderita akan merasa napasnya berat hingga kehabisan napas pada akhirnya.

  1. Memar di Beberapa Bagian Tubuh

Penderita AML biasanya mengalami memar yang muncul secara tiba-tiba. Hal tersebut terjadi karena sedikitnya jumlah trombosit yang ada dalam tubuh. Rendahnya kadar trombosit juga dapat menyebabkan pendarahan yang tidak biasa, seperti gusi berdarah dan mimisan secara terus menerus.

  1. Demam

Pasien AML kemungkinan besar akan mengalami demam tinggi dan banyak mengeluarkan keringat pada malam hari. Demam tersebut menyebabkan pasien selalu merasa tidak enak badan, serta kondisi tubuh yang semakin menurun. Gejala demam juga disertai pula dengan sakit tenggorokan atau mulut.

Baca juga:
Gejala Leukimia Pada Anak yang Perlu Diperhatikan
7 Gejala Leukimia yang Perlu Kamu Waspadai

 

Metode Pengobatan Leukemia Mieloid Akut

Penyembuhan AML bergantung pada beberapa faktor seperti usia pasien serta kesehatan pasien secara keseluruhan. Pasien dengan AML memerlukan perawatan khusus, antara lain;

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan pertama yang penting dilakukan untuk menyembuhkan Leukemia Myeloid Akut. Metode ini menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel kanker dalam tubuh. Obat kemoterapi berfungsi menghancurkan banyak sel-sel darah normal dalam proses pembunuhan sel-sel leukemia. Kemoterapi dilakukan sebanyak satu atau lebih dari dua kali untuk memastikan apakah sel-sel leukemia benar-benar hilang.

  1. Transplantasi

Transplantasi merupakan metode yang digunakan dengan transplantasi sel induk. Proses ini membangun kembali sel-sel induk yang sehat dengan mengganti sumsum tulang yang tidak sehat dengan sel yang bebas dari sel induk leukemia.

  1. Terapi Biologi

Metode ini dikenal juga dengan immunotherapy, yaitu terapi yang menggunakan zat yang memperkuat respon sistem kekebalan terhadap kanker.

  1. Terapi Obat

Terapi obat menjadi metode yang umum dilakukan oleh para pasien AML. terdapat beberapa obat anti kanker yang dapat digunakan sendiri atau dalam keadaan sedang menjalani kemoterapi.

Baca juga:
Mengenal Leukimia: Penyebab, Gejala, Serta Cara Mengobatinya
Berapa Lama Harapan Hidup Penderita Leukimia Stadium 2?

 

Kasus Leukemia Mieloid Akut

Penyakit Leukemia Myeloid Akut Pada Orang Dewasa

Penyakit Leukemia Mieloid Akut merupakan masalah kesehatan yang serius dan cukup jarang ditemukan di Indonesia. Salah satu kasus AML di Indonesia dialami oleh Rahmawati (32 tahun). Rahmawati memiliki seorang anak perempuan berusia 4 tahun bernama Naomi. Itulah yang menyebabkan dirinya dikenal akrab dengan panggilan Mommy Naomi. Mommy Naomi telah didiagnosa menderita AML sejak akhir tahun 2018. Selain itu, ia juga mengalami infeksi paru atau pnenomia. Kondisi kesehatan Mommy Naomi semakin memburuk dengan adanya asam lambung, liver, dan limfa yang membesar.

 

Perjuangan Mommy Naomi untuk Sembuh dari Leukemia Mieloid Akut

Penyakit Leukemia Myeloid Akut Pada Orang Dewasa

Setelah melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, Mommy Naomi perlu segera melakukan kemoterapi. Sebelum melakukan kemoterapi, ia perlu melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan Thorax, THT, EKG, ECHO, Gigi, serta USG perut. Selain itu, Mommy Naomi juga perlu melakukan tindakan transplantasi sumsum tulang belakang.

Seluruh pengobatan yang dijalaninya memerlukan biaya serta perjuangan yang besar. Putrinya, Naomi, selalu menunggunya di luar ruangan isolasi. Naomi sering bermalam di lorong rumah sakit bersama neneknya karena ingin selalu dekat dengan ibunya. Pengobatan AML yang Mommy Naomi lakukan di luar negeri membutuhkan biaya yang sangat besar.


Berbagai cara bisa kamu lakukan untuk membantu perjuangan Mommy Naomi, salah satunya dengan berdonasi melalui Kitabisa. Pengobatan yang dilakukan Mommy naomi tidak dapat menggunakan jaminan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah, karena itulah keluarga Mommy Naomi membuat halaman galang dana untuk memenuhi biaya pengobatannya. Kamu bisa berdonasi membantu Mommy Naomi dengan cara, kunjungi halaman galang dana yang telah dibuat di Kitabisa.

Kamu juga bisa bantu biaya pengobatan mereka yang sedang berjuang dengan leukimia. Caranya, kamu bisa kunjungi Kitabisa.com lalu pilih campaign yang ingin kamu donasikan di sini.  Bantuan dari kamu tentunya akan sangat berarti dan membantu secara tepat.banner_donasi_biaya_pengobatan

Comments

comments

Comments are closed.

Show Buttons
Hide Buttons