Tag

Pejuang Kanker

Browsing

Miles to Share merupakan gerakan yang dibuat oleh Muhammad Kamil, seorang mantan pejuang kanker. Nama Miles to Share digunakan untuk membantu sesama, yang sampai saat ini berfokus pada bidang kanker.

Kamil (32) merupakan mantan pejuang kanker jaringan ikat (fibrosarkoma) di beberapa bagian tubuhnya. Kamil telah melakukan 4 kali operasi pengangkatan tumor dan 1 kali operasi komplikasi karena infeksi. Sebagian kecil paru kiri dan bagian tulang belakang, otot, leher, dan dada juga sudah diangkat dan dipasang alat penyangga dari titanium.

pejuang kanker

 

Janji Kamil untuk Terus Berlari

Kamil merasa sangat beruntung karena berada di keluarga yang memberikan dukungan penuh, begitu juga dengan orang-orang disekitarnya. Selain itu, ia juga mendapat akses pengobatan dengan standar yang optimal dari lingkungan kerjanya di bidang medis.  Dengan perjuangan dan kerja kerasnya, Kamil akhirnya bisa sembuh.

Setelah menyelesaikan 42 km full marathon Kagoshima pada musim semi 2017, Kamil berjanji untuk terus mengikuti full marathon minimal satu kali dalam setahun. Kemudian, seorang sahabat Kamil yang juga pelari mengusulkan untuk membuat charity run. Tujuannya adalah untuk membuat orang lain peduli dan membantu manusia lain yang membutuhkan bantuan.

Pengalaman hidup Kamil membuatnya sadar bahwa tak semua pejuang kanker beruntung seperti dirinya. Kamil kemudian membentuk grup kecil untuk membuat galang dana dan membantu para pejuang kanker melalui charity run, yang kemudian ia beri nama Miles to Share.

View this post on Instagram

"Saya udah ngelewatin 5 kali operasi sejak kena kanker jaringan ikat. Diafragma saya udah diganti jadi buatan. Otot bagian dada sama leher juga udah diangkat dan dipakein penyangga dari titanium. . Untungnya, saya punya keluarga yang suportif buat ngelewatin masa-masa sulit. Sekarang, setelah pulih, giliran saya yang berjuang buat ngebantu para pejuang kanker lainnya." (Kamil, Mantan Pejuang Kanker) . +++ . Kamil akan berlari marathon sejauh 42 km untuk menunjukkan dukungan kepada para pejuang kanker. Tak hanya itu, ia juga membuat galang dana untuk membantu para pejuang kanker di Yayasan Kanker Indonesia cabang Jawa Timur. . Kamil telah melakukan yang terbaik untuk membantu para pejuang kanker, kini saatnya kita berdonasi ikut membantu dengan cara, klik: kitabisa.com/milestoshare . . Tak hanya donasi, Kamil juga butuh dukungan semangat dari kita. Ayo berikan dukunganmu untuk Kamil dengan cara, kasih: emotikon lari di kolom komentar! . Contohnya: 🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂ . Satu emotikon darimu akan menjadi pelecut semangat bagi Kamil untuk menaklukkan trek lari marathon demi membantu para pejuang kanker! @kamilmoon_ @milestoshare . #pejuangkanker #cancersurvivors #larimarathon #marathon #runforcharity #kitabisa #kitabisasehat #orangbaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

 

Dukungan Kamil untuk Pejuang Kanker

Donasi yang terkumpul dalam halaman galang dana kitabisa.com/milestoshare sepenuhnya akan disalurkan langsung untuk membantu pengelolaan rumah singgah Yayasan Kanker Indonesia cabang Jawa Timur. Rumah singgah ini merupakan tempat tinggal bagi para pasien kanker dari luar kota Surabaya atau bahkan luar pulau.

Saat ini, donasi sebesar Rp 152.451.585 berhasil terkumpul dari 533 donatur. Donasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan kamar di Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia cabang Jawa Timur.

 

Kamil Bersama Miles to Share di Borobudur Marathon

Pada tanggal 18 November 2018, Kamil berhasil berlari sejauh 42.195 km bersama 10.000 pelari lainnya dalam ajang Borobudur Marathon. Bertuliskan “ #kalahkankanker “ di punggung, Kamil bersama pelari Miles to Share lainnya berhasil menunjukkan bahwa kekuatan dari para orang baik berhasil membawa mereka mencapai titik akhir. Air mata Kamil menetes saat tiba di garis finish, mengingat perjuangannya melawan penyakit yang 10 tahun belakangan melekat pada tubuhnya.

“Kami dan anda sekalian telah membuktikan, bahwa kanker bisa dikalahkan. BERSAMA” (Muhammad Kamil)

 

pejuang kanker

 

Seperti Kamil yang membentuk Miles to Share untuk membantu para pejuang kanker, kamu juga membuat galang dana untuk bantu saudara atau keluarga yang membutuhkan biaya pengobatan medis. Silakan klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 081315532353.

“Intan tak pernah menyerah meski divonis kanker getah bening stadium 4.  Ia tetap melakukan hal-hal yang disukainya, seperti mendengarkan lagu K-Pop dan dance cover. Semangatnya ini berhasil mengantarkan Intan bertemu dengan idolanya, Lisa Black Pink pada Agustus lalu.”

Blackpink, idol group asal Korea Selatan, akan menggelar konser perdananya di Indonesia, Senin (19/11) malam. Grup musik wanita yang beranggotakan Lisa, Jisoo, Jennie, dan Rose ini siap menghibur penggemarnya di Sentul International Convention Center (SICC) sekaligus memeriahkan ulang tahun salah satu e-commerce terbesar di Indonesia.

Ini kali pertama Blackpink datang ke Indonesia dalam formasi lengkap. Sebelumnya, hanya Lisa yang datang untuk menyapa penggemarnya bulan Agustus lalu. Rupanya, acara ini juga memiliki kesan yang mendalam bagi Intan, pejuang kanker yang selalu termotivasi akan lagu-lagu dari Blackpink.

 

Intan Berjuang Lawan Kanker Sejak 2013

 

View this post on Instagram

 

#LetMeTellYouSomething Hey kamu, gak ada yang bilang jadi pejuang kanker itu gampang kok. Pejuang paling tangguh sekalipun pasti pernah mikir untuk nyerah. Kamu gak sendirian untuk hal itu. Aku pun demikian. Ngerasa capek dengan semua rasa sakit? Wah sudah pasti. Dan itu gak terbatas secara fisik, tapi juga mental. . Trus, kenapa aku bisa kelihatan santai dan happy aja seolah kanker itu bukan apa-apa? Hmmm…memang aku harus berbagi kesedihan dengan semua orang ya? Engga kan :p cukup aku dan Penciptaku yang tau. Mungkin, beberapa orang yang kupercaya, yang bisa dihitung jari. . Yaudah aku kasih tips deh. Pertama, jangan punya ekspektasi. Sejak serangan kanker kali kedua, aku nyoba untuk gak lagi mikirin bakal dibawa kemana hidup ku kelak. Aku cabut semua ekspektasi sampe ke akarnya. Jadi apapun yg terjadi, yaudah terserah. Menurutku, itu cara termudah biar gak kecewa sama hidup dan tetep happy. . Kedua, gausa dipikirin tapi dijalanin aja. Kalau dengan mikirin bisa bikin segalanya membaik, ya silahkan. Masalahnya, mikirin hal yang belum terjadi justru bikin semuanya memburuk. Jadi stress. Situasi tambah kacau. . Ketiga, fake it till you make it. Aku udah terbiasa maksain diri buat kuat dan bawa ketawaketiwi aja, sampai gak ada yang nyangka aku punya kanker stadium 4 selama 6 tahun HAHA. Gak ada yang tau juga kapan aku sedih dan terpuruk, kesakitan dan merana, kecuali mereka-mereka yang kusebutin tadi. Mungkin bukan hal bagus ketika aku sulit nunjukin emosi sebenarnya (terkhusus rasa sedih) dan sisi lemah. Ya aku memang suka maksain diri kudu harus terlihat tough sih. Gatau kalau kamu. Aku ga nyaranin kamu ngikutin tips ku yang ini. Yaa mana yang nyaman menurutmu aja deh. Yang penting ga tertekan sama hidup, meski hidup doyan banget nekan kita. Wqwq. Sekian. . . Pesan dari aku: You’re a true warrior. A fearless fighter. You’re gonna win the battle no matter how hard it is. Sometimes, it is faith that you need the most. Faith can bring a lot of magical things to life. The unbelievable experience. The unbreakable joy and happiness. 💜 #spilledthoughtsbyintan

A post shared by Intan Khasanah (@intankhasanah) on

Intan adalah pejuang kanker getah bening stadium 4. Sejak 2013, ia berjuang melawan sel kanker di tubuhnya. Berbagai pengobatan dan puluhan kemoterapi ia jalani. Tapi, Intan sama sekali tak pernah menyerah.

Musik-musik K-Pop menjadi salah satu penyemangat Intan berjuang melawan kanker. Blackpink adalah grup musik pertama yang membuat Intan menyukai K-Pop. Bagi Intan, Blackpink adalah gambaran perempuan-perempuan energik, kuat dan sangat keren. Setiap mendengar lagu-lagu dari Blackpink dan menonton video klipnya, Intan selalu merasa kembali semangat.

Sumber: weheartit.com

Tak hanya Blackpink, Intan juga mulai mendengarkan grup musik K-Pop lainnya. Dari sini, Intan sadar bahwa grup musik K-Pop memang tidak bisa dianggap remeh dan dipandang sebelah mata. Karena semuanya bisa menyemangati dan memberikan inspirasi bagi Intan.

 

Intan Berhasil Bertemu Lisa Blackpink

 

View this post on Instagram

 

First video: right after my 20th chemotherapy, with infusion sets still hanging in my hand. • Second video: a week before my 20th chemotherapy. • • Yes, amazingly I still managed to do what I love to do (you can see them from most of my posts) even though I have stage 4 cancer (Hodgkin’s Lymphoma) since 2013. Yes, it’s already stage 4 since 5 years ago. • • I completely aware of the fact that I’m still alive till now, as a truly insane gift! The fact that God still let me breathe, live, and surrounded by those who support me through my ups and downs, is just unbelievable and I can’t stop to thank Him for that. What a privilege, especially for my kind. I don’t mean to compartmentalize the ones with and without cancer or any other chronic diseases. Because I don’t think we have many differences except mental and physical endurance, that perhaps, in my subjective arbitrary assessment, are stronger in terms of adjusting selves to bear almost-unbearable pain and sorrow. Hiding them well so others won’t be worry so much at us, won’t see and treat us differently. Like, we’re just a hopeless pathetic human being who’s gonna die in seconds? An inferior who can do nothing but dying? A real burden? A useless one? Yeah, something like that, and we hate it to the core if someone ever assumed us that way. • • So, I made these videos as a prove that we are all just the same, with or without cancer, before and after diagnosed with cancer, before and after undergoing series of painful and exhausting treatments to win the battle, to eradicate cancer once and forever. I just want to encourage other warriors and survivors in any under circumstances that we are all still able to have fun with life. Even a set of infusion that still hanging steadily in my hand won’t stop me to do one of my favorite activities. To dance, for instance. • (continued on comment section) #cancersucks #cancersurvivor #cancerwarrior #hodgkinslymphoma #ddududdudu #blackpink #kpopdancecover #ddududdudublackpink @weare.survivors @ihadcancer @imadanceragainstcancer @blackpinkofficial

A post shared by Intan Khasanah (@intankhasanah) on

Sejak kecil, Intan memang suka menari. Hobinya ini tak berhenti meski dirinya divonis kanker getah bening stadium 4. Buktinya, setelah menjalani kemoterapi yang ke-20, Intan justru membuat video dance cover lagu DDU-DU DDU-DU dari Blackpink.

Video ini sempat viral di sosial media dan membawanya bertemu langsung dengan Lisa Blackpink pada acara meet and greet yang digelar Shopee Indonesia, Agustus lalu. Intan merasa salah satu mimpinya menjadi nyata, bisa berbincang langsung dan foto bersama idolanya. Bahkan, Lisa sempat bercerita bahwa ia bersama anggota Blackpink lainnya menonton video dance cover Intan dan keempatnya sepakat memuji Intan sangat berbakat.

Intan Harus Jalani Kemoterapi saat Konser Blackpink di Indonesia

Intan masih harus berjuang melewati kemoterapi yang ke-24, tepat di hari Blackpink menggelar konsernya di Indonesia. Ia masih harus menjalani pemulihan setelah kemoterapi untuk memulihkan sel-sel di tubuhnya.

Meski tidak bisa menonton konser Blackpink hari ini, namun Intan bersyukur pernah bertemu langsung dengan Lisa Blackpink, berkat video yang dibuatnya. Intan juga berpesan kepada semua pejuang kanker lainnya untuk tetap melakukan apapun yang disukai dan jangan menyerah dengan keadaan. Buktinya, Intan yang tidak pernah mau kalah dengan kondisinya dan tetap melakukan hobinya, bisa mengantarkan dirinya mewujudkan mimpi bertemu dengan idolanya.


Jika kamu punya keluarga, sahabat atau orang terdekat yang terus menginspirasi banyak orang dan butuh biaya besar, kamu bisa galang dana di Kitabisa. Caranya, klik: ktbs.in/galangdana. Kamu juga bisa konsultasi mengenai galang dana ini dengan cara, klik: ktbs.in/tanya atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 0813-1553-2353.

Akmal, anak pejuang kanker Nasofaring, bermimpi bisa bertemu pemain Persija. Apakah mimpi Akmal bisa terwujud? Tonton video terbaru Kitabisa 

 

Usia Akmal baru 14 tahun, tapi ia sudah harus berjuang melawan kanker nasofaring yang menjalar di tubuhnya. Kanker nasofaring adalah kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan langit-langit rongga mulut. Akibat kanker tersebut, mata kiri Akmal tak bisa melihat. Sementara, mata kanannya hanya mampu melihat dengan jarak pandang maksimal 2 meter.

 

Di tengah perjuangannya melawan kanker, Akmal masih punya satu mimpi sederhana: Bertemu pemain Persija!

 

The Jak Bertemu Akmal

 

 

Akmal sebenarnya ingin menonton Persija dan menjadi bagian dari The Jak (suporter Persija). Namun, kondisi Akmal yang mengharuskannya kemoterapi dan berobat membuatnya tak bisa menyaksikan langsung Persija.

 

Tergerak dengan perjuangan Akmal melawan penyakitnya, tanpa sepengetahuan Akmal, Kitabisa mempertemukan Akmal dengan The Jak. Para suporter Persija tersebut memberikan dukungan moral untuk Akmal. Mereka bernyanyi mendukung Akmal sekaligus mengajak Akmal menyenandungkan mars Persija.

 

 

Puluhan The Jak mengumandangkan nama Akmal. Tak ketinggalan, poster-poster berhias nama Akmal. Ketika bernyanyi mars Persija dengan The Jak, Akmal sempat meneteskan air mata. Dukungan dari The Jak benar-benar berhasil membuat Akmal terharu. Tonton reaksi Akmal bertemu The Jak di sini.

 

Keceriaan Akmal bertemu The Jak belumlah lengkap jika Akmal tak bisa bertemu pemain Persija. Saat ditanya siapa pesepakbola idolanya, Akmal kontan menjawab: Bambang Pamungkas (Bepe), Ismed Sofyan, dan Maman Abdurrahman.

 

Akmal menyukai Bambang Pamungkas karena aksi mencetak golnya di lapangan, Ismed Sofyan karena kepemimpinannnya sebagai kapten Tim Macan Kemayoran, dan Maman Abdurrahman karena permainan bek tersebut sangat memukau.

 

Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, Maman, dan Para Pemain Persija Bertemu Akmal

 

Melihat kegigihan Akmal terus berjuang mewujudkan mimpinya, Kitabisa mengajak Akmal bertemu dengan pemain Persija. Akmal tak menduga bahwa ia akan bertemu dengan pemain Persija di tempat latihan Persija di bilangan Halim, Jakarta Timur.

 

Pada kesempatan emas itu, Akmal bertemu dengan para punggawa Persija seperti Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, Maman Abdurrahman, Marko Simic, Rezaldi Hehanusa (Bule), Andritany Ardhiayasa, dan punggawa Persija lainnya.

 

 

Akmal bahkan sempat berbincang dengan beberapa pemain Persija. Misalnya, Maman Abdurrahman yang memberi tips menjadi seorang pesepakbola hebat. Rezaldi Hehanusa (Bule) juga berdoa agar Akmal bisa cepat sembuh. Lihat obrolan Akmal dengan para pemain Persija di sini.

 

Mimpi Akmal Bertemu The Jak dan Pemain Persija Terwujud

 

 

Akmal sangat bahagia setelah mimpinya bertemu dengan pemain Persija terwujud. “Bukan senang lagi, bahagia banget saya,” kata Akmal.

 

Mimpi Akmal mungkin terkesan sederhana, tapi bagi Akmal dan para anak pejuang kanker lainnya, mimpinya adalah sebuah inspirasi untuk terus menjalani kehidupan sehari-hari.

Apresiasi dari Persija Jakarta

Perjuangan dari Akmal juga diapresiasi oleh akun official Persija Jakarta.

Beberapa pemain Persija tak ketinggalan mengapresiasi perjuangan Akmal. Contohnya tweet dari ikon Persija Bambang Pamungkas dan postingan Instagram dari Rizky Darmawan.

Show Buttons
Hide Buttons